Tarimo kasih Angku Riri. katangannyo rancak untuak mampakayo  pangatahuan kito 
basamo tantang jalan koretapi.

Salam,
--MakNgah

--- In [email protected], "Riri Mairizal Chaidir" <riri.chai...@...> 
wrote:
>
> Mungkin indak Mak Ngah.
>   
> 
> Manuruik babarapo referensi jalur Padang - Padangpanjang dan Padangpanjang
> Bukittinggi lah salasai tahun 1891. 
> 
> (Selanjutnya: Padangpanjang - Solok; Solok Muaro Kalabann, dan Padang -
> Taluak Bayua selesai 1892; dan Muaro Kalaban - Sawahlunto salasai tahun
> 1894.
> 
> Untuak tambah2 bacaan, di bawah ambo copas kan hasil coret2an ambo tentang
> Sejarak Perkeretaapian di Minangkabau.
> 
> Riri
> 
> Bekasi, l, 48
>   
> 
> SEJARAH PERKERETAAPIAN DI MINANGKABAU
> 
> Keretaapi - baik kendaraan, maupun sistem - yang kita kenal sekarang adalah
> merupakan hasil dari evolusi yang sangat panjang. Sebagai kendaraan,
> perkembangan kereta api tidak lepas dari perkembangan teknologi ketel uap,
> yang kemudian diterapkan di kendaraan beroda - yang sekarang disebut
> lokomotif. 
> 
> Sistem perkeretaapian sendiri memiliki sejarah yang jauh lebih panjang. Ada
> yang menghubungkannya ketahun 600SM, dimasa itu telah dikenal "rutway",
> kereta yang ditarik oleh sapi dan berjalan di track antara Diolkos melintasi
> Isthmus of Corinth. Sistem rutway ini berpoerasi sampai ratusan tahun,
> sampai kemudian "menghilang dari catatan".
> 
> Perkeretaapian generasi berikutnya - yang menggunakan lokomotif uap - mulai
> berkembang di sekitar akhir abad ke 18 - awal abad ke 19, antara lain dengan
> dioperasikannya lokomotif uap untuk pengangkutan batubara di daerah South
> Wales, Inggeris oleh Richard Trevithick. Amerika Serikat mengikutinya
> sekitar seperempat abad kemudian, di Balitmore dan Ohio, yang digunakan
> untuk mengangkut barang2 perdagangan.
> 
> Sejarah perkeretaapian di Indonesia - yang waktu itu masih di bawah jajahan
> Belanda - dimulai dengan "peletakan batu pertama" pertengahan 1864, dan
> kemudian jalur pertama mulai dioperasikan antara Semarang dan Tanggung tiga
> tahun sesudahnya. Pembangunan jaringan dilakukan sebahagian-sebahagian, dan
> baru tahun 1894 (30 tahun kemudian) Jakarta - Surabaya tersambung oleh rel
> kereta api. Perjalanan antara Jakarta dan Surabaya membutuhkan waktu tiga
> hari, dengan total waktu di jalan selama 32 jam lebih (karena keretanya
> tidak berjalan di malam hari).
> 
> Sejarah perkembangan sistem perkeretaapian Minangkabau sepertinya mengulang
> sejarah pengembangan perkeretaapian dunia, yaitu dimulai untuk pengangkutan
> Batubara. Antara tahun 1891-1894 dilakukan pembangunan jalan kereta api
> antara Teluk Bayur dan Sawah lunto sepanjang 158km. Rel ini harus menempuh
> jalan yang memiliki elevasi yang sangat bervariasi, mulai dari pinggir laut,
> menanjak tinggi sampai 773 m di Padangpanjang. Terjalnya tanjakan,
> membutuhkan adanya bagian-bagian dimana lokomotif harus menggunakan roda
> bergigi untuk berjalan diatas "rack". Dengan "rack" sepanjang 43 Km, "rel
> gigi" antara Kayutanam dan Batutaba ini merupakan lintasan rel gigi
> terpanjang di Indonesia.
> 
> Jalur Teluk Bayur - Sawahlunto ini kemudian dikembangkan dengan membuat
> cabang yang menuju Bukittinggi dan Payakumbuh, dan Pariaman. sehingga
> akhirnya jumlah panjang jalan keretaapi di Minangkabau mencapai 263 km.
> 
> Pada jaman pendudukan Jepang, dilakukan pembangunan jalan antara Moaro dan
> Pakanbaru. Ini merupakan catatan kelam, di mana untuk pembangunan jalur ini
> Jepang mengerahkan para tahanan perang dan juga penduduk lainnya (dikenal
> sebagai romusha). 
> 
> Masa pendudukan Jepang juga mencatat sejarah kelam lainnya, dengan adanya
> kecelakan tanggal 25 Desember 1944, di Lembah Anai, yang mengakibatkan 200
> korban meninggal dan 250 lainnya cedera. 
> Lokomotif yang digunakan untuk menarik rangkaian gerbong juga mengalami
> perkembangan. Pada awalnya, jaringan perkeretaapian di Minangkabau
> menggunakan lokomotif uap. Salah satu lokomotif uap yang "bersejarah" adalah
> Lokomotif bernomor seri E1060 yang baru saja "pulang kampung" dan sekarang
> siap untuk menjalani rute wisata. 
> 
> E1060 ini dikatakan istimewa, karena dia merupakan generasi terakhir
> lokomotif uap yang dibuat di Eropa Barat, dan ini juga merupakan lokomotif
> uap generasi terakhir yang diimpor ke Indonesia. E1060 ini dibuat oleh
> Esslingen, Jerman ini merupakan satu dari rombongan lokomotif sejenis yang
> didatangkan tahun 1966. Impor lokomotif uap terakhir, tahun 1967 dari
> Jepang, adalah untuk kereta jenis ini juga (tetapi pabriknya Nippon Sharyo).
> 
> Secara teknis, E1060 ini juga unik. Kode E menunjukkan lokomotif ini
> memiliki 5 sumbu utama. E1060 juga diklasifikasikan sebagai 0-10-0RT. 0-10-0
> menunjukkan 10 roda utama, tanpa roda depan atau roda ekor. R merupakan kode
> "rack" atau rel gigi, sedangkan T menunjukkan jenis kereta uap.
> 
> E1060 dan generasinya memang sengaja diproduksi untuk Sumatera Barat,
> sehingga jika dioperasikan di lain tempat, roda giginya tidak dapat
> beradaptasi dengan rel gigi yang ada.
> 
> Sesudah era lokomotif uap, digunakan lokomotif diesel. Salah sataunya adalah
> kelas BB204. Ini merupakan lokomotif tercanggih dijamannya, karena termasuk
> kelas diesel elektrik. Sesuai dengan bentuk alam yang harus dilalui, kereta
> ini juga merupakan kereta yang memiliki rel gigi.
> 
> Riri 17 Peb
> Sumber: Macam2, maaf tidak ditulis satu persatu, but for the author I
> referred to, makasih banyak ya
> 
>  
> <http://www.facebook.com/photo.php?pid=181921&op=1&view=all&subj=53443949062
> &aid=-1&auser=0&oid=53443949062&id=1272492388>
> http://photos-e.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v357/45/5/1272492388/a1272492388
> _181921_3014.jpg
> 
> Stasiun Padangpanjang tahun 1935.
> Photonya ngsmbil dari
> http://kitlv.pictura-dp.nl/index.php?option=com_memorix&Itemid=28&task=resul
> t&searchplugin=eenvoudigdistkitlv&onderwerp=railway%20stations&rpp=30&cp=3
> 
> tempatnya katanya: Emplacement van de Staatsspoorwegen ter Sumatra's
> Westkust te Padangpandjang
> 
> 
> From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
> Behalf Of Hambo Ciek
> Sent: Sunday, July 25, 2010 7:48 PM
> To: [email protected]
> Subject: [...@ntau-net] Lubang Kalam Anai?
> 
> Mungkinkoh  iko gambar Lubang Kalam di Anai waktu mulo-mulo pambangunan
> Jalan Koretapi? Indak disabuikkan mountain dimaanyo.
> 
> 
> 2. Economic and social history
> 
> 
>  
> <http://wapedia.mobi/en/File:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Arbeiders_poseren_bij_ee
> n_in_aanbouw_zijnde_spoorwegtunnel_in_de_bergen_TMnr_60047638.jpg> 
> Workers pose at the site of a railway tunnel under construction in the
> mountains,
> 
> http://wapedia.mobi/en/Dutch_East_Indies#4.
> 
> --MakNgah
> Sjamsir Sjarif


-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke