Amiiiin ya Allah......Semoga Allah Selalu melindungi Fatimah Atlas dan semua 
rakyat Palestina. Ambo sangat terharu mendengar Ucapan Fatimah Atlas  Sdr.Kemal 
Anas. Tanmpa teraso  aie mato mangalir mambaco kisah ini. Sekali lagi Ya 
Allah....Lindungilah saudara kami sesama Muslim di Palestina dan tarimo kasih 
infonyo Sdr.Kemal Anas.
 Salam kami Untuak seluruh kaum Muslimin di Palestina.Semoga Allah selalu 
bersamanya.
Darius Nurdin





________________________________
Dari: Kemal Anas <[email protected]>
Kepada: rantaunet <[email protected]>
Terkirim: Rab, 16 Juni, 2010 13:36:40
Judul: [...@ntau-net] Di Gaza,Allah Bersama Kami

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA--Tahun lalu, saya jumpa Fatimah Atlas (15) di
Baytlahia, Jalur Gaza, saat Israel sedang ganas menghanguskan kehidupan
Gaza. Ia tengah memangku bocah laki-laki, sembari duduk di atas puing
bekas rumahnya yang lebur oleh bom Israel. Fatimah tampak keibuan,
meski umurnya masih amat hijau. Mata gadis itu tajam, wajahnya semburat
penuh semangat.

“Allah bersama kami,” jawabnya. Kedua orang
tuanya syahid oleh tembakan membabibuta tentara Israel. Gadis belia
itu, kini menggantikan peran orang tuanya untuk menjaga adik-adiknya.
Dia tak tampak lemah. Acapkali ditanya hidupnya ke depan, spontan ia
jawab, “Allah bersama kami.” 

Di Bayt Hanun, bagian utara Gaza
yang dekat laut, saya berjumpa Ahmad Khodari (14). Ia tinggal di rumah
yang temboknya berlubang oleh hujan peluru Israel. Sang ayah syahid,
saat memberikan perlawanan pada tentara Israel. Dari lantai dua
rumahnya, ia lihat ayahnya diseret dan ditembak tepat di kepala.

“Saya
tidak dendam, karena Islam melarang dendam, tapi kelak saya akan
mempertahankan agama dan tanah air kami, dengan atau tanpa Hamas,”
terang Ahmad, seakan mematahkan tuduhan Israel dan Amerika, bahwa Hamas
adalah teroris. Kenyataannya, tanpa Hamas pun, generasi di Gaza kelak
akan tetap melawan penjajahan Israel.

“Allah bersama kami,”
tutur seorang ibu dari keluarga besar Sabri Junaid yang ditemui saat
berteduh di puing bekas rumahnya, di Jabalia Albalad. Perempuan dengan
lima anak itu, ditinggal syahid suaminya. Rumah keluarga besarnya juga
luluh lantak, tak bisa lagi dihuni. Pertanian zaitun di ladangnya juga
musnah, tinggal debu-debu sisa buldoser tank tempur Israel. Tapi,
pancaran wajahnya amat kuat, tak menunjukkan kelemahan.

Ia
merekam dengan detil, saat agresi terjadi. Selama 12 hari, keluarga
Sabri Junaid terkepung di dalam rumah. Mereka tak dapat keluar untuk
sekadar cari makan, karena gempuran dari darat, laut, dan udara yang
bertubi-tubi. Meski tak ada yang tersisa, mereka selalu bersandar
“Allah bersama kami.” 

Di Jabalia ujung, sekitar tiga kilometer
dari perbatasan Erez, Israel, saya lihat bangkai sapi dan domba
bergelimpangan. Juga puing bangunan pabrik susu yang ambruk ke tanah.
Jabalia, salah satu pusat produksi susu terbesar di Palestina. Di
antara bangkai itu, duduk lelaki paruh baya, yang memanggang selembar
roti. Dia, Muchtar Abdul Karim, pemilik ternak yang dibantai pesawat
Israel.

“Allah bersama kami. Dia akan ganti lebih banyak dari yang telah dibinasakan 
Yahud (Israel)”,
terang Muchtar menggelegak. Dia mengungkapkan, telah berkali-kali
kehidupannya dirampas Israel. Tapi, berkali-kali juga, Allah mengganti
lebih dari yang dihancurkan Israel.

Menurutnya, semua amat mudah
datang dan pergi. Sebagaimana maut yang tak perlu ditakuti kapan
datangnya. “Hidup ini hanya giliran. Bisa Anda besok yang meninggal
atau saya yang mati. Bisa hari ini Allah mengambil harta benda saya,
bisa juga besok giliran Anda. Semua ini milik Allah, Dia yang memberi
dan akan mengambilnya. Jadi, tak ada yang harus diratapi dari
kehilangan ini,” kata Muchtar membuat hati bergetar.

Kata dia,
Israel bisa saja memblokade seluruh Gaza, tapi jika Allah menghendaki
datang bala bantuan, apapapun caranya, Israel tak akan mampu menahan.
Semua, “Karena Allah bersama kami,” demikian warga Gaza meyakini. 
-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.


-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke