Assalammualaikum Wr Wb bapak Rainal Rais Yth

Hanifah juga turut mengucapkan SELAMAT atas penghargaan tersebut.
Semoga bapak menjadi contoh tauladan bagi generasi muda Minang nantinya..

Setidaknya Jepe dan pemuda lainnya kalau sudah mapan sudah punya orang-orang 
yang akan diteladaninya bagaimana caranya mencintai kampung ranah bundo.


Wass

Hanifah

--- On Tue, 6/8/10, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Drs. Haji Rainal Rais Dt. Rajo Sati Nan Mulie, Sang 
Abdi  Organisasi
To: [email protected]
Date: Tuesday, June 8, 2010, 9:08 PM

Drs. Haji Rainal Rais Dt. Rajo Sati Nan Mulie, Sang Abdi Organisasi

By : Jepe

"Untuk generasi penerus,
Khususnya untuk putra-putriku tercinta :
Kau belum dapat dikatakan cinta tanah air, kalau kau belum 
mencintai kampung halamanmu”

Begitu sepotong kalimat dihalaman kedua atau tepatnya dibalik halaman tanda 
tangan Bapak Rainal Rais buku yang dihadiahinya pada saya, kalimat tersebut 
bagi saya sebuah pedang yang tajam yang terhunus ke ulu hati saya, sebuah 
pertanyaan yang menusuk “Hai Jupardi seberapa cinta kau ka kampung halamanmu” 
begitu pesan yang disampaikan oleh Sang Abdi Organisasi buat pembaca buku 
Biographinya. Seberapa besar ?, untuk itu saya tertunduk lesu menjawab “Pedang 
tajam yang terhunus dihulu hati saya” yang ditusukan oleh Sang Abdi Organisasi. 
Saya sangat mencintai kampung halaman ibu saya sepenuh hati, disanalah darah 
ibu saya tertumpah pertama kali dari rahim nenek saya, disebuah desa kecil 
bernama Ujuang Labuah yang termasuk Kenagarian Tanjung Barulak, Kecamatan 
tanjung Ameh, Kabupaten Tanah Datar, Propinsi Sumatera Barat.

Tiada masa yang paling indah kala berlibur sekolah saat saya SD, SMP dan SMA di 
Kota Padang tempat kedua orang tua saya yang telah merantau semenjak masa 
bujangnya dari kampung menuju Kota Padang. Bermain Lumpur disawah, ikut 
membajak sawah dengan kerbau, berkumpul di dangau ketika panen menikmati segala 
hidangan makan siang dengan selera khas masakan minang dengan sentuhan 
tradisional yang dalam dari segi cita rasa, memancing dan mandi-mandi disungai, 
melukah belut disawah, main layang-layang darek ketika sore menjelang  
dihamparan sawah yang telah siap panen, berbelanja jajanan pasar dengan kue-kue 
kampung yang khas di Pekan Sabtu, ikut serta mengaduk rendang belut kegemaran 
saya yang dibuat sangat istimewa oleh  Mak Tuo saya ketika kuali terjerang di 
halaman rumah gadang kaum ibu saya, sungguh beragam kenangan masa libur ketika 
dikampung dengan segala keindahan alam, tata cara hidup. pergaulan sosial  khas 
masyarakat Minang yang berdasarkan Adat
 Basyandi Syarak , Syarak Bersendi Kitabullah.

Semua kenangan masa libur dikampung itu puncaknya ketika lebaran menjelang, 
semarak dengan sanak saudara yang pulang mudik dari perantauan, seisi kampung 
begitu bergairah menyambut hari yang fitri ini dengan segala kemeriahan dengan 
suasana khas sebuah kampung di ranah minang. Saya begitu mencintai kampung saya 
ini jika mengingat masa-masa kecil dan remaja dulu saat-saat masa liburan 
pulang kampung serta larut dengan segala tradisi, adat dan budaya serta  
kehidupan agraris. Tapi cinta kekampung sebagai orang yang merantau dan mencari 
nafkah di negeri orang dalam bentuk memberdayakan kampung sebagai sebuah denyut 
perekonomian dan pembangunannya, tidak ada apa-apa dibandingkan seorang Abdi 
Organisasi dari Sulit Air itu yaitu Bapak Rainal Rais,kecil sekali yang saya 
perbuat bentuk cinta kampung halaman yang satu ini. 

Bahkan dibandingkan dengan seorang Rainal Rais yang nota bene kampung 
halamannya Sulit Air hanya untuk menumpang lahir saja, diusia tiga tahun sudah 
diboyong oleh kedua orang tuanya merantau ke tanah jawa (Jakarta), secara 
logika jika dibandingkan dengan saya yang selalu dekat dan berada dengan 
kampung halaman,  tentunya kedekatan dan ikatan emosional saya lebih kuat 
dibandingkan Sang Abdi Organisasi tersebut, tapi mencintai kampung halaman 
dalam bentuk memajukan kampung secara ekonomi dan pembangunan tunggu dulu saya 
tidak ada apa-apanya dibandingkan sosok Rainal Rais yang sangat dihormati dan 
disegani oleh masyarakat Sulit Air baik yang dikampung maupun dirantau. 

Menjadi sangat luar biasa sosok Rainal Rais yang boleh dikatakan “tidak kuat 
secara emosional” dengan kampung halamannya karena sudah meninggalkan kampung 
sejak usia dini, bukan merantau seperti kebanyakan orang minang diusia remaja, 
tapi Ia sangat mencintai kampung halamannya baik secara lahir maupun secara 
fisik sampai ketulang sum-sumnya yang paling dalam itu dengan berbuat nyata, 
bukan retorika seperti tulisan yang menjadi “monument” dibuku Biograpinya 
tersebut.

Jaman sekarang betapa banyak orang-orang yang sehari-harinya beretorika melalui 
seminar, diskusi, workshop,  spanduk, pamphlet, stiker, baliho serta pidato 
yang berapi-api tentang cinta tanah air dan kampung, tapi tindakan  nyata 
berbuat jauh dari harapan, lebih tepatnya sebuah “lips service” saja.

Saya dan keluarga mengucapkan selamat buat Bapak (yang akrab kami paggil dengan 
Uda).  Haji Rainal Rais Dt. Rajo Sati Nan Mulie terpilih sebagai 10 Orang Tokoh 
Sumatera Barat versi Majalah Tabloid Padang

JAZAAKALLAHUKHAIRANN

 “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan”


Jepe, Pekanbaru, 8 Juni 2010

NB

Saya sudah 2 kali berkunjung ke kampung Da Rainal di Sulit Aia dan menginap di 
rumah kediaman beliau yang bercorak/arsitektur Rumah Gadang dan di bawa oleh 
Uda Rainal berkeliling untuk menyaksikan dan mendengar penjelasan lansung dari 
Da Rainal  apa yang telah diperbuatnya di Sulik Aia bersama SAS terutama di 
bidang ekonomi kerakyatan, Pendidikan dan parawisata sungguh sebuah potret 
nyata dalam merealisasikan bentuk cinta ke kampung halaman ranah minang dan 
saya pikir apa yang dilakukan Da Rainal semoga menjadi inspirasi buat kita 
semua dalam mencintai ranah minang dan berbuat lebih nyata lagi.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.



      

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke