Tarimo kasih ateh tanggapan bung Andiko. 
Saparati dapek dibaco dlm Draft 16, samo sekali indak ado istilah keputusan 
atau direksi utk dilaksanakan. Nan ado istilah 'kesepakatan bersama', karano 
sampai kini ABS SBK tu kan masih marupokan 'lip service' sajo, saparati dapek 
diikuti dlm rangkaian wacana di RN iko.
Gebu Minang mancubo maambiak inisiatif jadi samacam panitia perumus, manampuang 
sagalo masukan. Baa mako Gebu Minang? Karano alun ado nan lain nan maajak 
saluruah urang Minang mambahas masalah iko. 
Baa jo LKAAM ?  Alah marumuskannyo, tantu dari suduik pandang niniak mamak. 
Satahu ambo LKAAM alun maajak MUI jo cadiak pandai mambahas versi LKAAM tu.
Jadi baa sasudah ko ? Yo kito tunggula 'petunjuk' dari panguruih LKAAM tu kalah 
handak ba-ABS SBK. Kajian Gebu Minang bisa dipakai sabagai pembanding.
Gebu Minang akan taruih manangani tigo tema KKM lainnyo, yaitu pembangunan 
nagari dan kesejahteraan petani; pendayagunaan potensi maritim dan 
kesejahteraan masyarakat pesisir; dan masalah kebencanaan.
Wassalam,
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: andi ko <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 29 Jun 2010 18:05:17 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] LKAAM SUMBAR MENOLAK KONGRES KEBUDAYAAN MINANGKABAU 
        2010

Pak Syaf

Kalau menurut dugaan ambo, mungkin karena KKAM berkeinginan untuk mengambil
keputusan kongkrit tentang ABS-SBK sehingga membuat orang berfikir banyak
hal ternasuk LKAAM sendiri. Jika KKAM hanya membuat forum untuk
mendiskusikan ABS-SBK dalam pendekatan ilmiah tampa memaksakan diri untuk
menghasilkan keputusan yang berupa direksi kepada anak nagari untuk
melaksanakannya, tentulah tidak akan menimbulkan penolakan.

Saya perhatikan, maaf kalau salah, salah satu kritik terhadap KKAM adolah
keinginan untuk membuat keputusan yang tertuang dalam berbagai draf itu.
Ketika itu berbentuk keputusan, tentu orang akan mempertanyakan konsekuaensi
keputusan dan legitimasi kelembagaan. tetapi jika KKAM hanya menghasilkan
kesimpulan pokok-pokok pikiran, tentu itu akan lebih baik dan tidak
menimbulkan reaksi berlebihan.

Kalau buliah ambo nan mudo matah iko mengusulkan. Lebih baik dibuat tim
perumus yang akan merumuskan pokok-pokok pikiran hasil-hasil KKAM sesuai
dengan yang berkembang di forum. Jangan memulai dengan berbagai
keputusan-keputusan. dalam konteks itu, ABS-SBK menjadi layak didiskusikan,
tampa menimbulkan berbagai penolakan.

Sakian tanggapan ambo, maaf kalau tidak berkenan.

Salam


Andiko

Pada 29 Juni 2010 17:04, Dr. Saafroedin Bahar <[email protected]> menulis:

> Assalamualaikum w.w. para sanak sapalanta,
> Walau sudah ditemui dua kali untuk mempersiapkan Kongres Kebudayaan
> Minangkabau (KKM) 2010, dan secara informal sdh menyatakan persetujuan asal
> tak disebut adanya 'dewan' atau 'majelis', namun pagi ini pengurus LKAAM
> Sumbar mengirim surat resmi ke Gebu Minang bhw beliau-beliau tidak
> setuju/menolak diadakannya KKM tg 7-8 Agustus di Bukit Tinggi.
> Surat penolakan tsb juga dikirimkan kpd Presiden RI, Ketua DPD RI, kpd para
> menteri, dll. Dengan kata lain, selain tidak setuju, beliau-beliau juga
> memblokir seluruh gerak KKM 2010.
> Apa alasan LKAAM? Menurut beliau-beliau krn LKAAM sdh menangani ABS SBK,
> dan karena tidak ada masalah dgn ABS SBK.
> Syukur Alhamdulillah, kalau memang demikian keadaannya.
> Dengan demikian maka tanggung jawab  seluruh masalah pelaksanaan ABS SBK
> bisa kita serahkan sepenuhnya kpd pengurus LKAAM Sumbar. Seiring dengan itu,
> seluruh kajian Gebu Minang ttg ABS SBK yg sudah sampai Draft 16 bisa kita
> sumbangkan kpd LKAAM Sumbar sebagai masukan, disertai usul agar LKAAM Sumbar
> bermurah hati mengundang MUI, IAIN, Unand, para budayawan, urang mudo, bundo
> kanduang, urang rantau dll untuk mematangkannya.
> Gebu Minang masih mempunyai tiga tema KKM lainnya utk ditangani, yaitu
> pembangunan nagari dan kesejahteraan petani; pembangunan potensi maritim dan
> kesejahteraan masyarakat pesisir; dan masalah kebencanaan. Spt juga dgn ABS
> SBK, persiapan penanganan tiga tema ini sdh cukup lanjut.
> Bagaimana pendapat para sanak sa palanta ?
> Wassalam,
> SB, Lk, 73 th, Jkt. Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> --
> .
> Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di
> tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
>  3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
> - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an
> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke