Adek Kurnia dan Dunsanak Sadonyo.

 

Selamat dari ambo dek karano lingkup MPKAS kini lah makin luas dan tinggi.

 

Partamo, sebagai penggemar keretaapi, sanang ati ambo mambaco beritako.
Tabayang dek ambo ba a rasonyo naiak kereta dari kampuang di Padangpanjang,
ka Bekasi. Pasti iko jauah labiah menyenangkan dibandiangkan naiak kereta
dari Adelaide ke Perth (yang memiliki trek lurus terpanjang di dunia), atau
bahkan naiak Trans Siberia (kalau nan iko baru ambo liek di film, nan ambo
ulang2 manontonnyo.

 

Kaduo, sebagai urang nan talampau lamo lalok dakek buku akuntansi, kadang2
ambo terlalu konservatif. Tapikia di ambo, bilo ambo bisa mencatat
pengalaman naiak trans Sumatra tu?  Nan takana di ambo adalah banyaknyo
untuak mewujudkan itu dan dari ma pitih tu bisa dapek, 

 

Dek karano ambo ado di lua lingkaran, tantunyo informasi nan ado di ambo
Cuma berita2 nan dipublikasikan, antara lain:

 

1.       Jalan yang sudah ada di Sumatera itu masih ter clustered (di
SUmbar, Sumut, Sumsel, Lampung)

2.       Rel yang digunakan banyak yang masih ber type R25 atau R 33.
Beberapa diantaranya (misalnya antara Telukbayur - Padang dan Padang Lubuak
ALuang) sudah diganti menjadi R 42 (bisa untuk kecepatan 70-80 km/ jam).
Tetapi, ini belum memadai, karena yang dibutuhkan adalah R 54.

3.       Biaya pembangunan Rel sekarang ini adalah Rp 20 - 30 milyar per km.


4.       Total dana yang dibutuhkan untuk mewujudkan Trans Sumatera itu USD
7,092 milyar; atau labiah dari Rp 63 triliun

 

Dari mana pitih RP 63 triliun tu? 

 

Kato Dirjen Perkeretaapian: "Kalau hanya mengandalkan kas negara saya kira
tidak bisa, tergantung pada kondisi keuangan negara. Kalau mau pembangunan
berjalan cepat, butuh investasi dari swasta. Kalau dana sudah tersedia,
langsung dibangun".

 

Artinyo, pitih tu alun ado lai. Kato pak Dirjen di pemebritaan lain:  "Kalau
ada duitnya besok, ya, saya mulai. 20-30 miliar per kilometer, hitung saja" 

 

Tapi kalaupun lah takumpua pituih 60 triliun tu, ternyata alun bisa juo ambo
naiak kareta Padangpanjang - Bekasi lai. Karano manuruik rencana, rencana
pembangunanan sampai rel nan labiah dari 2 ribu km itu nampaknyo ndak
tamasuak manyambuangkan Sumbar jo Riau do.

 

Maaf, sakali lai, mungkin dek karano ambo terlalu konservatif, jadi indak
barani ambo membayangkan bilo itu ka tajadi lai.

 

BTW, sakali lai, sebagai urang lua, ambo Cuma dapek carito ko dari
publikasi, antara lain:

 

http://bataviase.co.id/detailberita-10564363.html

http://www.beritaindonesia.co.id/publik/memacu-pembangunan-perkeretaapian/

http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail
<http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=57023> &id=57023

 

 

Riri

Bekasi, l, 48

 

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Kurnia Chalik
Sent: Wednesday, June 16, 2010 9:05 PM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Audiensi Kaukus Sumatera DPD RI bersama MPKAS dengan
Menteri Perhubungan RI hari ini _16 Juni 2010

 

Ass Wr Wb Pak Saaf, Dinda Ephi Lintau, Mak Darul,Sanak Miko Mikardo, Da
Riri, Da Jepe, Da Elthaf, Kanda Zainul, Pak Boes, Ajo Duta, rekan2 MPKAS
sarato adi dunsanak kasadonyo,

 

Alhamdulilah bersyukur kita kepada Allah SWT,menindak lanjuti pertemuan
tanggal 19 Mei 2010 ybl, hari ini jam 12:00 s/d 13:00 Da Nofrin dan saya
mewakili MPKAS bersama2 dengan Kaukus Sumatera DPD RI menemui Menteri
Perhubungan RI, Pak Freddy Numberi di ruangan kerjanya. Setelah bertemu
Menteri Perhubungan,rombongan menghadap ketua DPD RI Pak Irman Gusman di
ruangan kerjanya di Gedung MPR/DPR RI,melaporkan hasil pertemuan dengan Pak
Menteri Perhubungan ini. Press Rilis hasil dari pertemuan ini dapat dibaca
sebagaimana terlampir di bawah foto2 berikut 

 ( MPKAS ) 

 

 

Press Rilis dari DPD RI Hari Ini

 

Kereta Api Dari Aceh Hingga Lampung Harus Direalisasikan - Pembangunan
Kereta Api di Sumatera Merupakan Keniscayaan.

 

"Kereta Api dari Aceh Hingga Lampung bukanlah sebuah hal yang mustahil, dan
harus segera direalisasikan", demikian sambutan Menteri Perhubungan RI,
Freddy Numberi saat menerima audiensi dari beberapa Anggota Kaukus Sumatera
DPD RI pada hari Rabu, 16 Juni 2010 di Kantor Kementerian Perhubungan
Jakarta.

 

Kaukus Sumatera DPD RI yang diwakili oleh Aida Ismeth - Anggota DPD RI asal
Kepri yang sekaligus merupakan Koordinator Kaukus, Parlindungan Purba -
Anggota DPD RI asal Sumut selaku Sekretaris Kaukus, Iswandi, A.MD - Asal
Lampung, Aryodia Febriansya - Asal Lampung, Ir. Anang Prihantoro - Asal
Lampung, dan Bambang P. Soeroso - Asal Bengkulu menyampaikan terbentuknya
Kaukus Sumatera DPD RI yang merupakan gabungan dari Anggota DPD RI dari
seluruh provinsi di Pulau Sumatera. Pada pertemuan itu, Kaukus Sumatera DPD
RI juga didampingi oleh Yulnofrins Napilus dan  Kurnia Chalik dari
Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat (MPKAS) dan Aniur Rovic.

 

Aida Ismeth menyampaikan peran dari Kaukus Sumatera DPD RI adalah untuk ikut
mengawasi pembangunan di Sumatera serta memberikan masukan pemikiran bagi
para stake holder di masing-masing provinsi dalam rangka peningkatan
pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera. 

 

Pada kesempatan tersebut, Parlindungan menyampaikan usulan pembangunan
kereta api yang menghubungkan Aceh hingga Lampung serta pembangunan
pelabuhan baik pelabuhan laut maupun pelabuhan sungai di masing-masing
provinsi. Keberadaan kereta api dan pelabuhan tersebut diharapkan akan dapat
meningkatkan pembangunan perekonomian di Sumatera.

 

Menanggapi hal tersebut, Freddy Numberi menyambut baik usulan tersebut
bahkan menekankan dengan tegas agar pembangunan kereta api dilakukan dengan
sistem dua arah (double track). Freddy Numberi juga menambahkan, bila
keberadaan kereta api disandingkan dengan pelabuhan maka percepatan
pembangunan akan semakin berkembang pesat. Dalam hal tersebut, provinsi
harus melakukan grand desain pembangunan jalan kereta api dan pelabuhan
serta melakukan koordinasi dengan Bupati dan Walikota sehingga tercipta
sinergi yang baik dalam pembuatan grand desain tersebut. Selain itu, Freddy
Numberi juga menyampaikan bahwa biaya pembuatan jalan kereta api jauh lebih
murah bila dibandingkan dengan biaya perawatan jalan raya.

 

Masih pada acara tersebut, Parlindungan menyampaikan rencana kerja Kaukus
Sumatera DPD RI yang akan menyelenggarakan Sumatera Development Summit
bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung, yaitu pertemuan Gubernur se
Sumatera beserta jajaran terkait bersama seluruh Anggota Kaukus Sumatera DPD
RI untuk merumuskan masterplan pembangunan, investasi serta kemitraan
program pembangunan yang terintegrasi se Sumatera. Direncanakan pada acara
tersebut, masing-masing Gubernur dapat mempresentasikan grand desain dalam
mempersiapkan pembangunan kereta api dan pelabuhan. 

 

Acara yang dilaksanakan pada tanggal 22 - 23 Juli 2010 di Lampung akan
dibuka oleh Ketua DPD RI, Irman Gusman dan direncanakan sebagai narasumber
Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa dan Menteri Perhubungan,
Freddy Numberi. 

 

-- 
.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke