SEPULUH TOKOH SUMATERA BARAT 2009 Selasa pukul 19:37 10 Tokoh Sumatera Barat 2009 Versi Tabloid Publik
YANG AKAN dinobatkan PADA TGL 10 JUNI di HOTEL PANGERAN BEACH PADANG 1. H. Andi Muhamad Dt. Basa Di Aras Langit Masih Ada Langit Belakangan, tidak hanya penguasa yang terjebak oleh kesombongan, melainkan juga rakyat biasa. Padahal kesombongan itu, sifat yang paling dibenci Allah, Hal ini sangat merisaukan hati H. Andi Muhamad Dt. Basa, paranormal dan herbalist asal kota Solok yang sangat memahami dan mengamalkan ungkapan --- di atas langit masih ada langit --- dan kini terbilang sibuk sebagai pebisnis. Dia antaranya PT HAM yang mengisi lebih dari separuh lantai 3 Gfedung Menara Hijau di kawasan MT. Haryono Jakarta. Namun sesibuk-sibuknya Pak Haji, deimikian dia biasa disapa, masalah soaial dan kemanusiaan baginya tetap nomor satu. Dan untuk hal itu, menurut H. Andi Muhammad yang jadwalnya terbilang ketat atau dalam sebulan, dua pekn di luar negeri, dua pekan lagi mengontrol usahanya di berbagai kota di Indonesia, sebagaimana sunnah rasulalluah, kalau tangan kanan memberi, tangan kiri tak harus tahu. Solok 6 Juli 2009 lalu, “Rumah Gadang Sinapa “ di Enam Suku Kota Solok, ramai dikunjungi orang. Hari itu salah satu dari kepnakan H. Andi muhamad Dt. Basa menggelar pesta pernikahan. “ Rolly ST, anak kakak Pak Haji merayakan resepsi pernikahannya dengan Elinda Buntha SE, “ ujar seorang keluarga dekat menjelaskan. Rumah Gadang Suku Sinapa Enam Suku, adalah rumah orang tua H. Andi Muhamad Dt. Basa. Di sini H. Andi Muhamad berfungsi sebagai mamak yang sekaligus penghulu pucuk. Sebagai tokoh spiritual yang amat disegani, H. Andi Muhamad hari itu didaulat dengan tata krama yang luar biasa. Maklum dia juga sebagai mamak di suku sinapa Enam Suku. H. Andi Muhamad Dt. Basa mengajak setiap pemimpin terutama kepala daerah baik bupati dan walikota, untuk tidak bersikap arogan. Sebab arogansi itu kata H. Andi Muhamad adalah bagian dari kesombongan. Tapi di balik peristiwa itu, ada beberapa hal yang menarik. Pertama, tanggal 4 Juli tepatnya hari Sabtu, H. Andi Muhamad berulang tahun. Pak haji ini sendiri lupa kalau hari itu beliau ulang tahun, Menyantuni anak yatim, kata H. Andi Muhammad, merupakan kegiatan utama baginya. Membagi rezki dengan anak yatim adalah sesuatu yang diharuskan. Sejak lama, anak yatim bagi pak Haji merupakan orang –orang paling dekat dengannya. Sebagai paeanormal dan herbalis, hasil karyanya telah memberi manfaat bagi jutaan orang. Baik secata langsung maupun tidak langsung. Artinya, yang berobat langsuang dan memnafaatka ramuan tradisinal untuk menyembuhkan berbagi penyakit atau mengambil manfaat dari acara interaktif mengenai kesehatan yang terkaut dengan herbal di beberapa satuasiun TV swata nasional di Jakarta. Kendati demikian sikap sombong tak pernah terlihat dari H. Andi Muhammad yang selalu tersenyum kepada siapapun yang menyapanya. Kesombonga itu milik dan pakaian Allah SWT, namun beliau tak pernah memakainya. Mengapa kita harus memel;ihara sikap sombong, sementara setinggi-tingginya ilmu manusia tak ada artinya di mata Allah, kata H. Andi Muhammad menjabarkan ungkapan --- Di atas langit masih adalangit ---- Kerendahan hatinya membuat H. Andi Muhammad dekat dengan siapa saja. Baik dari kalangan pemerintah, militer, artis sampai masyarakat biasa. “Saya dekat dengan siapapun. Tidak pernah terlintas di benak saya membeda bedakan orang. Tuhan Allah SWT saja tidak membedakan ummatnya, kecuali ibadah dan ketaqwaannya mereka yang menentukan,“ tutur Haji Andi Muhammad pada suatu ketika ***. 2. Erizal Ridwan, ST Pengusaha yang Sukses Sebagai Politisi Dia tak pernah bermimpi apalagi bercita-cita menjadi politikus. Namun nasib dan pejalanan hidup menyeretnya ke kancah politik dan kini dia dipercaya sebagai Wakil Walikota Sawahlunto mendampingi Ir. Amran Nur, menggelindingkan roda pemerintahan dan dinamika pembangunan di kota yang diperkirakan banyak orang akan menjadi kota mati setelah tak lagi menghasilkan batu bara. Sosok itu adalah Erizal Ridwan, ST, pria kelahiran Muaro Kalaban 25 Desember 1960 fungsionaris Partai Golkar yang selain dikenal sebagai Wakil Walikota Sawahlunto yang dekat dengan masyarakat, juga Ketua DPD II Partai Golkar Sawahlunto. Jabatan ini dipercayakan untuk kedua kalinya kepada Erizal Ridwan. Dan yang menjadi catatan penting dalam hal ini adalah; dari dua periode masa kepemimpinannya Erizal Ridwan terpilih secara aklamasi. Menurut suami Yendri Yetti dan ayah dari Benny Ricardo Rizal, Seggy Pranata Rizal, , Sommya Noveriga Rizal,Yusuf Wahyu Rizal, yang pertama kali mengajaknya masuk ke partai politik adalah fungsionaris Partai Golkar, Drs. Syamsu Rahim. Dia sendiri tak tahu alasannya mengapa Syamsu Rahim mengajaknya untuk aktif di Partai Golkar. Pada awalnya dia memang agak gamang berada di lingkungan para politikus karena sebagai pengusaha Erizal Ridwan memang tidak pernah aktif di organisasi politikm kecuali prgani profesi dan olah raga, seperti Menjadi Ketua PS Gas Kota Swl Th 2001-2005 Ketua Pengcab PSSI Kota Swl Th 2006-Sekarang . Namun karena dia terbilang cerdas dan berlatar belakang pengusaha yang terbilang sukses di Sawahlunto, kecanggungan itu tak berlangsung lama. Malah pada Musda DPD II Partai Golkar tahun 2005, Erizal Ridwan, ST terpilioh secara aklamasi sebagai ketua. Kepiawaian dalam berpolitik, selain mengantarkan Erizal Ridwan sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Sawahlunto, juga menggiringnya menjadi Ketua DPRD Kota Sawahlunto. Jadi tidaklah berlebihan kalau Amran Nur meminta Erizal Ridwan untuk mendampinginya sevagai calon Walikota pada Pemilihan Walikota Sawahlunto tahun 2008 lalu. Ternyata pilihan itu tidak sia-sia karena Amran Nur terpilih menjadi Walikota Sawahlunto untuk keduakalinya dan didampingi oleh Erizal Ridwan, pengusaha yang belakangan ini disebut-sebut fungsionaris Partai Golkar bermasa depan cerah. Dalam menggelindingkan roda pemerintahan, Erizal Ridwan ternyata juga sangat campin. Dia terbilang sebagai mitra yang sangat mengerti dan mampu menterjemahkan pemikiran dan keinginan Amran Nur sebagai Walikota dalam pengembangan kota. Misalnya dalam menjadikan Kota Sawahlunto sebagai daerah tujuan utama wisata di Sumatera Barat. Sehingga banyak masyarakat menilai, Erizal memang tengan dipersiapkan Walikota Sawahlunto. Baginya jabatan itu adalah amanah rakyat yang harus diperjuangkan dan dipertanggungjawabkan kepada secara undang-undang kepada DPRD Sawahlunto, serta kepada Allah SWT. Meski dinilai telah berbuat cukup banyak dan menurut beberapa pengamat saat ini perkembangan Kota Sawahlunto dalam berbagai hal sangat siginifikan, namun Erizal selalu saja berkata dan mengaku masih belum bisa berbuat terlalu banyak pada pengembangan sosial budaya dan tingkat perekonomian masyarakat Sawahlunto.*** 3. H Gusmal, Dt Rajo Lelo, SE. MM Bupati yang Sarat Prestasi Saat ini hampir genap lima tahun H Gusmal, Dt, Rajo Lelo, SE, MM menjabat sebagai bupati Solok. Selama itu, Gusmal dinilai telah berhasil membangun daerahnya. Dalam kurun tersebut sebanyak 17 penghargaan tingkat nasional telah dipersembahkannya untuk masyarakat Kabupaten Solok. Pria kelahiran 24 Juni 1954 ini tercatat sebagai Bupati pertama yang dipilih secara langsung oleh masyarakat Kabupaten Solok pada Pemilukada 2005 lalu. Sebagai seorang birokrat senior yang telah berpengalaman di bidang pemerintahan, Gusmal dinilai telah mampu membangun daerahnya secara merata. Begitu juga dalam meniti karir sebagai seorang pegawai negeri sipil, Gusmal telah menapak jabatan-jabatan penting di pemerintahan, berawal dari seorang staf biasa. Sampai akhirnya menjabat sebagai Sekdakab Solok . Kepercayaan yang diamanahkan masyarakat diembannya dengan penuh rasa tanggungjawab. Hal ini dibuktikannya selama menjadi Bupati Solok. Karyanya dalam membangun daerah selama empat tahun mendapat pengakuan tingkat nasional. Gusmal memang tidak membangun gedung bertingkat, ia lebih cenderung memperbaiki pelayanan dengan membangun program-program yang langsung menyentuh masyarakat, terutama untuk daerah terisolir. Satu persatu dari 27 jorong yang terisolir mulai terlepas dari belenggu keterisolasian. Tiga pilar arah pembangunan yang dicanangkan sesuai janji kampanyenya waktu lalu, yakni pada sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan dijalankan dengan penuh rasa tanggungjawab. Gusmal termasuk salah seorang pemimpin yang berani menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan daerahnya. Khusus untuk daerah terisolir dibangun sekolah satu atap. Begitu juga dalam mensukseskan wajar sembilan tahun juga diluncurkan progran “droup out “ atau bagi anak yang putus sekolah dijemput dan dibantu untuk kelanjutan pendidikannya. Kepemimpinan Gusmal telah menetapkan anggaran lebih di bidang pendidikan diatas standar nasional dari nilai APBD Kabupaten Solok. Banyak hal telah dilakukannya. Mulai dari beasiswa bagi anak berprestasi dan siswa dari keluarga kurang mampu, pendidikan adat dan agama. Meski tidak dalam bentuk jumlah yang besar, sesuai dengan kemampuan APBD juga dianggarkan intensif untuk para guru mengaji. Begitu juga dalam membangun bidang kesehatan, Pemkab Solok telah memberdayakan lebih dari 4000 relawan kesehatan yang bertugas di setiap Jorong. Para relawan yang juga diberi honor memberikan laporan setiap kondisi warga yang menjadi tanggung jawab relawan. Setiap relawan diberi tugas memberikan lapaoran kesehatan 10 sampai 20 Kepala Keluarga (KK). Program pelayanan dasar kesehatan gratis buat masyarakat di puskesmas pun dilaksanakan. Kini di wilayahnya telah berdiri sebuah bangunam rumah sakit milik daerah. Sehingga masyarakat Kabupaten Solok mudah dan cepat mendapatkan pelayanan kesehatan. Selama ini untuk mendapatkan pelayanan kesehatan masyrakat Kab. Solok harus pergi ke daerah lain. Begitu juga di bidang ekonomi kerakyatan, selain memanfaatkan anggaran provinsi dan pusat, melalui APBD Kab Solok memberikan pinjaman bergulir melalui pola revolving dan dan mikro membantu permodalan usaha masyarakat kecil. Melalui BAZ dan sebagainya. *** 4. Ir. Irfendi Arbi, MP Untuk Kejayaan Limapuluh Kota Meski sejak tahun 2006 silam keberadaan lelaki kelahiran Simalanggang tahun 20 April 1964 ini dalam kepemimpinan di Kab. 50 Kota hanya sebagai Wakil Bupati, bukan berarti Irfendi Arbi hanya berperan sebagai pendamping Amri Darwis semata. Menurut pengamat politik dan tokoh masyarakat, selain mampu menerjemahkan pemikiran Amri Darwis sebagai bupati, banyak program sosial kemasyarakat dan peningkatan perekonomian yang lahir dari pemikiran Irfendi Arbi. Diantaranya penyelesaian masalah tunjangan daerah yang sempat mewarnai Kab. 50 Kota dengan unjuk rasa para guru, mengupayakan honor bagi para guru TPA/TPSA/MA yang jumlahnya di Kab. 50 Kota sebanyak 471 orang, pembangunan dan pemberdayaan mesjid sebagai sarana pendidikan. Gebrakan kepeduliaan dibidang ke-agamaan ini diawali duet pasangan bupati pada tahuan anggran 2006. Inovasi kreatif tersebut memang tak sia-sia, hasilnya secara langsung maupun tak langsung dapat dilihat dua tahun kemdian dengan meroketnya prestasi kafilah Kab. 50 Kota pada MTQ tingkat Sumbar. Menurut alumni program pasca sarjana Fak.. Pertanian Unand ini, untuk kejayaan Limapuluh Kota dimasa depan, perlu sinergisritas antara semua elemen dan stokholder. Pemerintah tidak akan ada, atau tidak ada apa-apanya kalau tidak didukung rakyatnya. Untuk itu keberpihakan kepada rakyat ( masyarakat ) selalu menjadi program prioritas utama dan andalan. Mayoritas masyarakat Limapuluh Kota yang berpenduduk 3.00 ribu lebih itu merupakan petani. Mereka hidup dengan hasil pertaniannya yang beraneka ragam itu. Dari itu Pemerintah harus memfasiltasi dan mendorong mereka meningkat hasil dan mutu produk pertaniannya melalui penyuluhan dan diklat serta membina petani sembari mengalokasikan bantuan sumber daya manusia dan pembibitan. “Dalam rangka mengatasi biaya tinggi petani mengolah lahan dan tanamannya mereka kita arahkan untuk kembali mempergunakan pupuk organik. Faedah pupuk organik bukan saja kost akan berkurang, namun juga tingkat kesuburan lahan akan lebih bagus dibuatnya, papar Irfendi yang memiliki latar belakang disiplin ilmu sarjana pertanian. Sebelum terpilih menjadi Wakil Bupati 50 Kota, suami dari Monalisa, S.Sos dan ayah dari empat orang anak ini dikenal sebagai aktifis berbagai organisasi. Diantaranya di FKPPI dan KNPI Sumbar. Sebagai pegawai negeri tercatat sebagai Sekretari Komisi DPRD Sumbar, Kasubag Perencanaan Pertanian & Tanaman Pangan dan terakhir dipercaya sebagai Kasubdin Pertanian & Tanaman Pangan Sumbar. Kalau kelak Kab. 50 Kota dikenal sebagai lumbung pangan dan sumber daya pertanian lainnya, semua tak terlepas dari tangan dirigin Irfendi Arbi, penerima penghargaan Tokoh Aspiratif (2007), Pemuda Awaed dan Leader Awarad (2008), yang disebut-sebut sebagai salon kuat sebagai Bupati 50 Kota periode 2010 – 2015. *** 5. Ir. Jasyanto Sahoer, MM Tokoh Peduli Generasi Muda Keberadaan generasi muda dalam dinamika pembangunan sampai saat ini bisa dikatakan masih termajinalkan. Mereka nyaris tak pernah diikutsertakan dalam pengambilan kebijakan dan keputusan, termasuk hal-hal yang terkait dengan program perkembangan dan pengembangan generasi muda. Untuk itu, kata Ir. Jasyanto Sahoer, MM salah seorang Pejabat Pembuat Komitmen Biro Umum Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Jakarta, pada masa kedepan generasi harus diberi peluang dan kesempatan dalam segala hal pada program pembangunan. Alumni Universitas Sriwijaya Jurusan Teknik Elektro asal Air Haji, Pesisir Selatan dan lahir tanggal 4 April 1967 serta dibesarkan di Sawahlunto ini berpendapat, saat ini yang paling mencemaskan adalah rapuhnya rasa persatuan dan kesatuan di kalangan generasi muda. Salah satu solusi agar hal yang akan berdampak negatif pada kehidupan berbangsa dan bernegara itu tidak terus berlanjut, perlu program terpadu yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda. Bagi generasi muda kota Sawahlunto, Jasyanto merupakan sosok yang sangat dihormati dan dijadikan tempat menyandarkan harapan agar program kepemudaan bisa dilaksanakan sebagaimana yang diharapkan. Selain mampu memberi motivasi kepada generasi muda Sawahlunto, dia juga selalu menyediakan waktu bagi mereka untuk berdialog .. Sebagai salah seorang Pejabat Pembuat Komitmen Biro Umum Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Jasyanto terbilang cukup sibuk. Kendati demikian dia selalu bisa menyisihkan waktu untuk membahas dan membicarakan masalah kepemudaan. Apalagi masalah pengembangan kreatifitas generasi muda Sawahlunto, kota tempat dia lahir dan dibesarkan. Alumni Program Magister Management Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jakarta jurusan Kosentrasi Admistrasi Publik ini mengatakan, agar generasi muda Sawahlunto bisa berbuat banyak dalam dinamika pembangunan, pembinaan terhadap mereka harus dilaksanakan secara berkesinambungan. Bila generasi muda dilibatkan secara aktif dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan, pengembangan sektor apapun akan berjalan sebagaimana yang diharapkan. Berbincang tentang pengembangan Kota Sawahlunto masa kedapan, Jasyanto Sahoer yang sejak remaja telah aktif berorganiasi, baik organisasi kampus dan organisasi kepemudaan, olahraga dan sosial kemayarakatan lainnya ini mengatakan, selain sektor pertanian dan sektor lainnya, pengembangan pariwisata merupakan sektor yang menjadi skala prioritas utama. “Selain memiliki peninggalan sejarah yang bisa dijadikan daya tarik wisata, sejumlah sarana dan prasarana wisata juga bisa dikembangkan dan hal itu telah dimulai oleh Walikota Sawahlunto, Amran Nur. yang telah memancang pilar pengembangan pariwisata ideal, tinggal bagaimana kita, terutama generasi muda menindaklanjutinya dan menciptakan daya tarik khusus yang terkait dengan sejarah Kota Sawahlunto, yang kelak akan menjadi landmark dan ciri khas kota Sawahlunto,” kata Jasyanto yang terbilang rajin menyilau dan mengamati perkembangan kota kelahirannya itu 6. Prof. DR. Ir. James Hellyward, MS Terobosannya Membuat Pariwisata Sumbar Lebih Menggeliat Banyak yang meragukan kemampuan membangun kepariwisataan di Sumbar begitu dia dilantik menjadi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar lima tahun silam. Keraguan itu memang bukan tanpa alasan. Pertama, sebagai pegawai negeri dia bukanlah birokrat yang telah berpengalaman dalam tata pemerintahan dan prigram pembangunan. Kedua, latar belakang akademisnya bukanlah dari bidang sosial dan komunikasi masa yang sangat dibutuhkan untuk bidang ini. Namun keraguan itu kini pupus begitu saja ketika satu demi satu iven pariwisata internasional menyemarakkan perkembangan pariwisata di Sumbar Prof. DR. Ir. James Hellyward, MS membuktikan kalau dia tidak hanya mampu menjadi guru besar di almamaternya, Fak. Peternakan Unand tapi juga mmpu menggeliatkan dan mengembangkan sector pariwisata. Hal itu dibuktikannya telah terciptanya beberapa ”major ivent” , di antaranya Tour de Singkarak yang terbilang sukses dan dilaksanakan untuk keduakalinya. Malah untuk tahun ini Tour de Singkarak dihadiri oleh dua orang menteri, yaitu Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik serta Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Andi Malarangeng. Dimasa kepemimpinan James Hellyward pula beberapa iven pariwisata budaya lainnya juga tak pernah absen dilaksanakan setip tahun. Sebutlah itu Pekan Budaya Sumatera Barat yang sempat menghilang selama hampir satu dekade. Sejak sang profesor ini menjadi Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Sumbar, beberapa item dari iven budaya dan pariwisata itu mencapai kemajuan yang cukup sognifikan. Begitu juga berbagai ivent paeiwisata lainnya yang digelar di beberapa daerah lainnya di Sumbar, yang kian tahun semakin mengukuhkan ditinya senagai nilai tambah pengembangan patiwisata ranah bundo tercinta. Berbagai terobosan telah dilaksanakan James Helyywatd dalam menjadikan Sumbar sebagai salah destinasi yang layak dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara. Di antaranya dengan memasang baliho tentang kepariwisataan Sumbar di beberapa kota wisata lain di Indonesia. Di antaranya Denpasar, Bali, Yogyakarta dan DKI Jakarta. Dampaknya cukup signifikan pada pertumbuhan angka kunjungan wisata nusantara dan mancanegara ke Sumbar. Salah satu terobosan lain yang dinilai sebagai sebuah langkah maju adalah berhasilnya upaya menjadikan Anjungan Sumbar di Raman Mini Indobesia Indah, Jakarta sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Dunas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar. Dengan demikian berarti Anjungan Sumbat di Taman Mini Indonesia Indah itu bisa dimaksimalkan sebagai atalase dan sarana promosi pariwisata Ranah Minang di Jakarta. “Bagi saya yang penting terus berbuat dan bekerja mengembangkan sektor pariwisata. Kiritik dan caci maki saya jadikan cambuk untuk maju. Kalau kini kepariwisataan Sumbar dinilai lebih menggeliat, itu adalah hasil kerja keras seluruh masyarakat, terutama lembaga yang terkait dengan pengembangan kepariwisataan,” kata James Hellyward disela-sela kesibukannya sebagai penanggungjawab Tour de Singkarak 2010 saat Menteri Kwbudayaan membuka ivent bergengsi itu di pelataran parkir Taman Budaya Sumbar. *** 7. Drs. H. Rainal Rais Abdi Organisasi Dari Rantau Beroganisasi dan berperan aktif dalam setiap organisasi yang dimasukinya memang merupakan bahagian yang tak bisa dipisahkan dari hidup dan kehidupannya. Apalagi setelah menyerahkan semua bisnis yang dikelolanya kepada putra putrinya sejak sepuluh tahun lalu. Sehingga tiada hari tanpa kegiatan organisasi semakin identik dengan dirinya. Dia adalah Rainal Rais yang lahir di Sulit Air, Kab. Solok, 27 Oktober 1943, yang kecintaan dan pengabdiannya pada Ranah Minang sangat besar walau dibesarkan di Jakarta. Tidak itu saja. Walau sejak kecil, tumbuh dan dewasa di perantauan, bahasa Minang beraksentuasi Sulit Air sangat kental dan fasih meluncur dari bibirnya bila berbicara dengan kerabatnya yang berasal dari Sumatera Barat. Bila sejak beberapa tahun lalu para saudagar Minang dari seluruh Indonesia, bahkan dari luar negeri bertemu dan bersilaturrahmi di Padang setiap sesudah lebaran dan dikenal dengan nama Silaturrahmi Saudagar Minang (SSN), kegiatan itu tak terlepas dari peran serta Rainal Rais. Dia tidak hanya sebagai salah seorang penggagas tapi juga telribat banyak dalam setiap SSN dilaksanakan Salah satu keinginan atau obsesi Rainal Rais yang telah berhasil mengibarkan panji kebesaran Sulit Air Sepakat (SAS), organisasi perantau Sulit Air yang mempunyai cabang di seluruh Indonesia dan di beberapa negara lain, adalah; Menyatukan organisasi sosial kemasyarakatan perantau Minang di seluruh dunia dalam satu wadah dan nama yang sama. “Keinginan itu muncul ketika saya dan kawan-kawan mencoba menyatukan organisasi perantau asal Kab. Solok dan Kota Solok sekitar lima tahun silam. Alhamdulillah, kini telah ada S3 (Solok Saiyo Sakato) sebagai wadah pemersatu perantau asal Kab. Solok, Kota Solok dan Solok Selatan di seluruh Indonesia,” kata Rainal Rais yang juga yakin kelak akan lahir sebagai sebuah wadah dengan satu nama bagi perantau Minang di seluruh dunia. Kalau buku biografinya diberi judul: Rainal Rais, Abdi Organisasi --- itu memang bukan sesuatu yang berlebihan. Sejak berusia muda dia memang selalu aktif berorganisasi dan Rainal Rais memang bertangan dingin untuk itu. Dalam pengertian, setiap mendirikan atau bergabung dengan sebuah organisasi, bisa dikatakan organisasi itu pasti akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Beberapa organisasi yang pernah digelutinya adalah; HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia), FSSM (Forum Silaturahim Saudagar Minang), BKMST (Badan Kesatuan Mahasiswa Suamtera Tengah), JCI (Junior Chamber International), SAS (Sulit Air Sepakat), S3 (Solok Saiyo Sakato), KBRG (Keluarga Besar Rumah Gadang), JGC (Jakarta Golf Club), PGI (Persatuan Golf Indonesia), PERSETASI (Persatuan Sepak Takraw Indonesia), KADIN (Kamar Dagang dan Industri), IKAFE UNPAD (Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran), Ikatan Alumni SMA 1 Budi Utomo Jakarta, MDI (Majelis Dakwah Islam), PSA (Pendidikan Sekolah Agama Sulit Air), LBBN (Lembaga Bina Bahari Indonesia), MPKAS (Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat), IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia), dan PPGI (Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia). 8. Hj. Sudarni Ibu Para Sarjana dari Tilatang Kamang Desa Baringin di Kanagarian Koto Tangah, tak berbeda dengan desa lainnya di Kec. Tilatang kamang Kab. Agam. Tapi siapa sangka kalau dari rahim seorang ibu, Hj. Sudarni yang lahir dan dibesarkan di desa itu terlahir putera-puteri yang pantas dibanggakan. Betapa tidak. Meskipun bukan terbilang berasal dari keluarga berkecukupan, Hj. Sudarni dan Almarhum H. Jaswir berhasil mengantarkan putera-puterinya menamatkan pendidikan di perguruan tinggi. Hj. Sudarni yang kini berusia 71 tahun itu tak memiliki kieistimewaan tapi memiliki kemauan keras dan berupaya memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Semasa hidup, almarhum suamniya hanya mencari nafkah menjadi pedagang keliling dari daerah ke daerah dan terkadang hanya pulang sekali enam bulan, namun pendidikan anak-anak merupakan hal utama baginya. Hj. Sudarni hanya mengenyam pendidikan sampai tingkat PGA (Pendidikan Guru Agama), namun dia bertekad akan membekali anak-anaknya dengan pendidikan tinggi walau terkadang harus mengorbankan kepentingan dan kebutuhan pribadinya Namun pengorbanannya tak sia-sia. Ridar Hendri, putra sulungnya yang lahir tahun 1961 berhasil menamatkan pendidikan di Fak. Perikanan Universitas Riau dan S2 di Institut Pertanian Bogor. Meski tetap mengabdi di almaternya sebagai dosen, termasuk di STIKES Maharatu Pekan Baru, Ridar Hendri juga dikenal sebagai wartawan kenamaan di Riau. yang mendirikan lembaga pendidikan audiovisual RCI dan TV Melayu, salah satu TV swasta kenamaan di Propinsi Riau. Anak keduanya, Ridawati, SPd (47 th) Kepala SD 1 Teladan Pekan kamis Tilatang Kamang.juga telah menorehkan berbagai prestasi di bidangnya. Anak ketiganya Rita Husni (45 th) alumni Fak. Ekonomi Universitas Riau kini dikenal sebagai pengusaha butik di Pekan baru’ Fendri Jaswir (44 th) yang menamatkan pendidikan S1 di Fak. Pertanian Univ. Riau melanjutkan pendidikan S2 di IPB. Kini dii menjadi peneliti pada beberapa perusahan perkebunan di Riau selepas mengabdi sebagai anggota DPRD Prov. Riau. Rudi Harlen (42, alumni FKIP Universitar Islam Riau, anak kelima Hj. Sudarni memilih menjadi pedagang dan pengusaha mobil rental di kota Padang. Irwandi Jaswir (40) anak ke enamnya, setamat dari IPB Bogor, meneruskan pendidikan S2 di Universiti Pertanian Malaysia (UPM), S3 di UPM dan University of British Columbia (Kanada), serta postdoktoral di Jepang. Irwandi memilih menjadi staf pengajar di International Islamic University Malaysia (IIUM) dan kini bergelar Profesor. Irwandi juga merupakan peneliti termuda dan terbaik di Asia Pasifik tahun lalu, meskipun tetap menekuni karir di bidang jurnalistik sebagai wartawan Tablid Bola. Prestasi gemilang juga diraih putri bungsu Hj. Sudarni, Widya Lestari (32), alumni Fak. Kedokteran Gigi Univ. Sumatera Utara, yang setelah menyelesaikan program S2 bidang Bedah Mulut di Universiti Malaya, kini tengah mengambil gelar S3 di Jepang. “Alhamdulillah kini semua anak-anak saya telah bisa hidup mandiri. Hal itulah yang membuat saya bahagia dan bila kelak saya dipanggil menghadap Allah SWT tak ada lagi yang mengganjal perasaan,” kata Hj. Sudarni yang juga bermenantukan para sarjana ini ketika ditemui pekan silam. 9. Suryadi Asmi, SE, MM Bankir Bertangan Dingin Bagi kalangan perbankan di Indobesia, terutama di Sumbar, Suryadi Asmi bukan lagi sosok yang asing. Alumni Fak. Ekonomi Unand Padang ini telah menapak karir sebagai insan perbankan begitu dia menyelesaikan kuliah. Jadi tidaklah mengherankan kalau sejak di dipercaya menjadi Direktur Utama Bank BPD Sumbar bank ini menunjukkan kemajuan sang sangat signifikan. Pria asal Saningbakar, Solok namun dilahirkan dan dibesarkan di Sungai Penuh, Kerinci sejak berusia remaja memang bercita-cita menjadi insan perbankan. Sebagai seorang penguaha, ayahnya sudah memanfaatkan jasa perbankan untuk mengembangkan usahanya. Dari itu Suryadi sering disuruh menyetor atau mengambil uang dari bank. Rapi dan elegannya penampilan karyawan BRI Sungai Penuh membuatnya kagum dan dia sering berlama-lama di bank tersebut untuk mencermati cara kerja di lembaga keiangan milik pemerintah itu. Sejak itu dipatrikannya niat dalam hati, suatu saat nanti dia juga tampil seperti mereka. Keinginannya terkabul begitu ia selesai kuliah dan diterima sebagai karyawan di BPD Sumbar dan terctatat sebagai kepala beberapa cabang BPD yang berprestasi di Kab. Solok. Di antaranya sebagai kepala cabang BPD Muara Labuh, BPD Alahan Panjang dan Kota Solok. Keberhasilanyya itu mengantarkannya sebagai salah seorang direksi di BPD Sumbar Pusat di Padang sebagai Direktur Pemasaran. Sosok lelaki kelahiran tahun 1954 ini semakin berkibar begitu dia terpilih sebagai Direktur Utama BPD Sumbar. Beberapa kemajuan signifikan berhasil diaih lembaga keuangan milik Pemerindah Daerah Sumatera Barat itu. Diantaranya keberhasilan menjadikan BPD Sumbar menjadikan dirinya sebagai lembaga keuangan publik berstatus perseroan terbatas. Sehingga kini namanya lebih dikenal dengan nama PT. Bank Nagari yang telah memiliki cabang di beberapa propinsi lain, termasuk di Jakarta dan Bandung. Kendati demikian sikap sombomg tetap jauh dari kepribadian seorang Suryadi Asmi. Ramah dan sopan kepada siapa saja meski selalu berpakaian rapi dan elegan. Dalam lingkungan keluarga dia merupakan sosok panutan. Sehingga kaum suku Guci di Kanagarian Saningbakar tanpa ragu-ragu mendaulat Suryadi Asmi sebagai Pangulu Pucuak. Pengukuhannya sebagai Pangulu Pucuak suku Guci dengan gelr Dt. Rajo Sati juga didung sepenuhnya oleh kaum suku lain di Kanagrian Saning Bakat. Peningkatan status BPD Sumbar menjadi PT. Bank Nagari ternyata mmembawa dampak positif bagi bank yang sahamnya terbesarnya milik seluruh kabpapaten/kota se Sumbar ibi. Perlahan namun pasti Bank Nagari bisa dikatakan telah mampu berdiri sejajar dengan bank milik pemerintah lainnya. Beberapa prestasi yang membuahkan penghargaan dalam perbankanpun berhasil diraih. ”Semua itu merupakan keberhasilan masyarakat, terutama seluruh karyawan PT. Bank Nagari yang kebetulan sekarang saya yang enjadi Direktur Utama.” kata Suryadi Asmi dengan sikap rendah hati. 10. Ir. Yulteknil, MM, Dari Rumah Potong ke Rumah Bagonjong Salah seorang politisi muda yang mampu membaca situasi serta memilih waktu dan tempat yang tepat adalah Ir. Yulteknil, MM, alumni Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang. Dari sekian banyak partai yang bermunculan di era reformasi dia memilih Partai Demokrat sebagai tempat meniti karir. Melalui partai yang identik dengan Soesilo Bambang Yudhoyono, dimana dia dipercaya sebagai Ketua DPC Partai Demokrat dari tahun 2003 s/d 2006, lelaki kelahiran Solok, 27 Juli 1965 ini pada Pemilu 2004 silam terpilih sebagai anggota DPRD Kota Padang. Pada salah satu perbincangannya dengan Publik, Yulteknil pernah bercerita tentang perjalanan panjang karirnya sebagai politisi yang ia simpulkan dalam sebuah kalimat --- dari rumah potong ke rumah bagonjong (kantor DPRD Tk I Sumbar –red) --- yang penuih tantangan dan jalan berliku. ”Saya merasa kalau saya pintar baru ketika lulus dari Madrasah Tsanawiyah Negeri, dimana saya berhasil meraih rangking pertama. Keyakinan itu bertambah ketika lulus dan mendaftar ke SMA II Padang. Dari empat puluh yang ikut tes dari Solok hanya saya yang lulus,” kenang Yulteknil yang menamatkan pendidikan dasarnya SD 01 di Koto Anau, Kab. Solok, tempat dia berasal. Sejak SMA suami dari Amnovia, SH dan ayah dari Nino Yulova (1994), Yute Weldani (1998) dan Mutia Tenova (2002) ini memang telah akrab dengan ternak karena memang berasak dari keluarga padagang daging. Mungkin dari itulah dia selalu mengatakan karirnya dimulai dari rumah potong atau tempat pemotongan hewan. Bahkan dia memilih Fakultas Peternakan Unand Padang sebagai tempat dia malnjutkan pendidikan setelah menamatkan pendidikan di SMA II tahun 1985. Selain dikenal sebagai anggota DPRD Kota Padang yang vocal, keberadaan Yulteknil di jajaran Partai Demokrat Sumatera Barat juga sangat diperhitungkan. Hal itu bisa dlihat dari terpilihnya dia sebagai Sekretaris Umum DPW Partai Demokrat Sumbar pada tahun 2006 dan terpilihnya Yulteknil sebagai nggota DPRD Sumbar pada Pemilu 2009. Dan kini dia juga terpilih sebagai Ketua DRPD Sumbar untuk masa bhakti 2009 – 20014. Menurut Yulteknil, perubahan paradigma penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terjadi saat ini, telah memberikan harapan baru bagi masing-masing daerah untuk dapat lebih mengembangkan semua sumber daya daerah untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat di daerah. Berbincang mengenai tugas dan fungsi anggota Dewan Permakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Yultekinil mengatakan, sesuai dengan ketentuan Pasal 223 Undang Undang Nomor 27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD yang menyatakan bahwa DPD mempunyai fungsi mengajukan usul kepada DPR mengenai rancangan Undang Undang yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah serta berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah. Berkaitan dengan fungsi DPD tersebut, maka sangatlah tepat mendorong agar DPD dapat memaksimalkan peran dan fungsinya terutama dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan otonomi daerah. “Kita berharap, kegiatan rapat kerja DPD dengan DPRD seluruh Indonesia yang melibatkan lembaga pendidikan LSM dan organisasi profesi, termasuk yang dilaksanakan di DPRD Sumbar, dapat menghasilkan berbagai ide ide cemerlang serta masukan masukan yang bernas terhadap peningkatan peran dan fungsi DPD-RI,” kata Yulteknil. *** Ditulis pada hari Selasa • Komentari • SukaTidak Suka • Laporkan Catatan Guntur Surya, Riana Dewi Rais, Anizon Makmoer dan 13 lainnya menyukai ini. Nelfianis Sajja Selamat Buat Pengukir prestasi....berkaryalah tiada henti . Kagum dan salut dari kami................. Rabu pukul 6:28 • Beri bendera Yulmatri Rais Saudara-saudariku semua ,Asslmkm Wr,Wb, Terima Kasih atas ucapannya terhadap Uda RR DT.Rajo Sati Nan Mulie ,yang beliau diangkat derajatnya oleh Allah SWT melalui Tabloid PUBLIK di RANAH MINANG SUMATERA BARAT,SEMOGA MENJADI AMAL IBADAH UNTUK BELIAU DAN SEMAKIN CINTA KE RANAH MINANG YANG SAMA-SAMA KITA CINTAI ,AMIIN YA RABBAL ALAMIIN . Rabu pukul 6:31 • Beri bendera Mulyadi Pusri Amin.. ya rabbal alamin... Rabu pukul 9:26 • Evy Nizhamul Amiien Ya Rabbal Alamiien. Terima kasih Uni Yul yang telah menandai evy pada artikel ini. Puji syukur kita panjatkan atas terpilihnya Pak Rainal sebagai tokoh abdi organisasi dari rantau. Semoga kiprah beliau di ridhoi Allah SWT. AMiin.. Rabu pukul 9:45 • Beri bendera Nurman Priatna aamiin... insya Alloh sukses Datuk Cakep adalah buah kesuksesan Nenek Cantik juga. smoga selalu istiqomah dalam menjadi teladan yang baik bagi kami. ;) nurman+chika=hana+shabria Rabu pukul 11:28 • Beri bendera Yulmatri Rais terima kasih Nurman-Chika-Hana dan Shabria ,kwartet yang sangat kompak !!!!!semoga bisa mengikuti contoh yang kalian anggap bisa untuk dijadikan teladan..... Rabu pukul 11:44 • Beri bendera Jupardi Jepe Drs. Haji Rainal Rais Dt. Rajo Sati Nan Mulie, Sang Abdi Organisasi By : Jepe "Untuk generasi penerus,... Lihat Selengkapnya Khususnya untuk putra-putriku tercinta : Kau belum dapat dikatakan cinta tanah air, kalau kau belum mencintai kampung halamanmu” Begitu sepotong kalimat dihalaman kedua atau tepatnya dibalik halaman tanda tangan Bapak Rainal Rais buku yang dihadiahinya pada saya, kalimat tersebut bagi saya sebuah pedang yang tajam yang terhunus ke ulu hati saya, sebuah pertanyaan yang menusuk “Hai Jupardi seberapa cinta kau ka kampung halamanmu” begitu pesan yang disampaikan oleh Sang Abdi Organisasi buat pembaca buku Biographinya. Seberapa besar ?, untuk itu saya tertunduk lesu menjawab “Pedang tajam yang terhunus dihulu hati saya” yang ditusukan oleh Sang Abdi Organisasi. Saya sangat mencintai kampung halaman ibu saya sepenuh hati, disanalah darah ibu saya tertumpah pertama kali dari rahim nenek saya, disebuah desa kecil bernama Ujuang Labuah yang termasuk Kenagarian Tanjung Barulak, Kecamatan tanjung Ameh, Kabupaten Tanah Datar, Propinsi Sumatera Barat. 4 jam yang lalu • Beri bendera Jupardi Jepe Tiada masa yang paling indah kala berlibur sekolah saat saya SD, SMP dan SMA di Kota Padang tempat kedua orang tua saya yang telah merantau semenjak masa bujangnya dari kampung menuju Kota Padang. Bermain Lumpur disawah, ikut membajak sawah dengan kerbau, berkumpul di dangau ketika panen menikmati segala hidangan makan siang dengan selera khas ... Lihat Selengkapnyamasakan minang dengan sentuhan tradisional yang dalam dari segi cita rasa, memancing dan mandi-mandi disungai, melukah belut disawah, main layang-layang darek ketika sore menjelang dihamparan sawah yang telah siap panen, berbelanja jajanan pasar dengan kue-kue kampung yang khas di Pekan Sabtu, ikut serta mengaduk rendang belut kegemaran saya yang dibuat sangat istimewa oleh Mak Tuo saya ketika kuali terjerang di halaman rumah gadang kaum ibu saya, sungguh beragam kenangan masa libur ketika dikampung dengan segala keindahan alam, tata cara hidup. pergaulan sosial khas masyarakat Minang yang berdasarkan Adat Basyandi Syarak , Syarak Bersendi Kitabullah. 4 jam yang lalu • Beri bendera Jupardi Jepe Semua kenangan masa libur dikampung itu puncaknya ketika lebaran menjelang, semarak dengan sanak saudara yang pulang mudik dari perantauan, seisi kampung begitu bergairah menyambut hari yang fitri ini dengan segala kemeriahan dengan suasana khas sebuah kampung di ranah minang. Saya begitu mencintai kampung saya ini jika mengingat masa-masa kecil ... Lihat Selengkapnyadan remaja dulu saat-saat masa liburan pulang kampung serta larut dengan segala tradisi, adat dan budaya serta kehidupan agraris. Tapi cinta kekampung sebagai orang yang merantau dan mencari nafkah di negeri orang dalam bentuk memberdayakan kampung sebagai sebuah denyut perekonomian dan pembangunannya, tidak ada apa-apa dibandingkan seorang Abdi Organisasi dari Sulit Air itu yaitu Bapak Rainal Rais,kecil sekali yang saya perbuat bentuk cinta kampung halaman yang satu ini. Bahkan dibandingkan dengan seorang Rainal Rais yang nota bene kampung halamannya Sulit Air hanya untuk menumpang lahir saja, diusia tiga tahun sudah diboyong oleh kedua orang tuanya merantau ke tanah jawa (Jakarta), secara logika jika dibandingkan dengan saya yang selalu dekat dan berada dengan kampung halaman, tentunya kedekatan dan ikatan emosional saya lebih kuat dibandingkan Sang Abdi Organisasi tersebut, tapi mencintai kampung halaman dalam bentuk memajukan kampung secara ekonomi dan pembangunan tunggu dulu saya tidak ada apa-apanya dibandingkan sosok Rainal Rais yang sangat dihormati dan disegani oleh masyarakat Sulit Air baik yang dddikampung maupun dirantau. 4 jam yang lalu • Beri bendera Jupardi Jepe Menjadi sangat luar biasa sosok Rainal Rais yang boleh dikatakan “tidak kuat secara emosional... Lihat Selengkapnya” dengan kampung halamannya karena sudah meninggalkan kampung sejak usia dini, bukan merantau seperti kebanyakan orang minang diusia remaja, tapi Ia sangat mencintai kampung halamannya baik secara lahir maupun secara fisik sampai ketulang sum-sumnya yang paling dalam itu dengan berbuat nyata, bukan retorika seperti tulisan yang menjadi “monument” dibuku Biograpinya tersebut. Jaman sekarang betapa banyak orang-orang yang sehari-harinya beretorika melalui seminar, diskusi, workshop, spanduk, pamphlet, stiker, baliho serta pidato yang berapi-api tentang cinta tanah air dan kampung, tapi tindakan nyata berbuat jauh dari harapan, lebih tepatnya sebuah “lips service” saja. Saya dan keluarga mengucapkan selamat buat Bapak (yang akrab kami paggil dengan Uda). Haji Rainal Rais Dt. Rajo Sati Nan Mulie terpilih sebagai 10 Orang Tokoh Sumatera Barat versi Majalah Tabloid Padang JAZAAKALLAHUKHAIRANN “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan” Jepe, Pekanbaru, 8 Juni 2010 NB Saya sudah 2 kali berkunjung ke kampung Da Rainal di Sulit Aia dan menginap di rumah kediaman beliau yang bercorak/arsitektur Rumah Gadang dan di bawa oleh Uda Rainal berkeliling untuk menyaksikan dan mendengar penjelasan lansung dari Da Rainal apa yang telah diperbuatnya di Sulik Aia bersama SAS terutama di bidang ekonomi kerakyatan, Pendidikan dan parawisata sungguh sebuah potret nyata dalam merealisasikan bentuk cinta ke kampung halaman ranah minang dan saya pikir apa yang dilakukan Da Rainal semoga menjadi inspirasi buat kita semua dalam mencintai ranah minang dan berbuat lebih nyata lagi. 4 jam yang lalu • Beri bendera NB : Info diateh di kutip dari FB Ibu Yulmatri Rainal Rais. Wassalam, HM Dt.Marah Bangso (53+) DJ Studio 8 Radio Cimbuak di Bumi Sriwijaya http://radio.cimbuak.net/radiocimbuak.m3u http://mulyadisulita.wordpress.com http://www.4shared.com/account/document/dS09M9Q/Sketsa_JaLinSum_Edisi_Tengah_T.html =======> bagi nan ingin mandapekkan info terkini tentang JALINSUM ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ Confidentiality Notice: The information in this document and attachments is confidential and may also be legally privileged. It is intended only for the use of the named recipient. Internet communications are not secure and therefore PT. Pupuk Sriwidjaja does not accept legal responsibility for the contents of this message. If you are not the intended recipient, please notify us immediately and then delete this document. Do not disclose the contents of this document to any other person, nor take any copies. Violation of this notice may be unlawful. ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
