"Jerman adalah tanah air para sastrawan dan pemikir. ungkapan ini melukiskan
kebesaran dan sekaligus kebanggaan masa lalu negara Jerman"
("Agama, Akal Budi dan Modernitas". Timbangan Buku, Kompas, Jumat 30 Juli 2010)
Saya mencoba mengganti Jerman dengan Minangkabau dan negara dengan negeri, dan
terasa sangat pas.
Ya, tapi itu dulu, sekarang?
Antahlah yuang……
(Tapi apalah awak ini)
Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 67)
Asal Padangpanjang, suku Panyalai, tinggal di Depok, Jawa Barat
--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.