.........* tidak semua Japang itu berlaku jahat, ado di Manado tentara Japang manjadi guru dan ma aja urang disinan............
*Walaupun banyak cerita kekejaman Jepang selama menguasai Hindia Belanda, tapi ado juo jaso Jepang yang besar selama penjajahannya tiga setengah tahun tersebut yaitu melatih para Giyugun, (giyu=sukarelawan, gun=korps tentara) yang merupakan cikal bakal TNI di Sumatera. Para mantan perwira/prajurit Giyugun dan Heiho inilah yang melatih pribumi belajar berperang secara moderen di Sumatera. Untuk SB yang sangat berjasa ialah perwira namanya Sakamoto. Selama ini oleh petinggi militer RI masa Orba dan Orla selalu membesar besarkan jasa PETA, tanpa menyebut peranan Giyugun samasekali. Padahal Giyugun dan PETA sama sama militer yang dilatih Jepang untuk kepentingannya melawan Amerika dan Inggris, Belanda di Asia. Ini marsnya, Umi Yakuba Perang di laut berkubur di laut Perang di daratjadi tanah jasadmu Untuk merah putih kobarkan diri baginya Dengan tulus ikhlas (dikutip dari buku, Mestika Zed: Giyugun cikal bakal Tentara Nasional di Sumatera). -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
