DPW PKS Sumbar Dilempar Bom Molotov

Padang , 29 Juni 2010 11:44
Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera
Barat dilempar bom molotov oleh seseorang, Senin dinihari pukul 03.00 WIB.

Ronal, 30 tahun, seorang kader PKS di Padang, menceritakan bahwa dirinya
ketika itu sedang berada di dalam kantor bersama dua orang temannya. "Ketika
itu kami sedang tidur di dalam kantor DPW PKS Sumbar. Kami pun terjaga
ketika mendengar suara keras dari luar kantor," katanya.

Mereka lantas keluar untuk melihat apa yang terjadi. "Kami melihat pecahan
botol berserakan serta tumpahan bahan bakar yang berada di teras kantor
ini," katanya.

"Untung saja kami cepat bangun dan melihat apa yang terjadi di teras kantor.
Jika kami telat, kantor ini terbakar akibat lemparan bom molotov oleh orang
tak dikenal itu," katanya.

Aksi pelemparan bom molotov ini tidak saja terjadi di kantor DPW PKS Sumbar,
tetapi juga di kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Padang yang
berada di Jalan Jati, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.

Taufik, salah seorang Pandu PKS menuturkan bahwa kantor DPD PKS Kota Padang
juga dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal.

Seusai menonton pertandingan Piala Dunia 2010 yang ditayangkan televisi
swasta, kata dia, dua petugas piket mendengar suara yang keras dari luar
kantor.

"Pada saat itu mereka langsung keluar kantor, dan melihat pecahan botol
serta tumpahan bahan bakar jenis solar," katanya.

Kemudian, petugas piket ini langsung memberitahukan kepada Ketua DPD PKS
Padang sekitar pukul 04.00 WIB, sedangkan kader PKS lainnya melaporkan
kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerag (Kapolda) Sumbar, Brigjen Pol.
Andoyono, membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga atas
kejadian tersebut.

"Laporan warga tersebut langsung ditindaklanjuti, dan kami telah mengirim
beberapa orang petugas ke lokasi kejadian," katanya.

Saat ini, kata dia, pihak kepolisian sudah mengamankan semua barang bukti
berupa pecahan botol yang bersumbu, baik di kantor DPW maupun DPD PKS.

"Petugas masih melakukan penyelidikan kasus tersebut. Kami telah meminta
keterangan saksi terkait dengan aksi lemparan bom molotov itu," katanya
menegaskan. *[TMA, Ant]*
*
*
*Buyung*
*Pdg, 45th, JKT*

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke