Tarimo kasih atas pandangan Mato dari sanak kami mendengar....

Manuruik ambo ko, memang tapek pertanyaan Angku Datuak Irwan tu...karano dek 
nan basangkuian adolah urang nan alah mangalami asam garam dunia pendidikan ko, 
dalam praktek (sabagai praktisi pendidikan di Sumbar, maupun dalam ranah 
Undang-Undang dan politik, kalau ambo indak salah ingek Angku Datuak Irwan ko 
pernah jadi Ketua Komisi Energi dan Migas (Komisi bara yo?) Dan Ketua Komisi 
Bidang Pendidikan di DPR RI. 

Sahinggo, dengan sagalo pangalaman tu, insya Allah ybs bisa mamacahkan soal ttg 
nan gratis2 tu...

Samugo...., ado pandapek lain dari dunsanak?

Afdal,44,jkt 
Salam hormat,

Afdal Zikri Mawardi, Ak. BKP
Registered Tax Consultant 

MUC Consulting Group | PP Plaza 3 rd Floor Jl. TB Simatupang 57 | Jakarta 13760 
Telp: +62 21 8403978 | Fax: +62 21 8403937 |  Mobile: +62 811883102 
Web: www.mucglobal.com | http://afdalzikri.wordpress.com/
Email 1: [email protected] | Email 2: [email protected] 
YM/G-Talk ID: afdalzikri Facebook: [email protected] 


-----Original Message-----
From: Kami Mendengar <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 15 Jun 2010 10:23:21 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] Dari Debat Kandidat Gubernur Sumbar

Ini seputar Debat kandidat yang baru lalu.
Diambil dari Facebook.

Semoga berguna bagi semua.

Salam
Buyung, Padang, 45th, Jkt

“Anak Panah” Made in Irwan Prayitno

*Oleh: Indra Hanafi Rajo Intan**

Barangkali ini buah pena rasa hati seorang perantau minang di negeri orang.
Tidak jauh memang negerinya dari kampung halaman di Sumatera Barat, hanya
wilayah Pekanbaru. Dan tentu saya yakin pula betapa pula rasa hati perantau
minang di negeri orang lainnya. Atas perasaan atau rasa apasaja di hati dan
pikiran masing-masing sesaat menyaksikan debat calon Gubernur Sumbar periode
ini. Akan tetapi bagi saya, rasa itu punya tempat tersendiri setelah
menyaksikan tayangan langsung dari TV one hari senin malam kemarin.

Berawal dari visi dan misi yang dipaparkan pasangan Cagub nomor satu. Mereka
mengemukakan misinya membawa kesejahteraan bagi masyarakat minang. Menarik
sekali karena ada program “gratisnya”, gratis berobat kerumah sakit, gratis
sekolah dari SD sampai SMA dan yang gratis lainnya. Walaupun Saya yakin
untuk kampanye pasangan ini tidaklah dengan biaya yang gratis tentunya.
Puncak menariknya pada waktu sessi tanya jawab antar kandidat ke nomor urut
satu ini.

Pada saat kandidat nomor urut tiga yakni pasangan Prof. Irwan Prayitno dan
Muslim Kasim mendapatkan kesempatan mempertanyakan tentang visi misi
kandidat nomor satu tadi. Pertanyaan dari Irwan Prayitno sangat sederhana
sekali. Kira-kira seperti inilah “tadi ada program berobat gratis, Itu dari
mana uangnya?”. Ternyata pertanyaan sederhana tersebut tidak sesederhana itu
pula menjawabnya oleh pasangan nomor satu. Bagi saya itu jawabannya entah
kemana-kemana tidak substansial alias agak kacau. Karena waktu masih ada,
Irwan bertanya lagi “tadi ada program pendidikan gratis, dari mana uangnya?”
pertanyaan masih senada. Dijawab lagi oleh kandidat urut satu namun sama
saja gendangnya dengan yang pertama malah bagi saya tambah “bagalau”
bunyinya.

Bagi saya anggaplah sebagai pengamat yang ingin tahu sekali siapa yang
memimpin “kampuang amboko”. Pertanyaan Irwan Prayitno ini adalah pertanyaan
yang seru dan asli keminangannya karena bagi urang minang urasan
“pitih-pitih” itu harus jelas alias transparansi bahasa kerennya. Akan
tetapi lagi yang aneh bagi Saya ternyata pertanyaan itu juga dipakai
kemudian oleh kandidat-kandidat lainnya. Terutama untuk mempertanyakan visi
misi kandidat nomor tiga tersebut.

Kalau saya boleh mengkiaskan seperti biasa yang dilakukan orang minang.
Pertanyaan Irwan Prayitno itu ibarat anak panah yang sederhana namun menarik
sekali dilepaskan pada sasaran yang rupanya betul-betul mengena kesasaran.
Pasangan nomor satu langsung rubuh dengan anak panah itu. Bagaimana dengan
pasangan lainnya?

Ternyata pasangan lain terkena hawanya alias “tabaok rendong” jadinya. Hal
itu tampak dan mencuat ketika tiba giliran pasangan nomor tiga ini
menyampaikan visi misinya. Lalu semua pasangan itu mempertanyakan dengan
logat dan dialek yang persis sama, “dari mana uangnya?”. Sepertinya tidak
ada lagi pertanyaan yang lain yang pas ke pasangan ini kecuali mengembalikan
anak panah itu ke Made in nya alias Irwan Prayitno. Busur itu telah
membungkam kreatifitas pasangan lain dalam kira-kira 60 menit pertempuran
debat itu.

Namun sayang sekali, sepertinya busur yang dikembalikan ke empunya tidak
mengena pula. Ternyata sang empu tahu rupanya bahwa lawan akan memakai
strategi akan memakai senjata itu untuk melawannya. Dan orang-orang yang
menyaksikan pertempuran itu terutama saya telah memilki poin persepsi
tersendiri terhadap kandidat lainnya. Yang saya tahu bahwa kandidat lain
tidak sekreatif Irwan Prayitno dalam membuat pertanyaan dan kesannya “niru
se ma!”

Mengapa pula ya kok tiba pasangan nomor tiga ini yang dibidik justru
wakilnya Muslim Kasim. Berawal dari panelis Ichsanudin Noorsy dan kemudian
diikuti pasangan lain untuk mempertanyakan wakilnya. Apa para panelisnya
sudah tahu apa yang akan dijawab Irwan atau akan terjawab pas? Makanya
ditanya wakilnya saja yang sepertinya suuzhon bahwa sang wakil barangkali
tak jauh-jauh amat dari kaliber pasangan lainnya. Nah melihat peluang yang
dibuka oleh Panelis ini akhirnya diikuti oleh pasangan lain untuk bertanya
diusahakan ke Muslim Kasimnya. Saya pikir ini ikut-ikutan panelis saja dan
kesannya Irwan Prayitnoakan mampu menjawab segala pertanyaan mereka maka
tanya sajalah Muslim Kasimnya.

Maka saya segera setelah menyaksikan debat kandidat ini langsung meng-sms
amak, abak, anduang, etek, uniang, one, uda, uni, adiak jo urang kampuang
kasadonyo di Padang. Agar mereka memilih yang menjadi pusat tiruan karena
itulah pemimpin alias tempat kita meniru (Tauladan). Pilih pemilik busur dan
anak panahnya dan bukan yang mengembalikan anak panah orang lain.

Sebelum saya mengakhiri buah pena ini, biar saya saja yang menjawab
pertanyaan Irwan Prayitno itu. Dari mana uangnya? Maka jawaban saya adalah
dari APBD. Karena mau program apapun namanya apalagi gratis tentu APBD lah
dananya berasal. Pamerintahan daerah Provinsi dan kota paling utama
mengelola APBD yang direalisasikan dalam bentuk program pamerintah tentunya.
Jadi tugas seorang Gubernur, Walikota dan Bupati adalah bagaimana
memperbesar AP maka BD nya pun bisa besar. Bahkan bisa gratis semuanya jika
mau BDnya besar, tapi tentu melihat AP (anggaran Pendapatan)nya dulu.

Sebagai pemilih cerdas sebenarnya disinilah tolak ukur untuk melihat program
calon kepala daerah tersebut. Bagaimana upaya dan peluang-peluang mereka
untuk memperbesar anggaran pendapatan daerahnya dan bagaimana pula
realisasinya ke masyarakat banyak dalam bentuk program tentunya. Nah inilah
dia VISI dan MISI itu. Visi akan tercapai jika ada Misi atau Program dan
kendaraannya APBD.

Maka sudahlah, jika saya yang calon Gubernur atau Walikota maka saya akan
seperti dua pragraf diatas. He..he. Wallahulambhisawab.

Penulis adalah Perantau Minang berdomisili di Pekanbaru Riau

http://www.facebook.com/profile.php?id=1831890166

2010/6/14 <[email protected]>

> Angka kriminalitas di Sumbar ternyata  meningkat terus
>
> Apa karena masyarakatnya memang sudah jauh dari ABS-SBK.
> Lah banyak nan indak bataratik dan lah putuih urek malunya ??
>
> Salam
> TR
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> --
> .
> Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di
> tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
>  3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
> - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an
> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke