Padang, Singgalang, Jumat, 25 June 2010

Bantuan rehab rekon pascagempa di Sumbar untuk tahap awal pada 2010 ini
sebesar Rp350 miliar, akan segera turun. Total bantuan khusus perumahan ini
nilainya Rp2 tiliun dan turun secara bertahap.

Sejak gempa, pemerintah mengucurkan dana bantuan ke Sumbar Rp663 miliar,
rinciannya, Rp313 miliar pada 2009 dan sekarang Rp350 miliar. Pemerintah
berjanji akan mengucurkan Rp6,4 triliun untuk bantuan gempa. Jika begitu,
masih jauh panggang dari api.
"Dana 2010 ini di luar dana tahap I 2009 lalu, namanya dana tahap II A. Atau
dana tahap I di 2010, jumlahnya Rp350 miliar," kata Anggota Dewan Penasehat
BNPB, Dr. Sugimin Pranoto, M. Eng., yang dihubungi Singgalang, Kamis malam
(24/6).

Dikatakannya, dana tersebut baru untuk tiga daerah yaitu Padang, Padang
Pariaman dan Kota Pariaman. Kabupaten/kota lainnya akan menyusul. Dana Rp350
miliar ini rencananya akan ditransfer minggu depan, ke rekening BRI atas
nama PPK Perumahan QQ Dinas Prasarana Jalan dan Tarkim Sumbar. 

"Sisa dana sebesar Rp1,6 triliun lebih ini sedang dalam proses di Departemen
Keuangan. Pencairannya melalui melalui DIPA. Kita harapkan bisa cair dalam
dua minggu ini. Atau paling lambat satu bulan ke depan," ujar Sugimin.
Penyaluran bantuan tahap II A itu kepada korban gempa persis sama dengan
penyaluran bantuan tahap awal, dengan membentuk Pokmas di masing-masing
daerah yang terkena gempa.

Plt. Gubernur Sumbar, Mahmuda Rivai mengatakan sudah melakukan MoU dengan
BNPB terkait pengucuran dana bantuan rehab/rekon itu. "Kita harapkan
kabupaten/kota sesegera mungkin menyiapkan data-data yang dibutuhkan.
Segeralah bentuk Pokmas dan fasilitator," imbau Mahmuda. 

Selain itu dia juga berharap fasilitator yang baru direkrut tinggal
melakukan validasi data, bukan lagi mendata rumah yang rusak dari awal. 

Sementara, dana rehab/rekon tahap awal untuk perumahan sebesar Rp115 miliar
pada 2009 baru terserap sekitar 40 hingga 50 persen. Kondisi itu kata
Sugimin, terjadi karena proses administrasi.

Rincian Rp350 miliar

Padang, 
rumah rusak berat 5.103 unit (Rp15 juta/unit) total Rp76,545 miliar, 
rusak sedang 5.440 unit (10 juta/unit) Rp54,400 miliar. 

Pariaman 
RB 1.015 (Rp15 juta/unit) total Rp15,225 miliar 
RS 187 unit (Rp10 juta/unit) Rp1,870 miliar. 

Padang Pariaman 
RB 7.919 unit (Rp15 juta/unit) Rp118,785 miliar, 
RS 2.474 unit (Rp10 juta/unit) total Rp24,740 miliar. 

Famili kit untuk 887 Pokmas, Rp250 ribu total dana Rp221.500, 
lauk pauk untuk 22.138 rumah masing-masing Rp90 ribu/rumah total Rp1,992
miliar.

Bantuan pendamping masyarakat Rp47,989 miliar bantuan pendamping institusi
Rp8,232 miliar. (107)

http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=7485

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke