Assalamualaikum Wr.Wb. yth. para Dunsanak di Planta. Wah wah... saya mungkin yang bermula menjuluki Bung JePe, karena saya dengan intuitiv merasa agak akrab dengan beliau, setelah membaca beberapa gaya2 dan aksen tulisan Bung Jepe. Yang mana bagi saya pribadi frequensi tulisannya masuk/pass kebenak saya. Bung JePe pun tidak merasa keberatan, makanya bagi saya tidak menjadi soal. Adapun panggilan Bung tersebut, dikamus saya pribadi berarti sopan dan akrab... pokoknya bukan negativ.
Kebanyakan saya memakai kata "Bapak" "Ibu" terserah berapapun umur yang bersangkutan, karena itu sedikit TARATIK berkorespondent yang saya miliki. Selain kepada "Mak Ngah" yang saya juga merasa akrab dan respekt kepada beliau, juga memakai kata "Angku Doto" (misal Bapak Doktor med.Rahyus Salim). "Bu Dosen" ( Ibu Hanifah Daman). Umumnya jikalau ada gelar/titel pendidikannya tetap saya tuliskan. Kecuali kanti salapiak sakatidurannya Bung JePe yang juga Bapak Dosen di IPB, menolak dengan halus agar supaya saya tidak memanggil gelar Doktor beliau yang diperolehnya di Universität Göttingen sini (Sayang sekali, orang2 seperti ini telah mengundurkan diri, dari Palanta ini.... KENAPA YA????? Tolong jawab masing2... Dunsanak)) Begitu juga dengan Bapak Suryadi yang di Leiden, beliaupun juga tidak bersedia saya panggil/tulis dengan gelar kependidikannya. (A)diak Renni, atau (A)Diak Dee Sembiring saya pergunakan kata (A)Diak dengan senang hati, setelah mereka berdua menolak dengan julukan Ibu dari saya, yang memakai bahasa tulisan yang sopan. Memakai panggilan Uni dan Uda, saya tidak berani, karena ada sebagian orang yang tidak senang. Malah ada beberapa pengalaman saya yang berkenalan dengan orang Minangkabau yang gaya bahasa lisannya totok amat "MINAGKABAU"-nya, tetapi beliau yang CIEK2 ini, katanya tak bisa berbahasa Minangkabau lagi. Netralkan.... jadinya kalau saya berbahasa Indonesia Raya, yang sudah tentu saja lebih saya kuasai dari bahasa Minangkabau. Makanya saya tidak pernah memakai umur dibawah nama saya, agar supaya bebas... apa adanya. Saya liberal, rela dipanggil apa saja oleh para Dunsanak, baik yang senioran maupun yang mudaan, yang utama bagi saya pribadi adalah intisarinya serta aksen intonasinya. Saya pernah memakai kata "UMMAT" (UMMAT Palanta), lalu saya ditegur dengan baik dan sopan sekali oleh seorang Dunsanak (terima kasih banyak sanak yang membantu saya ber-Minang2), dengan alasan persepsi beberapa orang2 tua di Minangkabau yang agak tersinggung dipanggil sebagai "UMMAT". Padahal menurut pengertian saya UMMAT (community, gemeinde), tapi entahlah Mungkin karena saya bukan lahir dan besar di Minangkabau, makanya mohon maaf dan maklum dari para Dunsanak, "TARATIK" saya mungkin agak kurang. Wassalam, Muljadi. Selamat berkahir pekan ( ondeh mandeeeee, tabiak paluaeh den... eh ambo, maoh.... lahh talongsong looo ambo ...kooeehh). -------- Original-Nachricht -------- > Datum: Fri, 30 Jul 2010 18:52:11 +0800 (SGT) > Von: Dewi Mutiara <[email protected]> > An: [email protected] > Betreff: Re: [...@ntau-net] Bung Bung > Assalammu'alaikum Wr,Wb > Maaf buat saya masalah panggilan tergantung enaknya dan pantasnya kita > memanggil , saya rasa yang dipanggil tidak akan merasa bahwa dia akan menjadi > lebih terhormat atau dicemoohkan, Saya memanggil seseorang yang lebih > kecil dari saya , dipanggil nama saja dipalanta ini tidak enak sedangkan Ia > sudah berkeluarga ,jadi pantas-pantas saja kalau dipanggil BUNG , buat yang > lebih tua atau kita tidak merasa dekat , wajar dipanggil BAPAK, Yang > jelas sekali panggilan diatas tidak lebih selain kita menghargai orang > tersebut.. > Wassalam > Dewi Mutiara. > > --- On Fri, 7/30/10, Sutan Sinaro <[email protected]> wrote: > > From: Sutan Sinaro <[email protected]> > Subject: Re: [...@ntau-net] Bung Bung > To: [email protected] > Date: Friday, July 30, 2010, 8:21 AM > > Ha ha ha ha ... > Mohon maaf nyit sungut.... > Ha ha, ambo raso nyit sungut bukan indak tau ... soal imbau maimbau takah > iko > di zaman revolusi dulu, nan nyit sungut mengalami bana maso-maso tu > dibandiangkan > jo kami-kami ko. Bung, adalah panggilan untuk orang yang kita agak-agak > kenal, > kurang-kurang kenal, tapi ada rasa hormat di situ. Kan baitu ndak nyiak ?, > Bung Karno dan Bung Hatta dipanggil dengan gelar seperti itu, karena zaman > itu > biasa dengan pangilan itu. Jadi kutiko ambo maimbau dunsanak nan agak > kurang kenal > tapi diberikan rasa hormat untuak inyo, takana diambo panggilan sarupo tu. > Kok ka gadang lubang iduang urang nan diimbau sarupo itu, ..aaa... itu > ambo ndak > tau tu do nyiak, mintak mooh sin. > Memang kadang-kadang ado lamaknyo imbauan di tiok urang ko Nyiak,... > takah sanak Indra J Piliang, diambo iyo lamak taraso maimbau Bung Indra, > atau bung IJP. > Tapi tantu tabaok rendong pulo sanak Abraham, kecek ambo kutiko tu .aaa... > bantai se > lah... sekalian Bung Abraham. Tapi kutiko maimbau Sutan Lembang Alam, kan > indak > lo lamak ka diimbau Bung Sutan Lembang doh. Labiah lamak, mak Sutan > lembang... > ndak baitu nyiak ?... Tibo di TGM, ... rasonyo ndak lamak pakai bung doh, > ... > lamaknyo.... "eh dima Sutan kini ?..." aaa baitu nyiak... > Tapi kok iyo indak buliah pulo mamakai imbauan takah iko, antah dek karano > raso baba- > liak baliak ka zaman orde lama... aaa.. tantu ambo hindari.... > Baitu Nyiak,... ha ha ha ha... > > Wassalam > > St. Sinaro > > > --- On Fri, 7/30/10, sjamsir_sjarif <[email protected]> wrote: > > > From: sjamsir_sjarif <[email protected]> > Subject: [...@ntau-net] Bung Bung > To: [email protected] > Date: Friday, July 30, 2010, 12:21 AM > > > Baa mangko akhia-akhia ko banyak urang ba bung bung di Lapau eeh? > Dima dapek katularan istilah kagadang-gadang-iduangan ko eh? > --Nyit Sungut > -- GMX DSL: Internet-, Telefon- und Handy-Flat ab 19,99 EUR/mtl. Bis zu 150 EUR Startguthaben inklusive! http://portal.gmx.net/de/go/dsl -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
