Dunsanak di palanta nan ambo hormati.
Dek *manusia basifat palupo, dan karano lanca kaji karano diulang*, rasonyo
indak ka ditulak kalau ambo malewakan nan Empat martabat kata.
Nan palupo itu adalah badan diri ambo, karano dalam kalimat keempat dari
bait pertamo syair di bawah iko, alah duo kali dijalehkan oleh Dnda Riri di
palanta iko beda antaro *utang* jo *bantuan* (kini ambo masih alun apa dalam
bahaso Inggirih istilahnyo).
1. *Kata yang sebenarnya kata*
2. * Kata yang dikatakan*
3. *Kata yang berkata-kata/diperkatakan*
4. *Kata yang mengata-ngatai*
Dalam kehidupan bermasyarakat, martabat, peringkat atau derajat seseorang
sangat penting. Demikian pula halnya dengan martabat kata.
Penetapan martabat tiap-tiap kata atau ucapan seseorang sangat penting.
Gunanya untuk menilai kata tersebut, apakah dapat langsung dipercaya, perlu
analisa lebih lanjut atau dilupakan sama sekali.
*
Kata yang sebenarnya kata*, adalah firman Allah dan semua dalil ilmu pasti,
serta petuah-petuah nenek moyang yang berdasarkan hukum alam.
Contohnya kalimat atau perkataan sebagai berikut : Bila hutan-hutan
digunduli maka akan timbul bahaya banjir dan kepunahan margasatwa.
*Kata yang dikatakan*, diajarkan kepada orang banyak. Termasuk dalam
kelompok ini adalah falsafah, ajaran (ideologi) serta wasiat kepada orang
lain. Tidak semua falsafah atau ideologi tersebut bermanfaat untuk orang
banyak, contohnya ideologi komunisme, fasisme dan rasisme.
*Kata yang berkata-kata / diperkatakan*, adalah ucapan kita sehari-hari.
Ucapan para politisi yang memberikan janji-janji kepada pengikutnya dapat
dikelompokkan ke dalam kelompok ini.
Ucapannya bisa diartikan dan didiskusikan lebih lanjut oleh para
pengikutnya.
*Kata yang mengata-ngatai*, meliputi semua perkataan yang derajatnya rendah
dan tidak dapat dijadikan pegangan. Kata ini biasanya diucapkan pada saat
orang marah.
*Inilah contoh kesalahan nyata
“Kata kemudian" membuat kerancuan
Karena tak paham asalnya kata
Faktanya hutang, disebut bantuan
Agar tak kacau karena rancu
Makna kata haruslah jelas
Pahami ungkapan satu persatu
Arti terjemahan jangan bias
Menjaga nama tidak tercemar
Kalau berutang jangan dikemplang
Kalau ditagih jangan menghindar
Bila dibantu buktinya sayang
Entah di desa atau di kota
Tanda masyarakat berbudaya tinggi
Sangat santun ketika berkata
Saat bergaul diikat budi*
*
*
--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.