Tiok ambo postiangkan "Hoyak-hoyak Gampo" tiok ambo danga permasalahan 
penyaluran bantuan gampo ko, masih tangiang-ngiang di talingo/mato ambo 
kecek/postiang Angku Masdar wakatu kito di Rantaunet mulo-mulo aktif 
mangarahkan tanago mamgumpuaknan dana untuak Bantuan Gamopo Kurinci di 
penghujung abad nan lalu. 

"MakNgah," kecek Angku Masdar Tan Gala Mainda kiro-kiro, "soal pitih mamitih ko 
banyak tangan nan licin..."

Mungkin rncak juo kalau dipraktekkan hukumnyo, KUDUANG SAJO TANGAN-TANGAN NAN 
LICIN TU... 

Salam,
--MakNgah

--- In [email protected], "Nofend Marola" <nof...@...> wrote:
>
> Rabu, 28 Juli 2010
> 
> Padang, Singgalang
> Sejumlah anggota DPR-RI 'adu mulut' dengan Tim Pendamping Teknis (TPT)
> Rehab-Rekon Sumbar, di gubernuran, tadi malam. Masalahnya, DPR sudah ketuk
> palu Juni lalu, tapi dana bantuan gempa itu tak kunjung diberikan kepada
> korban. Apa yang mau diberikan, sebab satu senpun dana itu belum masuk ke
> rekening TPT RR Sumbar.
> 
> Usut punya usut, ternyata dana Rp350 miliar itu, tidur nyenyak di rekening
> Dirjen Pembendaharaan Kementerian Keuangan di Jakarta. 
> "Kita sudah ketuk palu, tapi bantuan belum juga diturunkan," kata Anggota
> DPR RI, Taslim kepada Singgalang, tadi malam. 
> Menurut dia, uang untuk rakyat jangan sampai diperlambat hanya karena urusan
> birokrasi. "Katanya perubahan rekening, itukan urusan menteri, kenapa
> dananya yang mesti diperlambat, karena itu BNPB harus menjemputnya ke pusat,
> agak gesitlah," kata dia.
> Sedangkan anggota DPR RI, Apiyardi Asda yang hadir dalam temu ramah DPR RI
> dan BNPB itu, mempertanyakan kenapa penyaluran dana gempa lamban. Seharusnya
> dana tersebut sudah ada di daerah, namun nyatanya masih di pusat.
> 
> Taslim menyatakan, DPR akan memanggil Menteri Keuangan dan dirjen terkait,
> BNPB pusat dan TPT Sumbar dalam waktu dekat. "Kita akan panggil guna
> membereskan persoalan itu," sebut Taslim pula.
> 
> Menurut dia, Kapolda dan Kejaksaan telah mendatanginya, memohon dana bantuan
> untuk bantuan rehab gedung mereka yang rusak. "Itupun sudah kita anggarkan
> sebesar Rp50 miliar," sebut Taslim.
> Pertemuan yang semula berjalan sejuk, tiba-tiba memanas karena
> ketidakjelasan penyaluran dana bantuan. 
> Pihak BNPB sendiri, menunggu terus kucuran bantuan, namun yang ditunggu tak
> kunjung turun. Kementerian Keuangan, sepertinya terlalu sibuk mengurus soal
> pajak. 
> Asumsi Taslim, dengan ketidakjelasan kapan dana bantuan gempa akan
> dicairkan, tampaklah koordinasi antara BNPB dan TPT kurang bagus. 
> 
> Gempa 30 September 2009 silam menewaskan ribuan orang dan meruntuhkan
> ratusan ribu bangunan. Bantuan pemerintah tahap I sudah disalurkan sekitar
> 50 persen dari Rp313 miliar. Tahap II akan dikucurkan Rp350 miliar. Tahap II
> inilah yang digugat anggota dewan. (107)
> 
> http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=223


-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke