Kab. Padang Pariaman | Kamis, 24/06/2010 09:19 WIB Yurisman Malalak - Padang Ekspres
Potensi laut dan kekayaan sumber daya alam yang ada di dalamnya, selama ini telah banyak memberikan berkah tersendiri terhadap masyarakat kita. Begitu pula nyiur yang melambai saban waktu, juga seakan mampu mengundang siapa saja yang ingin memanfaatkan setiap potensi kekayaan sumber daya alam yang ada di sekitarnya. Jika saja kita boleh berandai, sekiranya seluruh potensi sumber daya laut yang mengandung lebih dari jutaan ton ikan segar, di samping potensi sumber daya biota laut lainnya, tentunya akan sangat luar biasa dampaknya terhadap peningkatan income perekonomian masyarakat. Namun lagi-lagi, kita tetap belum mampu melepaskan diri dari persoalan klasik yang dihadapi selama ini. Seperti lemahnya penguasaan tekhnologi serta masih rendahnya kesadaran dalam memelihara sumber daya kelautan dan perikanan masih merupakan faktor dominan yang menyebabkan kita jauh tertinggal dari negara negara maju. Buktinya, perairan laut kita selama ini masih belum terbebas dari praktik tangan-tangan jahil yang cenderung melakukan pengrusakan terhadap sumber daya laut yang ada. Akibatnya, jangankan bisa menikmati kekayaan sumber daya laut secara optimal, malahan yang terjadi degradasi sumber daya kelautan justru semakin memiriskan. Kondisi inilah setidaknya yang dihadapi oleh Pemko Pariaman saat ini. Makanya Pemko Pariaman melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Pemko Pariaman terus berupaya menyiapkan berbagai strategi untuk menyelamatkan sumber daya perikanan dan kelautan yang ada di Kota Pariaman. Karena disadari, tanpa didukung kesadaran perlunya melestarikan potensi sumber daya kelautan tentunya harapan bisa meraih nilai manfaat akan sangat jauh dari harapan. Asa itulah yang saat ini tengah dipancangkan oleh jajaran Pemko Pariaman, sehingga diharapkan potensi kekayaan sumber daya perikanan dan kelautan Kota Pariaman sepenuhnya bisa mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Harus diakui, Kota Pariaman memang sangat beruntung dikarunia potensi sumber daya alam yang begitu melimpah. Khususnya dalam sektor kelautan. Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pariaman, Kota Pariaman yang terdiri dari perairan laut seluas 282 69 Km persegi, memiliki potensi perikanan tangkap yang sangat potensial dengan didukung sumber daya ikan yang begitu melimpah. Hal itu terlihat dari potensi penangkapan ikan jenis Demersal yang mencapai 2.841,1 ton pertahunnya. Begitu pula hasil tangkapan udang udangan lainnya yang mencapai 78, 9 ton pertahunnya. Di samping masih banyak lagi potensi sumber daya laut lainnya. Potensi perairan laut yang dimiliki Kota Pariaman juga terlihat semakin komplit dengan kehadiran lima buah pulau terdiri dari Pulau Kasiak, Pulau Anso Duo, Pulau Tangah, Pulau Ujuang, Gosong dan Pulau Bando yang tentunya juga berpotensi dikembangkan sebagai kawasan pengembangan wisata pantai atau dan wisata bahari. Persoalannya, potensi kelautan dan pulau pulau yang ada di Kota Pariaman sejauh ini belum banyak berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah ini. Hal itu setidaknya terlihat dari kondisi kehidupan ekonomi nelayan yang masih saja tergelut dengan keterbatasan ekonomi. Padahal jika saja semua potensi itu bisa lebih dioptimalkan lagi, maka tidak tertutup kemungkinan hasilnya tentu akan sangat luar biasa terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Lagi pula potensi pulau yang ada di kawasan Kota Pariaman, juga dikenal kaya dengan berbagai kandungan sumber daya alam, seperti terumbu karang. Sebut misanya Pulau Anso Duo yang berada dalam wilayah Kecamatan Tengah Kota Pariaman, berdasarkan analisasi spasial belakangan diketahui pulau yang memiliki luas 5,13 Ha, terdiri dari 1,25 hektare hamparan pasir dan 3,88 hektare kawasan bervegetasi. Luas potensi terumbu karang yang mengelilinginya diperkirakan mencapai 16,49 hektare. Dengan keliling Pulau Anso Duo terdiri dari 840,7 meter memiliki rata rata persentase tutupan karang hidup (live coral) mencapai 27 persen dengan kondisi sedang. Sedangkan tutupan terbesar terdiri dari karang mati yang ditumbuhi alga (DCA) sebesar 41,75 persen. Dengan persentase tutupan sponge berkisar 1 persen dari total pengamatan. Sisanya berupa patahan terumbu pasir. Potensi kawasan pulau lainnya, misalnya Pulau Ujuang yang juga berada dalam wilayah Kecamatan Pariaman Tengah. Berdasarkan analisa spasial diketahui, Pulau Ujuang memiliki luas 3,94 hektare terdiri dari 0,73 Ha hamparan pasir dan 3,21 Ha kawasan bervegetasi. Dengan luas terumbu karang yang mengelinginya mencapai 10,02 Ha. Sama halnya dengan Pulau Tangah yang juga memiliki potensi terumbu karang seluas 10,02 Ha, di samping terdiri dari hamparan pasir seluas 1,56 Ha. Selain itu potensi terumbu karang karang juga terdapat di kawasan Pulau Bando seluas 28 Ha. Permasalahannya, potensi sumber daya ikan dan potensi pulau yang dimiliki Kota Pariaman, sejauh ini belum berbanding lurus dengan pengelolaannya yang cederung masih sangat memprihatinkan. Hal itu tidak terlepas dari minimnya kesadaran sebagain kalangan yang tidak segan segan merusak terumbu atau biota laut yang ada, sehingga berdampak terjadinya degradasi sumber daya alam termasuk kerusakan biota laut. Makanya sumber daya kelautan tersebut jelas sangat perlu untuk dilindungi. Salah satunya dilakukan melalui upaya konservasi dengan menyisihkan lokasi lokasi tertentu yang dianggap memiliki potensi khususnya dalam hal keanekaragaman biota laut dan beragam ekosistem yang ada didalamnya. Dengan alasan itulah, Pemko Pariaman belakangan berupaya mengoptimalkan pengelolaan potensi perairan dan pulau yang ada di Pariaman. Salah satunya diaplikasikan melalui kegiatan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) yang dipusatkan di Kampung Apar Pariaman Utara. Di mana kawasan itu telah diplot sebagai kawasan penangkaran penyu dengan zona intinya Pulau Kasiak. Untuk itu Pemko Pariaman sedikitnya telah mengalokasikan kawasan konservasi laut daerah seluas 11.525,89 Ha. Seperti diakui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemko Pariaman Agusriatman, program KKL tersebut pada dasarnya ditujukan sebagai gerbang akhir dari bentuk perlindungan dan pemanfaatan secara secara lestari dalam upaya penyelamatan system penyangga kehidupan laut. Di samping itu pengawetan terhadap sumber plasma nutfah dan ekosistemnya dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan bisa terwujud seperti diharapkan. Konsep pengelolaan perikanan berkelanjutan melalui kebijakan pengembangan konserbasi laut dianggap sebagai solusi yang tepat, terutama dalam mengurangi tingkat degradasi sumber daya perikanan yang dikhawatirkan bisa berujung pada menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Karena itulah melalui program KKL dimaksud, Pemko Pariaman juga berupaya mengembangkan kawasan Pulau Ujung, Pulau Tangah dan Pulau Anso Duo sebagai daerah konservasi terumbu karang dan kawasan wisata bahari. Melalui program tersebut, diharapkan potensi perairan laut yang dimiliki Kota Pariaman nantinya juga diharapkan mampu melahirkan nilai ekonomis bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat di daerah ini. Juga tidak ketinggalan, program modernisasi alat tangkap juga menjadi perhatian khusus dari Pemko Pariaman. Karena dari pengalaman selama ini hasil tangkapan para nelayan di Kota Pariaman tenyata masih sangat minim. Disebabkan karena masih terbatasnya alat tangkap yang tersedia. Seperti diakui Augsriatman, alat tangkap yang digunakan nelayan Pariaman selama ini umumnya masih sangat tradisional, seperti biduk, bagan payang dan tonda. Lagi pula alat tangkap para nelayan tersebut umumnya juga masih didukung mesin sederhana seperti motor tempel, jaring hanyut jaring udang hawai dan sebagainya. Makanya untuk lebih memaksimalkan hasil tangkap ke depan nelayan perlu dilengkapi dengan alat tangkap yang memadai seperti posene atau long tile. Di samping itu untuk lebih mendatangkan nilai ekonomis, Pemko Pariaman terus berupaya mengembangkan potensi perairan laut serta pulau yang ada di Pariaman. Sebagai contoh, kawasan Pulau Anso Duo yang saat ini diplot sebagai kawasan pengembangan wisata religius. Makanya pulau yang indah didukung pasir putih lengkap dengan kuburan panjang itu saat ini terus ditata sedemikian rupa sekaligus berusaha melengkapinya dengan berbagai fasilitas pendukung seperti fasilitas ibadah atau mushalla, dermaga pendaratan kapal dan fasilitas penunjang lainnya. Tujuannya, tak lain para peziarah atau wisatawan yang berkunjung ke kawasan itu bisa merasa nyaman. Tidak itu saja, untuk memudahkan para pengunjung menjangkau kawasan Pulau Anso Duo, ke depan pemko berencana akan menyediakan kapal angkut yang nantinya bisa dimanfaatkan melayani wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Anso Duo di samping kawasan pulau lainnya. Pemko Pariaman menyadari potensi besar yang terdapat pada gugusan pulau di sekitar kawasan Kota Pariaman, khususnya Pulau Anso Duo memang sangat berpeluang dikembangkan sebagai salah satu kawasan pengembangan wisata di Kota Pariaman. Terlebih dengan potensi yang dimilikinya Pulau Anso Duo juga bisa dikembangkan sebagai kawasan wisata memancing. Di sana para pemancing juga bisa dengan leluasa mencari lokasi tempat duduk di batang-bantang kayu yang menjorok ke laut lepas. Tidak itu saja, kehadiran aneka karang dan biota laut di kawasan itu juga diyakini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemancing untuk bisa mendapatkan ikan yang banyak bersarang di tempat itu. Untuk mengoptimalkan potensi pulau yang dimiliki Kota Pariaman, tak ada jalan lain, kecuali menjadikan berbagai potensi yang ada bisa bernilai ekonomis. Termasuk potensi pulau yang dimiliki Kota Paraman. Hanya saja untuk bisa mengembangkan semua potensi itu tentunya tidak terlepas dari keterlibatan para investor. Karena jika hanya mengandalkan anggaran APBD jelas sangat tidak memadai. "Makanya kita sangat menyambut baik bila ada investor yang mau menanamkan investasinya untuk menunjang pengembangan potensi pulau yang ada di Pariaman, termasuk dalam hal pengadaan kapal angkut untuk melayani para pengunjung menjangkau kawasan pulau yang ada di perairan laut Kota Pariaman,"sebut Wali Kota Pariaman H Mukhlis Rahman. [*] http://padang-today.com/index.php?today=news&id=17784 -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
