Baa, kok diusulkan supayo, pengambil kebijaksanaan nan mewajibkan calon
mahasiswa mengikuti ESQ itu ikuik dulu training nan pernah diikuti sanak
Anzori tsb.

Supayo beliau beliau itu bisa membedakan training ESQ/ciptaan AAG
dengan *training
non religik*/training Asia Works mulai basic sampai leadership program yang
penuh dengan *psyshological games*. Yang mengutamakan perubahan prilaku
dengan merubah nalar bawah sadar dan tanggungjawab diri atau/membangkitkan
self motivation untuk menjadi manusia baru.

Bara kiro kiro biayanyo pak, supayo rektor Unand indak memungut dana untuk
kegiatan yang tak jelas dasar ilmiahnya (dari ilmu psikologi).

Hal iko manuruik ambo sangat serius karano ado pantun lamo nan manyabuikkan:

*Berburu ke padang datar
Dapat rusa belang kaki
Berguru kepalang ajar
Seperti bunga kembang tak jadi.
*
Perguruan Tinggi itu lembaga yang dipercayai masyarakat, apa yang dikerjakan
PT akan diyakini kebenarannya oleh masyarakat.

Salam

Abraham Ilyas lk. 65th
www.nagari.org

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke