Dunsanak sadonyo, iko sekedar paangek2 saluang raun sabalik manjalang Piala Dunia mulai hari Jum'at di Afsel, ambo yo penggemar berat tontonan si kulit bundar ko apolai sekelas Piala Dunia nan buliah sajak tahun 1978 ndak pernah ambo simak geliat, gairah dan denyutnyo, salamaik mambaco semoga berkenan, silahkan elus jagoan anda
*** PIALA DUNIA DAN SAYA (1) By : Jepe Berbicara kejuaraan pentas bola sejagad raya ini tentunya tak lepas dari dua nama yang menggagas kejuaraan sepakbola antar negara di dunia ini pada sosok Ketua FIFA pertama Jules Rimet dan Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Pernacis (FFF) Henry Delauney, duo Perancis inilah yang begitu berjasa dalam menggagas kejuaran sepak bola antar negara-negara di planet bumi ini yang lebih dikenal dengan Piala Dunia , untuk pertama kalinya diadakan pada tahun 1930 yang di gelar di Uruguay. Saya mencoba menulis apa, bagaimana dan dimana saya setiap penyelenggaraan Piala Dunia ini. Bagi saya sepakbola bukan saja enak ditonton dilapangan hijau tapi akan selalu ada sisi-sisi menarik baik ketika bola itu dimainkan di lapangan hijau maupun ketika bola itu dimainkan diluar lapangan hijau dengan segala hiruk pikuk dengan segala hegemonitasnya. Pertama kali mengenal Piala Dunia pada Tahun 1974 (JERMAN BARAT) Piala Dunia pertama kali diselenggarakan tahun 1930 orang tua saya belum lahir, saya menghirup udara di bumi ini setahun sebelum Piala Dunia di gelar di tanah yang diklaim sebagai lahirnya olah raga sepak bola yaitu Inggris pada tahun 1966 tapi saya paling tidak diusia 9Tahun pada pagelaran PD 1974 di Jerman telah mengerti dan menyimak tentang kejuaran sepak bola sejagad yang menjadi agenda rutin FIFA yang diselenggarakan selang waktu empat tahun sejak pertama digelar 1930 sampai 1938 dan sempat terhenti akibat perang dunia kedua berkecamuk di daratan Eropa dan beberapa negara Asia dan secara regular (sekali empat tahun) kembali diselenggarakan sejak tahun 1950 di Brasil . Pada Piala Dunia 1974 dalam usia 9 Tahun saya duduk dibangku SD kelas 3 tentunya saya sudah bisa membaca dan menulis, saya mengikuti juga berita-berita seputar Piala Dunia tersebut melalui surat kabar harian yang terkenal di Kota Padang yaitu Haluan dan tentunya mendengar berita-berita seputar PD melalui siaran RRI Kota Padang yang cukup rajin setiap paginya diputar oleh orang tua saya melalui radio kesayangannya bergelombang pendek merek Phillip. Piala Dunia 1974 ditandai runtuhnya Hegemoni Brasil yang telah juara 3 kali terakhir kali mereka juara 4 pada penyelenggaraan Piala Duni di Mexico tahun 1970. Gaya indah dan keanggunan samba Brasil yang terkenal dengan istial "jogo Bonito" dilibas permainan sepak bola menyerang dan efektif Eropa yang diwakili oleh Belanda dan Jerman. Para "dewa-dewa" bola tanah Brasil yang bermain bak tarian samba dilapangan dengan gerakaan indah itu ditenggelamkan sejumlah nama-nama jago baru dari daratan Eropa seperti Johan Cruyff, Franz Beckenbauer, dan Gerd Muller . Cruyff dan Beckenbauer inilah yang membuat persaingan Belanda dan Jerman Barat berlangsung ketat sampai babak puncak.Belanda di favoritkan diatas kertas saat itu menjuarai Piala Dunia dengan gaya sepak bolanya yang atraktif dan super offensive yang dikenal dengan gaya Total Football tapi dilapangan hijau berkata lain setelah bersusah payah, Jerman Barat berhasil menjuarai ajang ini mengandaskan Belanda. Dunia pers saat itu masih menggadang-gadangkan Johan Cryjff cs sebagai juara Piala Dunia tanpa mahkota. Dua nama itulah yang sangat popular disebut-sebut oleh koran yang say a baca dan mendengar berita radio yang saya simak kala itu, disamping orang tua (papa) juga sebagai pecandu bola. Saya juga masih ingat sepetak rumah kami yang disewakan kepada mahasiswa Unand didindingnya tertempel potret hitam putih maestro bola Belanda Johan Cruyff dengan jersey kebanggan Belanda sedang menggiring bola serta beberapa poster hasil guntingan koran dan majalah-majalah kala itu. Piala Dunia 1974 yang saya tahu dan saya pahami baru sebatas siapa yang juara dan dua nama beken tersebut,, saya belum memahami geliat, denyut dan gairah ketika bola tersebut dimainkan dilapangan hijau oleh kedua maestro bola Eropa saat itu, karena siaran televisei (TVRI) saat itu belum bisa ditangkap oleh warga kota Padang. PIALA DUNIA 1978 (ARGENTINA) Piala Dunia 1978 yang berlansung tahun 1978 di Argentina saya duduk dibangku kelas 2 SMP dan telah mulai mengerti dan memahami hiruk pikuk pentas akbar sepak bola sejagad ini karena di kota Padang siaran TVRI telah bisa ditangkap dan tentunya saya bisa menyimak setiap berita, cuplikan serta siaran ulang pertandingan yang disiarkan oleh TVRI melalui Televisi hitam putih 14 Inchi bermerek Sharp yang dibeli orang tua saya saat itu (kalau tidak salah dari gaji ke 13 mereka saat atas kebijakan pemerintah pada PNS), disamping teman sebaya saya (kami bertetangga sebelah rumah) yang sangat candu juga terhadap bola saat itu orang tuanya berlangganan harian Haluan juga berlangganan harian nasional Kompas yang bisa kami baca setiap sorenya , ditambah lagi ketika itu salah satu pemain PSP Yunior tinggal didepan rumah saya dimana Angkunya punya lapau tempat para pecandu bola sekitar rumah saya berkumpul dan membahas Piala Dunia dan menyaksikan dari televisi Hitam Putih yang dipajang di lapau Angku Tadat yang biasanya beberapa partai ulangan disiarkan oleh TVRI pada sore hari. Masih segar dalam ingatan saya ketika itu negara yang cukup menonjol dan bikin kejutan adalah negara Peru dengan kostumnya yang bercorak khas dengan selempang warna merah dengan mesin golnya yang sangat popular saat itu , Cubillas.Perhelatan Piala Dunia yang berlansung di Argentina dicacat dunia pers sebagai kejuaraan yang penuh kontrovesial dan sedikit "kecurangan" atau tindakan-tindakan tuan rumah yang tidak "Fair Play" dalam penyelenggaraannya maupun saat Tim tuan rumah bertanding yang banyak menuai protes dari negara-negara yang ikut tampil saat itu dengan aturan-aturan serta keputusan controversial yang menguntungkan tuan rumah, kelihatan sekali Argentina sebagai tuan rumah PD menginginkan Tim mereka juara dunia. Terlepas dari berbagai kontroversi, Piala Dunia 1978 Argentina menularkan kegembiraan yang berlebihan kepada rakyat Argentina yang sudah tersiksa rasa takut dalam dua tahun terakhir dibawah kepemimpinan junta Militer. Kiranya, Bintang dari segala bintang pada piala dunia tersebut tentunya Mario Kempes dengan torehan 7 Golnya membawa Argentina juara dunia pertama kalinya dengan mengubur impian Belanda di Final yang mencoba lagi meraih juara setelah gagal di Piala Dunia 1974. Pada partai puncak tersebut yang disiarkan lansung oleh TVRI kala itu saya saksikan suasana stadion tempat berlansungnya partai Final di ibu Kota Argentina, Bonies Aries begitu gegap gempita dengan pendukung tuan rumah, pita-pita kertas (confetti) bertaburan menjulur dari bangku penonton dan "menyampah" sampai kelapangan hijau. Pada partai Final akhirnya Belanda takluk ditangan Argentina melalui perpanjangan waktu dengan skor 3-1 setelah diwaktu normal bermain imbang 1-1. Ketika itu Mario Kempes yang berambut gondrong menjadi "tendsetter" para pemain bola tanah air kita Bersambung.. The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
