Saya sdh baca email dari Sanak Yulfian Azrial ini , Sanak Armen.  Sungguh, saya 
juga tidak faham dengan pandangan yang hendak beliau sampaikan.

Oleh karena beliau enggan berkomunikasi scr langsung - walau 'berteman' di Face 
Book' , ya terpaksa kita serahkan saja kepada para sanak di palanta RN ini 
untuk menelaah dan menyimpulkan sendiri. 

Seperti saya tulis terdahulu, beliau juga berhak berpendapat. Apa pun pendapat 
beliau dan bagaimanapun cara mengkomunikasikannya, harus kita hormati. Secara 
pribadi,dari kasus ini bertambah pula pengetahuan dan pengalaman saya, 
khususnya ttg gaya khas sanak kita ini berkomunikasi. Pribadi orang kan 
macam-macam.

Tapi baa juo, ano kan urang awak juo, kecek urang Bukik Tinggi. Kadipangaan lai.

Wassalam,
SB, Lk, 73 th, Jkt. Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: armen zulkarnain laki-laki 32th padang <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 2 Jun 2010 21:58:06 
To: RantauNet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Re: Petuah Haji Buyuang

saya pun telah menanyakan kepada beliau tentang apa tidak disetujui,
agar saya bisa teruskan kepada pak Saaf seperti yang selama ini
terjadi kalau ada saran maupun kritik yang dilayangkan pada page KKM
2010.
Namun yang membuat saya sedikit kecewa adalah KRITIKAN dilayangkan
pada page Pituah Adat Minangkabau (PAM) yang saya kelola yang jelas
tidak ada sangkut pautnya dengan KKM 2010 (selama ini PAM mengarah
pada hal edukasi budaya minangkabau tanpa pernah terlibat dalam hal
politik, organisasi yang berhubungan dengan minangkabau) mungkin
karena itulah dalam tempo hanya 2.5 bulan member PAM sudah mencapai
lebih 10.000,- member. Sehingga menimbulkan image bahwa PAM tidak
konsekuen dengan tujuan semula hanya sebagai media edukasi budaya
minangkabau.
Sudah saya sarankan pula agar menulis di page KKM 2010 atau langsung
ke pak Saaf karena kedua account sudah saling konfirm, cuma pak
Yulfian Azrial tidak mau. Jadi saya pikir sebenarnya beliau salah
sasaran dengan tempat memberikan kritikan.

Mengingat yang bersangkutan adalah penulis buku, admin PUSAT KAJIAN
ADAT ALAM MINANGKABAU,  Kepala BKKP Nagari Adat Alam Minangkabau,
penulis buku adat minangkabau dan salah satu dosen di STIT payakumbuh,
Pemred Andalas Post & Tabloid Olahraga Pro SPORT, Balon Wakil Walikota
pemilu kada Payakumbuh saya kira bisa lebih terarah dalam memberikan
masukan ataupun kritikan.

seluruh postingan di PAM yang melanggar kaidah & aturan PAM sudah saya
hapus untuk menjaga kesan pada members yang lain seolah-olah PAM
bermain diwilayah tertentu.

http://www.facebook.com/group.php?gid=295943361806
http://yulfianazrialcyber.blogspot.com/

berikut kutipan pesan yang dikirim pada saya (saya masih ragu
mengambil kesimpulan, karena terkesan mengambang/tidak ada point yang
jelas)

Yulfian Azrial June 3 at 9:59am
Wa'alaikumsalam Wr Wb!

Alhamdulillah dengan respon ini. Dan terus terang, kekecawaan yang
timbul tentu karena harapan yang besar. Apalagi dengan kerja besar
yang membentang di depan mata, dan kita adalah bagian yang tak
terpisahkan dan memang harus ikut bertanggungjawab dengan hal
ini......

Tentang saat adinda Armen dan bahkan di PAM semakin gencar dengan
gerakan sosialisasi KKM-nya... berlatar belakang kerangka berpikir
ilmiah pula. Maka sungguh besar harapan saya untuk benar-benar serius
untuk perjuangan ini....

Bagaimanapun, dan apalagi setelah diumumkan, maka sulit untuk
memisahkan apa-apa yang kita lakukan dengan sosok diri kita. Inilah
hukum publik yang memang harus kita arifi.
Dan dari cara pandang yang berbeda, sebenarnya ini wajar saja berbeda.
Dan inilah fenomena. Mudah-mudahan memberikan makna yang bnyak tidak
hanya bagi orang-orang lain, tetapi juga termasuk kita.

Saya tetap berusaha objektif dalam erespon sesuatu. Tidak melihat pada
siapa, tetapi apa yang harus disikapi......Tasingguang dek ka naiak,
tagisia dek ka turun...... itu telah lazim dalam kehidupan bersama.
Apalagi kalau ada yang berdiri di pintu... sulit untuk tidak
talendo....... Apalagi kalau kita komit untuk berjalan pada
tempatnya......Kemudian saya menyadari benar, dengan posisi dinda.
Termasuk dengan semangat dan niat mulia dinda itu. Tapi persoalan
sosio antropoligis tentu tidaklah hitam putih saja.... Belum lagi
syahwat politik yang berdendang. Namanya juga manusia..... Sehubungan
dengan tawaran menyatakan pendapat kepada Pak Saafarudin Bahar dan P
Muchtar Naim..... secara teoritis memang bisa saja dilakukan. Namun
saya kira waktu dan kondisi tidak kondusif lagi untuk itu....... Yang
bisa saya lakukan hanya menggugah, termasuk untuk menyadarkan pihak-
pihak, bahwa terkadang VIRUS AKADEMIS yang sekular terkadang memang
begitu menghanyutkan........

Dan dengan waktu demikian terbatas, terutama berhubungan dengan pihak
yang telah tercerabut dari akar budayanya sendiri. Lalu, tentu akan
sangat sulit untuk merengkuh beliau keluar dari menara gadingnya.....
Bahkan hasilnya bisa lebih jelek, karena sebagai generasi baru, kita
bahkan bisa saja jadi seperti KAGADANG-GADANGAN........ Saya kira
Dinda sangat memahami hal ini..... Dan bukankah beliau bukan orang
baru bagi kita! Tapi kita tetap saja menjadi asing dan aneh di mata
mereka..ha..ha..

Barangkali ini awal yang bagus untuk diskusi kita tentang perjuangan
menegakkan ABS-SBK antara kita Dinda....... Sekali lagi bagi saya tak
ada kepentingan lain, selain dari melanjutkan terus perjuangan ABS-SBK
yang bersama-sama dunsanak lainnya telah sama-sama diperjuangkan......
Meski belum terlalu significant, namun setidaknya tidak lagi
terperangkap dalam wacana....

Maafkan jika ada yang kurang berkenan. Karena saya terbiasa bereaksi
dari aksi yang sedang berlangsung di deoan mata. Sekali lagi, harapan
besar saya, komunikasi terus berlanjut antara kita. Mudah-mudahan
seiring dengan waktu berjalan, mudah-mudahan Dinda Armen semakin paham
apa yang saya maksudkan. Karena saya akui, terkadang cara berkomnikasi
saya memang bisa saja lemah, bahkan kurang tepat dalam
memformulasikannya.......

Wassalamu'alaikum Wr.Wb!

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke