Dunsanak Palanta RN yang budiman Cabe, cabai (Minang : Lado) itu memang pedas, tapi dibalik pedasnya itu tersimpan manfaat bagi tubuh kita. Jika cabe dibelah, akan kita temukan tangkai putih di dalamnya yang mengandung zat capsaicin. Capsaicin ini seperti minyak dan menyengat sel-sel pengecap lidah. Zat inilah yang mengakibatkan cabe menjadi terasa pedas dan panas di lidah saat kita mengkonsumsinya. Selain itu, capsaicin ini dapat membuat para pengkonsumsinya merasa ketagihan. Itulah alasan mengapa banyak orang begitu menyukai, bahkan tidak mau berhenti mengkonsumsi cabe. Memang rasa pedasnya menimbulkan selera makan yang tinggi. Tak heran, kalau dengan sambal yang lezat porsi makan jadi bertambah banyak. Jika dikonsumsi dalam jumlah terlalu banyak, cabe dapat mengakibatkan sakit perut yang dahsyat bagi pengkonsumsinya. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, cabe justru akan memberikan banyak manfaat kesehatan bagi pengkonsumsinya.
Sampai saat ini saya tidak bisa membayangkan dalam seni kuliner ranah minang tanpa cabe/lado (terutama cabe keriting) entah apa yang akan terjadi, entah bagaimana rasa masakan minang yang terkenal bagi sebagian lidah orang terasa pedas tapi tetap mengutamakan cita rasa berselera yang terkadang "pedas enak" masakan minang ini selalu "ngangeni: bagi para pecinta kuliner. Tak bisa dipungkiri cabe adalah bumbu dan bahan utama yang wajib hadir dalam setiap masakan atau seni kuliner ranah minang. Rasa-rasanya hampir semua masakan minang yang cukup populer di lidah masyarakat nusantara bahkan mancanegara dipastikan menggunakan cabe sebagai bumbu dan bahan untuk menghadirkan cita rasa berselera sebuah masakan, sebut saja Rendang, Kalio, Aneka Gulai (Tunjang, Ayam, Daging dan Ikan), Asam Pedas (jangan ditanya memang cabe melulu untuk mendapatkan kuahnya yang merah menggairahkan), Aneka msakan goreng balado (namanyo juga balado sama kan artinya "bercabe"), soto padang, bisakan anda menikmati dengan syhadu soto ala Padang tanpa sesendok atau dua sendok cabe giling yang menyentrum ubun-ubun anda pedasnya (kalau saya yang ditanya ahaa..hidup saya hambar dan hampa makan soto Padang tanpa kuahnya dikasih cabe giling yang begitu halus dan lembut). Tentunya aneka samba lado yang begitu banyak ragam, lagak dan gayanya untuk membangkitkan dan menggugah selera makan kita. Lupakan imbaun Menteri di Rebuplik ini ketika harga cabe naik melambung tinggi, kita-kita diimbaunya menghentikan makan cabe (ahhh gila kali ya..berhenti makan cabe, seperti kata Prof Rahmadhanil..."Berhenti makan cabe, ini sudah menjadi persoalan hidup mati", jika Prof ahli Biologi ini bikin sebuah partai yang bernama "PCBDH" (Partai Cabe Bagian Dari Hidup Saya) maka saya adalah anggotanya yang paling militan :-). Terasa sangat pas sekali sentilan Mang Usil (Pojok Kompas, Selasa, 20 Juli) atas imbauan menteri tersebut " Imbauan pedas tapi kurang cerdas. Bahkan imbauan Menteri ini untuk seekor Beo kakak ipar saya yang pintar ngoceh yang dikasih ektra puding cabe merah rasa-rasanya kurang pas juga, karena cabe inilah si Beo daya tahan tubuhnya cukup tinggi dan jarang sakit. Pak Menteri bisa jadi juga "kurang gaul" dengan apa dan bagaimana seputar cabe yang telah menyangkut hidup orang banyak dengan segala perilaku pasarnya, mekanisme pasarnya, masalah yang dihadapi petani cabe, faktor-faktor yang mempengaruhi kapan produksi cabe berlimpah dan kapan produksi anjlok tidak seimbang., bisa jadi juga Pak menteri kita ini tidak tahu dibalik pedas rasa cabe tersimpan puluhan manfaat bagi kesehatan tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.. Ini beberapa manfaat cabe buat kesehatan tubuh yang saya dapat dari berbagai tulisan dan artikel di dunia maya : Delapan Belas Manfaat Lainnya pada Cabe 1. Cabe dapat meredakan pilek dan hidung tersumbat karena capsaicin dapat mengencerkan lendir. Sehingga, lendir yang tersumbat dalam rongga hidung akan menjadi encer dan keluar. Akibatnya, hidung menjadi tidak tersumbat lagi. Ini berlaku pada sinusitis dan juga batuk berdahak. "Saya pikir ada benarnya , kalau lagi flu, hidung mampet terasa badan kurang enak biasa dengan memakan cabe lebih tepatnya makanan-makanan yang pedas-pedas sebut sajo aneka samba lado, soto atau baso yang sambelnya pedas akan membuat yang berlendir-lendir dan mampet dihidung akan "mencair" dan akan tuntas jika kita membuangnya dengan sekali atau dua kali tarikan agar keluar dari hidung dan membuat perasaan agak lega (efek meredakan buat gejala flu dan deman yang ringan)" 2. Cabe dapat memperkecil risiko terserang stroke, penyumbatan pembuluh darah, impotensi, dan jantung koroner. Karena, dengan mengkonsumsi capsaicin secara rutin darah akan tetap encer dan kerak lemak pada pembuluh darah tidak akan terbentuk. Sehingga, darah akan mengalir dengan lancar. Jadi, cabe juga berkhasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah (trombosis). "Mungkin ini juga yang diteliti oleh kolega Dokter Rahyu , masakan minang yang cukup tinggi kolestrolnya mampu "di redakan atau dilawan", dengan kandungan cabe yang terlarut atau diolah dalam masakan minang yang cukup tinggi pemakaian cabe sebagai bumbu dan bahan masakan. 3. Sebagai antibiotik alami. 4. Cabe dapat meringankan keluhan sakit kepala dan nyeri sendi. Karena, rasa pedas dan panas yang ditimbulkan capsaicin akan menghadang pengiriman sinyal rasa sakit dari pusat sistem saraf ke otak. Sehingga, rasa sakit tersebut akan berkurang, bahkan hilang. 5. Cabe dapat meningkatkan nafsu makan pengkonsumsinya. Karena, capsaicin dapat merangsang produksi hormon endorphin, hormon yang mampu membangkitkan rasa nikmat dan kebahagiaan. Sehingga, nafsu makan menjadi bertambah. "Ya jelas sekali, aneka samba lado orang minang pastinya akan membangkitkan selera makan kita, masih ingat saya cerita orang tua saya di jaman perang ketika cabe begitu susah di dapat atau boleh dikatakan tidak ada, maka jalan keluar yang sekiranya membuat kita "geleng-geleng kepala" begitu berartinya rasa pedas cabe untuk sedikit membangkit selera makan ketika jaman susah tersebut dengan jalan batu penggilingan cabe (minang : batu lado) yang masih ada sisa-sisa pedas cabe disiram sama air mendidih lalu ini sebagai kuah makan nasi (Entah iya entah tidak cerita ini, atau terlalu didramatisir paling tidak mengisyaratkan bahwa cabe memang tidak bisa lepas dari kehidupan dan cara pola makan (masakan) orang Minang, bahkan dalam keaadaan perang sekalipun ada benarnya pendapat Prof Ramadhanil "cabe sudah menyangkut hidup mati orang minang" he he he 6. Menurunkan kadar kolesterol 7. kandungan antioksidannya dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan 8. Ekstrak buah cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida Albicans, yaitu jamur pada permukaan kulit 9. Menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas 10. Meredakan migraine 11. Untuk gangguan rematik dan frostbite (jari nyeri karena kedinginan) 12. Daunnya bisa digiling untuk dibalurkan di daerah yang sakit guna mengatasi sakit perut dan bisul. 13. Mengobati perut kembung 14. Membantu pembakaran kalori hingga 25%. 15. Memberikan kalsium dan fosfor bagi tubuh 16. Cabe menghasilkan vitamin C (lebih banyak daripada jeruk) dan provitamin A (lebih banyak daripada wortel) yang sangat diperlukan bagi tubuh. 17. Kaya akan kalsium dan fosfor yang mengungguli ikan segar. 18. Cabe dapat menghilangkan rasa dingin pada tubuh dengan cara mengoleskannya pada bagian yang terasa dingin Itulah diantaranya 18 manfaat cabe dinatara berbagai artikel lainnya yang mengulas seputar manfaat cabe buat kesehatan tubuh kita, jikapun harga cabe saat ini cukup mahal apalagi memasuki bulan suci Ramadhan yang tentunya permintaan cabe semakin tinggi sementara pasokan dari petani cabe terbatas tentunya bulan-bulan kedepan harga cabe akan tetap mahal. Berhenti Makan Cabe.....Nggak lah yahhh..ini sudah menyangkut "HIDUP DAN MATI ", Pak Menteri Yang Terhormat, menguranginya saja masih mikir-mikir Pak, nah imbauan yang paling pas dan mantap Pak Menteri seperti yang disampaikan salah seorang perantau Minang yang di Jerman "BERHENTI MAKAN SUAP" Wass-Jepe The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
