Memang paralu bana *raso jo pareso* dilewakan baliak di ranah tu. Pelatihan ESQ iko bisnis, tingkat tinggi.
Apo alah *dipareso* bana ESQ itu ado manfaatnyo berdasarkan data penelitian/survey untuak mahasiswa baru. Kejujuran intelektual adalah modal awal dari seorang sarjana. Kok *raso* mungkin alah banyak nan bacucuran aie mato kutiko ikuik pelatihan. Tapi ado pulo nan mengharamkan ikuik ESQ itu. Mahasiswa baru: 5910 orang x Rp.275.000,- = *Rp 162.5250.000,-* (http://ja-jp.facebook.com/topic.php?uid=122585202729&topic=14751). Apo pitih sabanyak itu indak bisa dipakai untuk melaksanakan pendidikan agama nan tidak kontroversial ? Salam AI -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
