iqbal rahman to rantaunet show details 9:08 PM (22 hours ago) Assalamuualaikum Wr Wb.
Dunsanak Muzirman Manuruik ambo tantang manajemen dan demokrasi , indak tapek selalu digunokan manajemen konflik untuak mancapai tujuan , tujuan akhir dari manajemen conflick ko adolah mangalahkan lawan dengan telak atau mencapai tujuan nan manjadi target nan handak dicapai tanpa mempedulikan efek terhadap urang lain ...toh inovasi nan tercipta labiah bersifat material buliah dikatokan manajemen konflik ko jarang menginovasi nan basifat Non material .. berkata kasa pun buliah . apolai teoriko digunokan dalam komunitas nan baragam atau diterapkan dalam rumah tangga.. berabe pak ... ambo jamin ribuik taruik (conflict creates innovations.? ) Dalam hal manajemen , diam pun manajemen , kato malereang pun manajemen manuruik ambo akan labih santun terarah dalam mencapai sesuatu jadi tapek kato urang tuo kito dalam manyalasasikan masalah kito lakukan " rambuik indak putuih , tapuang indak taserak " Maaf kalau indak berkenan. Salam Iqbal Rahman (saya copypaste postingan sanak) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ WALAIKUM SALAM, Terimokasih atas komentarnyo, BISA BARAJA Ambo TTG MANAJEMEN KONFLIK ko, kok dek ambo lihat dgn kacamata sederhana sajo, KRN TERJADI NYA KONFLIK ANTARA AWAK, (perbedaan pendapat)..kito harapkan muncul pendapat yg *paling baik dari yg terbaik*,.. inilah yg ambo sebut *conflict creates* *innovations ,* Kito harapkan kreatifitas anak kemanakan Minang akan mengeluarkan pemdapat2 nya,proactive nya di ransang utk itu, bhw setiap innovation muncul nya dari pemikiran yg boneh (non material) dan nanti nya mari kita pilih/aplikasikan setlh mengalami /melalui uji coba, test, dan hantaman serta kritikan sana sini. Management conflict nan sanak maksudkan, "mengalahkan lawan dgn telak",.. tanpa mempedulikan efek terhadap orang lain" , wah babeda awak, manajemen konflik ambo win-win approach, ado tolak ansua dek awak, tp kalau masalahnya pricinple..kito jangan mundur atau istilah awak " lamak dek awak, katuju dek urang". Masalahnyo siapo yg mengdefinisikan , *"lamak deka awak,....katuju dek urang, apa principle,.dll.? ya tentu kedua belah PIHAK *menyetujui nya,..tp lain hal dgn kasus awak ko, mari kita lihat skenario nya: 1. Suatu lembaga mau di bentuk kita harapkan secara legal, sah, penting, dll(keterwakilan)berkenaan dgn kepentingan anak kemanakan Minang(rang banyak),..,kmd, 2, Kemudian Lembaga yg tlh ada (mungkin bersamaan) menolak, kenapa menolak dll nya dgn alasan yg mungkin kita duga saja,... bla bla .. 3.Adalah konsekwensi pertanyaan logis , knp perlu Lembaga baru, tentu ada pertanyaan yg logis,.. Bgmn kinerja lembaga itu nya selama ini,? dll. (Sayang nya sanak Iqbal, berkomentar, dicari2 kelemahan Lembaga itu, tidak ketemu buku dgn urat ....).. 4.Kmd data/info lain, ternyata lembaga itu menfaatkan dana publik (APBD), adalah logis anak kemanakan mempertanyakannya, sejauh mana kinerja nya, apa program dan kendala dalam hal ini? (Sayang nya, ada yg berkomentar dana publik nya secuil *makan mancit*,dll. tp disini lah principle nya, "kalau dana publik digunakan, maka... ..dan kalau kita mau menuju good governance, accountability, transparancy, seharusnya di debatkan/diskusikan (public hearing) di depan publik,.apa adanya..dll. tp krn demokrasi kita ya begitu, kita baru bersifat procedural pemilu,..(pinjam istilah seseorang) ,..yg kita cemaskan terjadi nya "tyranny by majority", dgn alasan, kami ini kan di pilih lbh 70 percent rakyat,..so You can do what you like, that is bullshit (pinjam kata seorang anggota DPR). ,Yg minority atau rakyat badarai habis exixtensi nya, ssdh pemilu, bye bye, tidak bisa bertanya dsb? Yg jelas kebiasaan ini, sangat misleading, wrong direction, salah arah, seharusnya kita *menumbuh kembangkan nilai2 demokrasi* itu, apalagi kita anakMinang, bangga dgn rhetorika egalitarian, sdh terbiasa yg namanya,*"hati gajah samo di kacak, hati nyamuak samo dicacah, bulek air di pambuiluah, bulekkato dek mufakek, duduak samo randah tagak samo tinggi, bla bla blaa. dll.* Kebetulan saya juga di lahirkan di Minangkabau, ber *minung-minung lah lah hobi saya ,(ganti a=u) diulang kaji nan lamo, ada ke banggaan masa lalu, kabau saya Menang, kabau pendatang kalah, *stlh ber minung-minung, baru ingat dan terperanjat Ini sdh abad 21 kawan, ada infomation superhighway, dgn hitungan detik kita bisa dapat info, dan terus ke kamar tanpa sekat2/batasan demografi,..to the point lansung ke yg bersangkutan. Apakah anak kemanakan Minang masih ber minung? Teringat *"tunjuak luruih , kelingking bakaik, kelingking saya menunjuk ke Muzirman Tanjung, You shut up, you talk too much, thread tutuik, ok. Ooops.* ** *P*ertanyaan utk sanak Iqbal, dgn di tutuik nya thread ini, mungkin kah innovation akan muncul ? Sebagai anak minang, marilah kita ber Minung lagi dan berdoa seoga Tsunami dan Gampo indak datang mencobai machluk yg ber minung. Wass. Muzirman Tanjung. -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
