Secara tak langsung, aksi pembelian majalah Tempo - yg membeberkan rekening perwira tinggi Polri yg nau'dzubillah besarnya itu - oleh oknum berseragam polisi dan dengan kenderaan dinas polisi (di Jakarta), merupakan pengakuan bahwa isi majalah tersebut adalah benar.
Sebab bila tidak, Kapolri kan bisa menuduh pimpinan majalah Tempo melakukan pencemaran nama baik. Ternyata polisi mengambil jalan pintas membelinya di jalanan, padahal para langganan Tempo menerimanya seperti biasa. Sebagai reaksi, pimpinan majalah Tempo memutuskan mencetak ulang majalah tsb, suatu hal yg teramat mudah dilakukan sekarang ini. Ada dua pertanyaan saya, 1) kok polisi sampai mengambil langkah yang - maaf - kurang cerdas ini ? 2) karena polisi langsung berada di bawah Presiden, langkah apa yg akan diambil beliau untuk memverikasi berita tersebut ? Membentuk tim lagi ? Atau memerintahkan Kapolri untuk menginterogasi mereka yg diberitakan Tempo, dan untuk segera membuat laporan lengkap yg berisi bantahan thd berita Tempo tsb ? Entahlah. Wassalam, Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Mon, 28 Jun 2010 08:25:48 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [...@ntau-net] Majalah TEMPO Edisi Rekening Gendut Perwira Polisi Diborong Orang Berseragam Polisi, Majalah Tempo Edisi Terbaru Dicetak Ulang TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Tempo Inti Media Tbk, penerbit Majalah TEMPO memutuskan akan mencetak ulang Majalah Tempo Edisi Terbaru menyusul lenyapnya majalah itu dari peredaran, Senin (28/6) dini hari. " Kami memutuskan mencetak ulang agar bisa diedarkan lagi ke pembaca " kata Windalaksana, Kepala Divisi Sirkulasi, Distribusi dan Pemasaran Tempo di Jakarta. Seperti diketahui, puluhan ribu eksemplar majalah Tempo edisi terbaru hilang dari pasaran sejak Senin subuh. Beberapa pemborongnya adalah orang yang berseragam polisi dan memakai mobil polisi. Terbit dengan Cover " Rekening Gendut Perwira Polisi", majalah Tempo pekan ini bergambar seorang polisi tengah memegang seutas tali yang diikatkan pada tiga babi kecil berwarna merah muda diduga menjadi sebab habisnya majalah Tempo dari peredaran. Edisi kali ini membuat laporan utama soal rekening jumbo para jenderal polisi. Laporan ini juga memuat indikasi rekening para jenderal di Mabes Polri yang mencurigakan. Hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menemukan ada puluhan miliar rupiah yang masuk ke rekening para Jenderal Polisi. Duit itu mengalir dari pihak ketiga tanpa kejelasan aktivitas bisnis yang dilakukan. Menurut Winda, sejumlah agen telah melaporkan kepada Tempo, adanya pembelian besar-besaran oleh sejumlah kelompok, begitu majalah bergambar polisi dengan tiga babi kecil itu akan dijual. Pembelian itu dilakukan Senin dini hari hingga menjelang subuh, langsung ke sejumlah agen dan distributor. Edisi yang lenyap dari pasaran itu adalah edisi eceran untuk pembaca. Namun khusus untuk para pelanggan, kata Winda, tetap aman. " Karena itu, untuk kepentingan publik secara luas, kami putuskan untuk cetak ulang" kata Windalaksana. Soal berapa yang akan dicetak, Winda belum bisa memastikan karena sedang melakukan pendataan. Namun ia memastikan, edisi terbaru bisa didapat di lapangan, paling telat Selasa (29/6). sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2010/06/28/brk,20100628-259105,id.html ARYANDI -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
