Mengapa Saya Mendukung ALI MUKHNI-DAMSUAR
Sebagai
Bupati-Wakil Bupati Padang Pariaman
Periode 2010-2015
(Surat Terbuka INDRA JAYA PILIANG)
Assalamu’alaikum Wr Wb
Kepada alim-ulama, niniak-mamak, cadiak-pandai, bundo-kanduang, urang sumando,
pemuda, jo dunsanak-dunsanak di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Sebagai pembuka kata, izinkan ambo untuk meminta maaf terlebih dahulu. Kalau
ada kata yang talonsong, taantuak ka turun, talendo ka naiak, mohon ambo diberi
maaf. Maklumlah, umur baru setahun jagung, pengalaman belum setampuk pinang,
pengetahuan hanya sebatas pinggalan.
Surat terbuka ini sengaja saya tulis untuk menunjukkan hati yang jernih.
Seperti kata pepatah, datang tampak muka, pergi tampak punggung, tidak mungkin
saya sebagai anak-keponakan berdiam diri untuk apa yang kini berlangsung di
Padang Pariaman. Sebagai ranah kelahiran == di Kampung Perak, Pariaman ==
tentulah perhatian saya tidak akan putus, sekalipun berada di rantau urang dan
melanglang-buana ke banyak daerah.
Padang Pariaman adalah daerah yang baru saja terkena gempa pada tanggal 30
September 2009 lalu. Data-data statistik menunjukkan bahwa Padang Pariaman
adalah kabupaten yang terparah terkena gempa, dengan sekitar 80% rumah rusak
berat sampai rusak ringan. Kegiatan ekonomi seperti berhenti. Kabupaten dengan
penduduk 390.000 jiwa lebih ini mengalami keadaan yang sungguh menyedihkan.
Tapi bukan “urang Pariaman” namanya, kalau hanya melihat akibat-akibat gempa
bumi itu dengan muka sedih. Dengan beragam cara, upaya membangun kembali
rumah-rumah, pasar, sekolah, jalan, jembatan sampai tempat-tempat ibadat terus
dilakukan. Kini sebagian dari bangunan-bangunan baru sudah berdiri, sekalipun
masih banyak dalam bentuk bantuan negara-negara sahabat, lembaga swadaya
masyarakat, kalangan bisnis, sampai urang-urang di rantau.
Di tengah kesibukan itu, pada tanggal 30 Juni 2010 nanti, bertepatan dengan 9
bulan peringatan gempa bumi, akan dilangsungkan pemilihan langsung kepala
daerah (pilkada). Tanggal yang sangat tepat untuk menguji sebuah momentum dan
komitmen, akankah Padang Pariaman mendapatkan pemimpin yang tepat ataukah masih
mencari pengalaman?
Dunsanak-Dunsanak Yang Baik
Padang Pariaman tentu tidak membutuhkan calon-calon pemimpin yang belajar
memimpin, ketika persoalan yang dihadapi begitu berat. Karena itu juga, sadar
akan pengalaman saya yang kurang, maka saya memutuskan untuk tidak maju dalam
pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman. Sekalipun Pak Jusuf Kalla,
Pak Aburizal Bakrie, Pak Syahrul Udjud dan tokoh-tokoh lain meminta saya untuk
maju, saya memilih untuk mencari pengalaman tambahan.
Tentu, saya berterima kasih dengan masyarakat Padang Pariaman. Dalam pemilu
legislatif 9 April 2009 lalu, masyarakat Padang Pariaman menyumbangkan 50% dari
keseluruhan total suara yang saya dapatkan. Sisanya diberikan oleh pemilih di
7 (tujuh) kabupaten dan kota yang lain, yakni Pariaman, Bukittinggi,
Payakumbuh, Agam, 50 Kota, Pasaman dan Pasaman Barat. Sebagai orang yang baru
belajar masuk politik praktis, dukungan itu besar artinya bagi saya, sehingga
dalam perjalanan saya ke depan, aspirasi pemilih akan terus saya perjuangkan,
sekalipun tidak berhasil duduk di DPR RI.
Karena itulah, saya memilih untuk mendukung pasangan Ali Mukhni-Damsuar,
pasangan dengan nomor urut 1 dalam pilkada 30 Juni 2010 nanti. Kenapa saya
mendukung pasangan ini?
Pertama, sebagai Wakil Bupati Padang-Pariaman 2005-2010, Ali Mukhni telah
mengenali seluruh daerah Padang Pariaman. Lima tahun duduk di pemerintahan, Ali
Mukhni adalah pribadi yang bersih, tidak banyak bicara, banyak bekerja dan
untuk ukuran Wakil Bupati di Indonesia termasuk kategori “pejabat dhuafa”. Ali
Mukhni adalah sosok orang Pariaman kebanyakan, tidak terlalu peduli dengan
aturan protokoler, serta berpakaian sederhana. Saya menyaksikan sendiri
bagaimana Ali Mukhni menyemir sendiri sepatunya, di beberapa pertemuan
calon-calon kepala daerah di hotel berbintang di Jakarta.
Kedua, sebagai salah satu asisten dalam Pemda Padang Pariaman 2005-2010 dan
mantan camat terbaik, Damsuar adalah sosok yang merambah karier cemerlang di
pemerintahan. Sebagai seorang penghulu di kaumnya, Datuak Damsuar memiliki
tutur kata yang baik. Bagi saya, seandainya menjadi Wakil Bupati Padang
Pariaman 2005-2010, maka Datuak Damsuar mampu memintal hubungan yang harmonis
antara pemerintah dengan masyarakat. Sama dengan Ali Mukhni, maka Datuak
Damsuar adalah sosok yang sederhana.
Ketiga, sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati, keduanya seperti tebing dengan
bambu, saling menguatkan. Keterbukaan Ali Mukhni memberi kesempatan kepada
masyarakat untuk memberikan informasi apapun yang berkaitan dengan jalannya
pemerintahan. Kesantunan dan kepiawaian komunikasi Damsuar menjalin ikatan
emosional yang sangat baik. Survei juga menunjukkan bahwa tingkat elektabilitas
atau keterpilihan Ali Mukhni dan Damsuar berada di nomor urut 1 dan 2. Sehingga
ketika menjadi pasangan semakin memperkokoh elektabilitas keduanya yang berada
di posisi teratas.
Keempat, kedua pasangan ini didukung oleh tiga partai politik yang memiliki
kursi di DPR RI, yakni Partai Golkar, PDI Perjuangan dan Partai Hanura.
Bagaimanapun, jalannya pemerintahan selama lima tahun ke depan akan banyak
ditentukan oleh hubungan Bupati-Wakil Bupati dengan pemerintah pusat, baik itu
eksekutif, maupun legislatif. Pembangunan dan kemajuan Padang Pariaman ke depan
memerlukan bantuan pemerintahan pusat, sekaligus dukungan masyarakat luas.
Para Pemilih di Kabupaten Padang Pariaman yang Mulia
Tentu saya sadar bahwa surat terbuka ini akan memicu perdebatan. Tetapi bukan
orang Minang namanya, khususnya, atau masyarakat Sumbar, umumnya, apabila
miskin dari perdebatan. Bagi saya, pasangan kandidat lain tetaplah menjadi
pasangan baik yang maju dalam pilkada kali ini. Hampir semuanya saya kenal
sebagai sosok yang memiliki pengaruh di masyarakat, termasuk di daerah mereka
tinggal, seperti Jakarta dan Pekanbaru. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen
yang sangat serius untuk memajukan ranah dan nagari.
Bagi saya, Padang Pariaman dimana Bandara Internasional Minangkabau adalah
pintu utamanya (karena terletak di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang
Pariaman), adalah daerah yang kini sedang mengejar kemajuan. Bersama ALI
MUKHNI-DAMSUAR, kami memimpikan pembangunan sebuah universitas di Padang
Pariaman. Mimpi yang sama dan seringkali saya sampaikan dalam kampanye pemilu
legislatif dulu di ratusan pertemuan dengan warga masyarakat, dari pagi sampai
dini hari.
Selama ini, kita saksikan data-data menyedihkan tentang Padang Pariaman.
Mayoritas penduduknya tamat Sekolah Dasar atau tidak tamat Sekolah Dasar. Yang
mampu menggapai pendidikan sekolah menengah lebih sedikit lagi. Sementara yang
berhasil masuk perguruan tinggi, sebagian besar di sekolah-sekolah swasta di
Sumatera Barat, bisa dihitung dalam jumlah ribuan saja. Di tengah persaingan
antar daerah sekarang, data-data itu akan sangat memberatkan.
Karena itu pula, dengan tetap “Berkomitmen Memajukan Pendidikan dan Ekonomi”,
sebagaimana tema kampanye saya dulu, saya percaya bahwa pasangan ALI
MUKHNI-DAMSUAR dengan NOMOR URUT 1 adalah pasangan yang paling tepat untuk
menjalankan itu. Keduanya sudah berpengalaman. Keduanya telah menjelajahi
hampir seluruh korong, jorong dan nagari. Kaki-kaki keduanya menapaki setiap
jalan kabupaten, jalan kecamatan, jalan nagari dan jalan korong dan jorong.
Mereka tidak pernah berhenti. Dan mereka tidak hanya berjalan dan bekerja pada
masa kampanye saja.
Saya tahu bahwa kedua pasangan ini tidak memiliki dana yang cukup dalam masa
kampanye ini. Maka, maafkanlah mereka, kalau memang karena ketiadaan dana atau
sedikitnya baliho yang memperkenalkan keduanya kepada masyarakat. Jangan sampai
gara-gara kampanye pilkada ini, keduanya memiliki hutang yang tidak sanggup
terbayar. Saya percaya bahwa masyarakat pemilih di Padang Pariaman, juga Sumbar
umumnya, termasuk kategori pemilih terbaik dengan tingkat money-politics
terendah di Indonesia. Dengan bekal keadaban pemilih Sumbar itu saya bercaya
bahwa uang bukanlah segalanya dalam kampanye ini.
Kepada seluruh handai tolan yang warga Padang Pariaman, baik di rantau ataupun
di ranah, saya memohon doa untuk pasangan ALI MUKHNI-DAMSUAR. Sekaligus,
dukungan dari sanak-saudara semua. Silakan naskah ini difotokopi, dikirim,
kepada siapapun juga.
Setitik kita jadikan laut.
Sekepal kita jadikan gunung.
Alam terkembang jadikan guru.
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
NB: Naskah ini saya kirimkan kepada Dewan Pakar Tim Pemenangan ALI
MUKHNI-DAMSUAR: Dr Yuddy Chrisnandi (Partai Hanura & urang sumando Ranah
Minang), Budiman Sudjatmiko (PDI Perjuangan, DPR RI & urang sumando Ranah
Minang), Dr Poempida Hidayatullah (Partai Golkar & urang sumando Ranah Minang),
Akbar Faisal (Partai Hanura & DPR RI) & Rieke Diah Pitaloka (PDI Perjuangan &
DPR RI).
--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.