--- In [email protected], zul_...@... wrote:
.....
> Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
 
Wa'laikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

......
> Bahkan bagian2 penting ambo copas (mohon izin Pak). Ambo alun mambaco dari 
> awal tapi langsung ka no 3A-B.

Alhamdulillah, silakan sanak :).

> 
> Ado 2 tanyo Pak:
> 
> 1. Walimatussafar
> 2. Solat safar (rakaat 1: Al-Kafiruun dan rakaat 2: Al-ikhlas)
> 3. Potongan 500 riyal bagi calhaj tamattu'
> 
> Banyak nan malakukan katigonyo, tapi ado juo buku dan caramah ustadz nan 
> mangatokan iko indak usah dilakukan.  Mungkin Pak Darwin dapek mambari ambo 
> dalil-dalil nan mandasari kaduonyo.

1. Mengenai walimatussafar, saya memang belum menemukan riwayat bahwa 
Rasulullah pernah melakukan atau menyuruh sahabat beliau melakukannya. Karena 
itu beberapa urang awak---yang umumnya kuat berpegang kepada sunah Nabi---di 
lingkungan tempat tanggal kami ada yang tidak melakukannya. Akan tetapi karena 
IMHO, ini berada di ranah muamalah dengan memperhatikan larangan syariat 
seperti riya, boros, meninggalkan kewajiban kepada anak yatim dan fakir miskin 
yang sangat kuat suruhannya dalam agama kita--- tentu tidak apa-apa 
dilaksanakan. Tujuannya pamit dan menitipkan keluarga yang ditinggalkan kepada 
tetangga. Apalagi di lingkungan golongan menengah ke bawah seperti tempat 
tinggal kami di Depok, di mana hubungan dan ketergantungan dengan tetangga 
relatif masih kuat, bermanfaat untuk dilakukan. Kami sendiri melaksanakan 
dengan sederhana, makanan yang dihidangkan dimasak sendiri oleh orang rumah 
saya yang memang gemar dan pintar memasak. Penceramahnya pun---orang awak 
juga---dicarikan oleh Hj Nurani, orang kita Payakumbuh, guru orang rumah saya 
di pengajian bulanan ibu-ibu IKM di blok kami.

2. Satantangan solat safar, seingat saya termasuk yang disunahkan dalam 
Bimbingan Mansik Haji yang saya dapat dari Depag dulu. Tetapi kalau ada 
keterangan yang lebih kuat bahwa Rasulullah dulu tidak mengerjakannya---karena 
menyangkut ibadah mahdah---seyogyanya ditinggalkan. Keterangan sanak ZulTan ini 
tentunya sangat berharga bagi para sanak kamanakan yang hendak menunaikan 
ibadah haji tahun ini atau  tahun-tahun berikutnya, dengan mempertanyakan kalau 
pada bimbingan manasik haji diberitahukan bahwa  solat safar  ini merupakan 
sunah muakkadah

3. Seperti diketahui, bagi calhaj yang memilih haji tamattu'  diwajibkan 
membayar dam dengan menyembelih kurban atau melakukan puasa sunah. Bagi calhaj 
yang berhaji menggunakan jasa BPIH selalu dengan menyembelih kurban, dan oleh 
BPIH yang bersangkutan dikenakan biaya dengan langsung memotong dari living 
cost sebesar 500 riyal atau kurang lebih setara dengan Rp1,25 juta. Di kafilah 
kami dulu memang ada yang mempermasalahannya karena kita tidak tahu berapa 
sebenarnya yang dikeluarkan BPIH untuk itu. Tetapi dari penjelasan itu tidak 
hanya untuk membeli hewan qurban saja, tetapi juga pengeluaran-pengeluaran 
lainnya. Kita maklum, penyelenggaraan ibadah haji di republik tercinta ini, 
meminjam alm Adam Malik, "bisa diatur" termasuk pemondokan, walaupun teorinya 
"diundi". Artinya dapat memilih yang lebih dekat ke Masjid Haram atau Nabawi. 
semua itu tentu "ada tarifnya".  Bagi kami sendiri karena penyelenggaraan oleh 
BPIH yang kami pilih cukup baik dan Pimpinan Kafilahnya sangat responsif dan 
penuh tanggung jawab, hal tersebut tidak kami persoalkan.


Wallahu a'lam 

Wassalam, HDB-SBK (67-)   

> 
> Manuruik ceramah di TV, radio dan majlis ta'lim: "biaya walimatussafar itu 
> labiah rancak untuk panukuak bekal calhaj diperjalanan. Tapi bilo bekal 
> itulah cukuik ancak bana dibarikan ka anak yatim, fakir miskin di lingkungan, 
> kalau iko pun alah, bisa pulo untuk dunsanak atau wilayah nan labiah luas."
> Lebih utama mendatangi handai tolan secara langsung dari pada melalui 
> walimah.  Alasan praktis karena ketiadaan waktu, dlsb sering kali menjadi 
> patokan dalam melakukannya.
> 
> Hal lain:
> "Seorang hamba tidak pernah meninggalkan sesuatu yang lebih berguna bagi 
> keluarganya selain dua rakaat yang dia lakukan di rumah mereka saat ia ingin 
> pergi," adalah HADISH LEMAH sanadnya, sehingga tidak sah dijadikan hujjah 
> beribadah (Kitab 'Haji Nabi', Syaih Nashiruddin Al-Albani).
> 
> Mungkin Pak Darwin dapek manambahkan, tantu iko penting bagi calhaj agar 
> saroman jo nan dilakukan Rasulullah.
> 
> Banyak maaf Pak Darwin,
> Wassalam,
> Sent from my BlackBerry®Bold powered by ZulTan, L, 49+, Bogor
> 
> -- 
> .


-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke