Wa'alaikumussalam Pak Muljadi,

Saya setuju dengan bapak tentang masalah biaya tsb. Kita tidak bisa mengatakan kalau mau da'wah ya kenapa gak gratis. Ini bukan utk ESQ saja, tapi untuk para Da'i pun juga begitu. Masing2 mereka punya keluarga dan punya tanggung jawab. Siapa yang bisa menyatakan akan menanggung hidup mereka sekeluarga? baik itu Da'i, Trainer ESQ, atau yg lain. Jadi mungkin sdkt disimpulkan kalau mslh ada biaya itu tidak usah terlalu di jadikan poin kritis. Mahal bisa relatif, murah bisa relatif.

Saya kutip juga dari Pak Muljadi:

kan nyata kelihatan qualitas ESQ bagus, bisa/sanggup me-manage team pekerja 
yang gratis bin ikhlas.

Betul sekali pak hal ini sangat bagus, akan banyak orang-orang yg ikhlas dalam bekerja ataupun berbuat, tapi kembali lagi kita ini manusia. Akan ada sisi psikologis yang merubah ikhlas menjadi possesif atau terlalu memiliki, dan banyak hal lainnya. Simplenya, ESQ bisa terlalu berlebihan memperkerjakan orang2 ikhlas ini, menguras tenaga dan biayanya dari pagi sampai malam, kadang keluarga ditinggalkan dgn alasan bantu ESQ adalah berjuang di jalan Allah. Kebanyakan yang jadi ATS (Alumnae Training Support) adalah mahasiswa.

Sepertinya kita juga musti ikuti sunnah "Sebaik-baik urusan adalah yang pertengahannya (yang adil atau tidak berlebih-lebihan). (HR. Al-Baihaqi)".. ada kata adil dan tidak berlebihan.

Afwan atas segala salah kata...Wallahu'alam bishawab.

Wassasalam


On 14-Jul-10 4:33 PM, Muljadi Ali Basjah wrote:
Assalamualaikum Wr.Wb. yth. Bapak Dosen Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau, Bapk 
Roland Y. Mandailiang, Bapak Ryan Firdaus, Bapak Taufiq Rasjid serta dunsanak 
diPalanta.

Terimakasih banyak atas infos dan pendapat2 para Bapak2 yang saya hormati 
diatas yang telah bersedia meng-informasikan saya.

Bapak Taufiq Rasjid, dari uraian yang bapak ceritakan,  kan nyata kelihatan 
qualitas ESQ bagus, bisa/sanggup me-manage team pekerja yang gratis bin ikhlas.

Bapak Ryan, saya bukan tidak sependapat dengan Bapak Ryan, hanya (se)dikit 
lain.... yah memang nilai uang itu relativ Pak Ryan.
Bagi yang mau berhasrat berkenalan dengan manager2 di ESQ yah terpaksa bayar 
agak relatip banyakan, minimal kenal ama empunya ESQnya. Paling sedikit menang 
mendapat pengalaman/ilmu baru dari ESQ. Bak penonton Theater Seni, 
dilihat/kelihatan serta ikut melihat, terserah nilai2 mana yang diutamakan.
Seperti pengukur waktu, yang tidak mau/sanggup bayar..... lihat jam umum, misal 
jam Gadang; mau yang bagusan beli arloji ROLEX PLATIN/ PATEK PHILIPPE PLATIN 
dengan berlian dll, mau yang murahan/ekonomis beli Jam Dinding (rusak..... 
timpukkan ke-Dinding).

Saya pernah dengar....rasanya tahun lalu pernah ada di KBRI Wassenar Belanda, 
mungkin karena banyak masyarakat Indonesianya, tetapi entahlah diGerman rasanya 
belum pernah ada. Mungkin mungkin saja karena kebetulan mayoritas Indonesianya 
yang di German terdiri dari golongan Mahasiswa/i.

Mungkin ada baiknya berprofesi dibagian agama, duit dapat, pahala dapat, kita 
terpandang, sayang......... mau banting stir sudah telat....lagian bukan takdir 
saya kali ya..

Wassalam,
Muljadi


--
*Roland Y. Mandailiang*
????? ????????
/Jeddah, KSA/

/“the best of you is the most contributed to the other people”/

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,
menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar,
dan beriman kepada Allah... "(QS 3:110)

--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
 1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke