Dunsanak di palanta nan ambo hormati. Manuruik keyakinan ambo, caro bakomunikasi lisan nan paliang elok iolah sarupo sambah kato para pemuka adat di kampuang kito. Di situ ado raso/etika komunitas nan mungkin menjadi ciri khas budaya MK itu sendiri.
Walaupun memakan waktu yang lama untuk menyampaikan pesan yang tampaknya
sepele, tapi tak ada orang lain yang tersinggung/tersakiti tak sengaja.
Alon alon asal kelakon VS capek capek timbua upek.
Ambo ba andai andai, baa kalau indak ado acara sambah kato di kampung.
Banyak nan bisa dicermati dari ungkapan ungkapan nan kalua dari dalam acara
sambah kato itu, nan mungkin bisa dijadikan pegangan oleh kito orang MK.
Tanggal 4 Maret yl. ambo postingkan "Tiga kali nan empat jenis kata yang
mempunyai akibat sendiri-sendiri bila diucapkan"
Walaupun ambo indak bisa basambah kato, tapi ambo cubo juo manulihkan apo nan
bisa dikumpuakan tantang kato iko.
Bukan mukasuik ambo untuak manggurui sanak sanak, angku angku, datuak datuak
tantang kato tsb. tapi ingin batuka kesimpulan sajo satantangan makna kato iko:
Ketika berbicara kita sering menggunakan nan empat langgam kata.
Pilihlah langgam yang sesuai untuk lawan bicara
1. Kata mendatar
2. Kata melereng
3. Kata mendaki
4. Kata menurun
Langgam kata berarti kebiasan, tata-cara, sopan-santun atau tata-krama
berbicara.
Langgam dapat pula diartikan nyanyian keroncong, nyanyian Jawa, nyanyian Sunda.
Sebaiknya langgam kata yang akan dipakai ketika berbicara dengan orang lain
disesuaikan dengan status orang tersebut.
(Untuak pemilu wakia wakia nan sarupo kiniko "status" orang indonesia sama lho,
cadiak pandai, pakai cawat/koteka dst.)
Judul nan Empat langgam kata ini dipahami sebagai nan Empat yang asli oleh
orang Minang/kita semua yang memahami adat,
sedangkan judul nan Empat pemahaman ilmu agama merupakan judul yang dipahami
betul oleh kaum agama.
Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa atau seseorang ditunjukkan dengan
bahasa yang digunakannya (menurut pituah urang urang gaek awak
---> Bahasa menunjukkan bangsa (bangsawan). Nan iko mungkin agak babeda jo
paham materialisme?
.
Kata mendatar merupakan langgam kata yang digunakan saat berbicara dengan kawan
sebaya dalam percakapan sehari-hari.
Biasanya bercampur dengan canda, tawa gurauan atau lelucon.
Kata melereng digunakan saat berbicara dengan orang yang disegani sesama orang
dewasa, berbicara dengan ipar, besan, menantu, mertua.
Sebagai contoh, seorang menantu tidak akan berbicara apa adanya mengenai
masalah-masalah keluarga kepada bapak/ibu mertuanya.
Diperlukan kata-kata melereng yang menggunakan kalimat-kalimat perumpamaan,
sindiran dan sebagainya.
Kata mendaki digunakan ketika berbicara dengan orang yang lebih dihormati.
Kalimatnya harus teratur, formal dan sopan.
Panggilan terhadap lawan bicara harus sesuai dengan martabat orangnya seperti
bapak, ibu, kakak, guru, buya, engku/tuanku dan sebagainya.
Kata menurun digunakan saat berbicara dengan orang yang statusnya lebih rendah.
Misalnya ketika orang tua menyuruh anaknya atau antara kepala kantor dengan
staf.
Kalimat yang dipakai biasanya pendek, formal tanpa perumpamaan-perumpamaan dan
sindiran.
Laksana gembala menyebut unta
Tua muda dipanggil sama
Bila tak punya langgam kata
Terkadang yang tua disebut nama
--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
<<gaek.gif>>
