Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: [email protected] Date: Fri, 16 Jul 2010 02:21:30 To: Armen Zulkarnain<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] SURAT LKAAM YANG KE DUA TENTANG KKM 2010
Kalau saya justru menganggap LAMR mirip suatu yang floating mass karena kurang mengakar pada semua lapisan masyarakat Riau baik yang asli maupun pendatang Kalau memang mereka punya gigi, seharusnya peduli dengan berbagai premanisme yg ada Ada yang berlindung dibawah Laskar Melayu maupun beberapa OKP Pola kekerasan dan pemaksaan Ini sangat merusak Citra Melayu yang penuh keramah-tamahan itu Soal bagi hasil minyak bumi Kadang saya anggap itu hanya untuk kepentingan sesaat. Sesudah ada hasil lumayan banyak yang memperkaya diri sendiri Apakah ada pengaruhnya untuk rakyat ? Listrik, fasilitas umum, pendidikan Bahkan Jalan di Riau terkenal paling hancur di Sumatra Selain itu mereka juga membentuk Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Melayu Riau yang cukup exclusive Semua pendatang juga punya paguyuban masing-masing Akibatnya tentu ownership mereka terhadap propinsi itu juga beragam Bahkan sejak otonomi ini, semua yang ingin berkembang kariernya harus "Balik kampung" Kalau tidak kariernya bisa jalan ditempat saja Soal aktivis. Maaf lumayan banyak saya temui para Opportunist disini Apakah via demo bayaran dll. Jadi tidak semuanya yang murni untuk memperjuangkan kepentingan rakyat Bahkan untuk Illegal Logging ada dillema Kalau dibasmi semua, orang kampung yang dibayar cukong demo ke Polda Mana yang benar ??? Jadi jangan samakan kondisi Riau dengan Sumbar Soal ada MTKAAM selain LKAAM. Jangankan Lembaga tsb, kerajaan Pagaruyung saja dianggap semacam federasi. Karena tiap Nagari punya otonomi yang luas Walau MTKAAM itu sudah ada sebelum era PRRI, saya tidak tahu visi,misi dan sepak terjangnya masih sama dengan yang lama Yang saya tahu LKAAM saat ini lebih legitimate dan dikenal masyarakat selama ini Silakan cermati email saya selama ini Saya tidak pernah menyatakan LKAAM atasan dari KAN Tapi atas dasar kebutuhan persatuan di Kecamatan/Kabupaten/ Luhak dan Propinsi. Mereka bersatu dalam badan LKAAM tsb Karena itu mereka melakukan Mubes bukan Raker atasan-bawahan Saya juga tidak secara taqlid membenarkan tindak-tanduk petinggi LKAAM Kalau memang kita merasakan ada yang keluar jalur bisa kita ingatkan dengan komunikasi yang baik Saya rasa disini cukup banyak pakar Komunikasi. Jadi saya tidak perlu menggurui Kalau perlu diadakan "Medan nan Bapaneh" via diskusi di TV. Biar semua masyarakat bisa menilai mana yang emas mana yang loyang Tidak ada kusuik nan indak salasai Indak nyaman tingga di Rumah gadang , jan sampai mambuek pondok ditapi aia atau lereng bukik Wass TR Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Armen Zulkarnain <[email protected]> Date: Fri, 16 Jul 2010 09:28:37 To: <[email protected]> Cc: <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; Amri Aziz<[email protected]>; Abraham Ilyas<[email protected]>; Farhan Muin DATUK BAGINDO<[email protected]>; Ephi Lintau<[email protected]> Subject: Bls: [...@ntau-net] SURAT LKAAM YANG KE DUA TENTANG KKM 2010 pak TR, justru dengan itulah yang saya pertanyakan dengan jelas, karena pengalaman saya sewaktu menjadi OC pada Kongres Masyarakat Riau yang menuntut pembagian hasil minyak bumi yang lebih fair terhadap Riau dengan pemerintah pusat - dengan opsi merdeka (keluar dari NKRI) . Karena pengalaman saya sebagai aktivis mahasiswa di Universitas Riau, bahwa di prov. Riau terdapat banyak suku yang sudah menetap ratusan tahun disana, mulai dari Melayu, Tapanuli di Kab. Rokan Hulu, Bugis & Banjar di kab. Indragiri Hilir, Minangkabau di Taluk Kuantan, Arab di Siak Sri Inderapura, dan suku 7 suku terasing diantaranya Sakai, Talang Mamak, Kubu, dll, namun bisa tercapai kebersamaan. Saya punya seorang sahabat, mentor & juga kakak, seorang senior yang sama-sama satu kost & satu fakultas di pertanian Unri, bernama Johny Setiawan Mundung (beliau saat aktivis WALHI Riau) dan notabene "mundung" adalah sebuah suku dari Manado, dan diterima dalam sebuah masyarakat Riau. Begitu banyak perbedaan latar budaya dimasyarakat Riau, namun tidak sesulit seperti kita di Minangkabau yang berlatar sama dalam hal kebudayaan. Kita hanya 1 minangkabau, namun sulit sekali untuk mencapai kebersamaan. Kalau pak TR mengatakan LKAAM sebagai persatuan dari Ninik Mamak di minangkabau, saya katakan pak TR keliru besar, karena selain LKAAM masih ada MTKAAM, kalau boleh saya berbicara bahwa Penghulu itu otoritasnya hanya sampai pada kaumnya saja, sedangkan Nagari adalah peserkutuan dari seluruh kaum yang ada bermukim dari pada suatu nagari yang kita sebut dengan Kerapatan Adat Nagari (KAN). KAN jelas bukanlah onderbouw dari LKAAM ataupun MTKAAM. LKAAM maupun MTKAAM malah secara struktural-fungsional tidak ada di Nagari - Nagari manapun di minangkabau. Dan atas dasar apa LKAAM mengatasnamakan seluruh ninik mamak yang ada di Minangkabau???? Sungguh sebuah dasar yang rapuh dalam sebuah organisasi & tak pernah diperkuat sejak LKAAM berdiri 1966 selama 44 tahun. Dan saya pikir tidak perlu kita ungkapkan siapa aktor dari semua hal penggungat KKM ini, untuk menjaga nama baik beliau juga saya kira, dan sangat tidak etis membawa-bawa nama organisasi yang lain tanpa ada pernyataan resmi dari organisasi tersebut. Namun saya pikir apabila hal ini terus diungkit - ungkit, saya berani mengungkapkan semuanya disini & bersedia pasang badan untuk hal itu. Sudah terlalu lama minangkabau "berlarut-larut" dalam masalah ini, dan sebagai seorang masyarakat yang sudah bermukim 10 tahun di ranah minang (insya Allah hingga akhir hayat saya) alangkah baiknya kalau kita mau berjabat tangan untuk bersama-sama memperbaiki keadaan ini. Malangkah tantu indak sakali sampai Karajo tantu indak sakali sudah Indak ado malang samujua nan ko Indak ado mujua nan samalang nan ko Karajo elok rancak dipacapek sabalun datang nan buruak Karajo buruak rancak dipalambek, kok lai datang nan ka elok mohon maaf apabila ada yang salah dalam penulisan, karena kesempurnaan hanya milik Allah azza wa jalla. wasalam Armen Zulkarnain - 32 tahun Padang Dari: "[email protected]" <[email protected]> Kepada: Armen Zulkarnain <[email protected]> Jangan samakan Melayu Riau dengan Minangkabau. Melayu Riau terdiri dari beberapa etnik yang agak berbeda. Ada Melayu Siak, Para Raja Indragiri dan yang matriachat dari Kampar dan Kuantan Mengingat perbedaan tsb Jadi ditingkat Propinsi LAMR hanya sekedar federasi saja Kalau Minangkabau rasonyo awak berangkat dari akar yang sama. Walau kerajaan Pagaruyung dulu juga dianggap semacam federasi Karena adat salingka nagari yang lebih diakui Sekarang karena ada kendala dengan LKAAM anda akan beralih kepada Lembaga yang lebih mengakomodir kehendak anda Selanjutnya atas nama kepentingan masyarakat yang disusupi kepentingan pribadi (?) Mungkin akan tumbuh berbagai lembaga sejenis. Karena semua orang akan merasa berhak membuat lembaga sesuai keinginannya Yang saya takutkan nanti juga akan berbagai KAN tandingan di setiap Nagari Kalau itu terjadi anda telah sukses dan tercatat sebagai PEMBAHARU--PENGHANCUR Adat Minangkabau "Untuak membasmi mancik jan sampai rangkiang nan dibaka" Wass dan banyak maaf TR -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
