Bulan Purnama
Oleh K Suheimi

Saya tatap bulan Purnama sebagai bola bulat yang penuh dilangit biru yang tak 
berawan.

Di Jakarta yang bermandikan cahaya, seakan cahaya bulan itu hilang begitu saja. 
Namun dibalik gemerlap dan simpang siurnya kendaraan. Cahaya rembulan tetap 
agung dan anggun, saya tatap bulan yang seakan mengikuti kamanapun kami pergi.

Bulan purnama inilah yang ketika kecil kami nantikan, dengan cahaya rembulan 
ibu dan ayah mengembangkan tikar di halaman rumah. Disana kami duduk bersama 
bercengrama
Bermandikan cahaya bulan, ayah saya menggesek biola , ibu mendongeng putri 
salju sampai di kedinginan malam, baru masuk kerumah, tidur dengan lelapnya

Kenangan masa kecil tak pernah putus dari ingatan.
Dikali yang lain dengan teman sebaya berkejar-kejaran main "lakon semba". 
Demikian aktif dan bersemangat sampai larut malam bermandikan keringat. 

Tiap ada bulan purnama selalu kami nikmati dan kami syukuri kehadirannya

Malam ini bulan purnama itu muncul lagi, cahayanya membangkitkan rindu, rindu 
akan masa-masa indah di kala dulu. 
Waktu mengalir terus, ia tahu banyak hal yang hilang, dan banyak yang di 
peroleh.

 Ya Allah bimbinglah kami dalam setiap detik waktu yang kami lalui menjadi 
waktu-waktu yang bermanfaat

Saya tatap bulan penuh itu, esok adalah pertengahan bulan syakban. Disebut 
Nisfu syakban. Ketika pergantian pencatatan, hari ini adalah lembaran terakhir 
buku ditahun ini. Saya ingin hari terakhir ini di akhiri bersama anak-anak dan 
cucu.
Malam ini kami berjanji akan ngumpul semua anak dan menantu serta cucu. Agar 
masing-masing buku kami ditutup dengan sesuatu yang berkesan

Esok malam Malaikat akan membawa buku ini ke langit dan menganti dengan buku 
baru
Ya Allah semoga lembaran terakhir dan lembaran baru serta setiap lembaran buku 
kami bertuliskan kerja yang bermanfaat, bertuliskan amal saleh 
 
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Sucinya dalam Al_Qur'an

Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. 54;1

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di 
dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan 
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan 
yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat 
tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan 
barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah 
baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang 
lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran 
bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu 
mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu 
bersyukur. 2;185

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Jakarta 24 Juli 2010
Tulisan ini bisa dibaca pada
http://hospital-pmc.com/

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke