Betul pak, setuju. Tradisi menulis akan memberi gizi pada otak dan
pemikiran kita.
Saya juga belajar menulis nih. Tak pernah berfikir menjadikannya
profesi, tapi tak disangka ada tulisan saya yang diminati penerbit
untuk dibukukan. Alhamdulillah sudah ada 2 buku.

Saya berfikir, mulut yang telah diberikan Allah ini harus bisa kita
gunakan untuk menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari pada yang
mungkar. Tangan ini tentu juga bisa sehingga ada kombinasi yang
harmonis antara lisan dan tulisan....

Kita tidak mungkin bisa menulis kalau tidak banyak membaca, jadi
menurut saya membaca adalah kunci utama. Masalahnya saat ini banyak
orang rela mengeluarkan uangnya untuk sekedar fun, food n fashion,
tapi untuk investasi buku agak susah.

When you educate a man, you educate one person, but when you educate a
women, you educate a generation....kalo kita ingin keluarga kita n
anak-anak mewarisi tradisi ini maka menurut saya yang pertama diwarisi
adalah istri

Saya sering melihat, perempuan setelah menjadi istri terpuruk dalam
lingkaran sumur dapur dan kasur. Itu tidak salah, tapi alangkah
bijaksananya jika suami memberi bekal ilmu kepada istri, misalnya
memberikanya kesempatan ikut seminar, memfasilitasi internet,
langganan majalah khusus wanita atau ibu, bergabung dengan groups
parenting, melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi dsb.

Kalo ibunya baca buku, insya Allah anaknya akan suka baca buku. Kalau
sudah suka baca, dengan sendirinya akan terbiasa menulis. Kalau suka
baca n nulis maka dia akan jadi kritis.

Sebagai inspirasi, alhamdulillah anak saya sejak usia 3 tahun 9 bulan
sudah bisa membaca. Walau belum bisa menulis tapi dari banyak buku
yang dia baca (kami biasa membelikanya buku bukan baju) dia sudah bisa
merangkai cerita dan mendongeng khas anak-anak. Sekarang umurnya 4
tahun, saya mau merekam cerita dan dongengnya untuk dijadikan buku.
Mudah-mudahan ada penerbit yang mau menerbitkan...

Tidak saja itu dari banyak membaca dia juga jadi kritis. Dia paling
suka buku "Sains Fiksi Balita" Penerbit  Kids Bestari. (harganya gak
mahal antara 5000-10000) Misalnya dia nanya "Dari mana asalnya api?. O
besi itu kuat ya?" Besi sombong sih, makanya dia kalah sama api"
katanya....subahanallah, alhamdulillah wasyukurillah....

Mudah-mudahan bermanfaat..

Salam hangat
Yesi Andesba. 35th
ANak DEsa Sning BAkar
Ibu 2 anak yang masih balita




On 7/3/10, Armen Zulkarnain <[email protected]> wrote:
> Assalamualaikum wr wb
>
> Angku, mamak, bundo sarato dunsanak sapalanta rantaunet
>
> Sebagai orang indonesia, khususnya minangkabau, kita berbicara dari waktu ke
> waktu sebagai salah satu cara berkomunikasi. Hal ini melahirkan banyak
> pembicara
> ulung dimasanya, yang bisa mengerakan massa, membuka wacana-wacana baru,
> berbagi
> pemahaman tentang ide-ide yang kita miliki, dll.
>
>
> Sisi minus dari berbicara adalah minimnya dokumentasi, dimana budaya kita
> dimasa
> lalu sangat minim dokumentasi sehingga tidak bisa diwariskan pada generasi
> penerus. Tiga hari bersama Angku Mochtar Naim sebagai "supir pribadi"
> beliau,
> sedikit membuka pemikiran saya (yang memang sedikit sulit untuk
> berkomunikasi
> verbal) bahwa sangat penting membudayakan kebiasaan menulis & menganalisa
> sejak
> dini pada generasi penerus minangkabau. Hal ini akan melatih sejak dini
> bagaimana menuangkan pemikiran & perasaan dalam bentuk tulisan, serta
> berpikir
> secara terstruktur memandang sebuah permasalahan. Selain itu, dengan tidak
> langsung hasil pemikiran-pemikiran itu bisa terdokumentasi sebagai warisan
> kepada generasi penerus.
>
> Bagaimana caranya aplikasinya dirumah tangga pada anak-anak kita? adakah
> teknik-teknik yang bisa dipakai? yang pasti saya juga memang tidak ahli &
> mengerti betul tentang hal ini. Mungkin Angku, mamak, bundo sarato dunsanak
> sapalanta bisa membantu hal ini. terlebih & kurang mohon dimaafkan.
>
> wasalam
>
>
> --
> .
> Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di
> tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
> - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an
> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke