Masa SMA dulu, saya termasuk yang tidak pernah melewatkan pengalaman2 Pak Busyra Basnur yang dimuat di koran Haluan. Selain BB penulis yang tulisan nya sering saya lahap di masa itu adalah tulisan Desni Intan Suri. Begitu melekatnya gaya menulisnya sering saya contoh ketika itu.
Selamat untuk orang2 hebat dari ranah. Semoga saja bisa berbuat sesuatu untuk kampuang. Rahyussalim Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "Nofend Marola" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 31 Jul 2010 11:13:10 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] AL BUSYRA BASNUR : Nak Rang Pikumbuah Jadi Konjen di Amerika Sabtu, 31 Juli 2010 SYAFRUDDIN AL JAKARTA - Sepuluh hari setelah merayakan ulang tahunnya ke-50, Jumat (30/7), Al Busyra Basnur, SH, LLM, resmi mamangku jabatan baru di Kementerian Luar Negeri, yaitu sebagai Konsul Jenderal (Konjen) untuk wilayah selatan Amerika Serikat, di Houston, dekat Teluk Meksiko. Ia dilantik bersama sepuluh Konjen lainnya untuk sejumlah negara oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Pejambon. Sebelum diangkat menjadi Konjen -eselon II dalam struktur Kemlu- Al Busyra adalah wakil Dino Pati Djalal sebagai juru bicara Presiden SBY untuk urusan luar negeri sejak 2005. Tidak heran, di mana ada presiden, terutama yang berkaitan dengan masalah luar negeri, di situ pasti ada Dino dan Al Busyra. "Sebagai teman, kami nampaknya memang akan terus jalan seiring. Saya Konjen di Houston, beliau (Pak Dino) bakal jadi bos saya sebagai Duta Besar di Washington DC," kata Busyra bercerita kepada Singgalang seusai pelantikannya di Gedung Pancasila, Kemlu. Jauh sebelum berkarier di Kemlu, Busyra dan Dino sama anggota Grup Leader Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada tahun 1986 dan tinggal bersama di Vancouver. Tahun berikutnya, mereka sama-sama masuk ke Kemlu. Anak rang Danguang-Danguang, Kabupaten Limapuluh Kota ini juga dikenal sebagai penulis. Sejak SMP di kampungnya, Al Busyra sudah mulai mengisi sejumlah rubrik di Singgalang edisi Minggu. Tulisan pertamanya adalah mengisi rubrik Takana Juo, tentang kisah masa lalu yang lucu dan mengundang tawa. Lalu kemudian menulis puisi, cerpen, novel, cerita bersambung dan esay. Kebiasaan menulis ini terus berlanjut ke jenjang SMA di Bukittinggi dan bangku perkuliahan di Fakultas Hukum Universitas Andalas di Padang. Ketika menjadi siswa SMA 3 Bukittinggi, putra tunggal almarhum Basyaruddin Syarbaini ini, langsung menjadi wartawan untul wilayah itu dan kemudian dilanjutkan setelah menyambung kuliah di Padang. Bakat jadi wartawan itu pula yang membuat Al Busyra banyak teman dan pergaulan. Ia termasuk pemuda yang gigih untuk menggapai masa depannya. Meski pekerjaan sebagai wartawan cukup terhormat apalagi pada masa itu cukup disegani, namun Al Busyra tidak menyia-nyiakan kesempatan mengikuti program pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada. Kesempatan mengikuti Group Leader itu menambah wawasannya ke dunia internasional. Penguasaan Bahasa Inggrisnya yang kian fasih, membuat Al Busyra barubah pangana dari semula ingin berkarier sebagai wartawan, menjadi seorang diplomat. Setelah di wisuda sebagai sarjana hukum di Unand, ia terbang ke Jakarta dan masuk ke Kementerian Luar Negeri (dulu Departemen Luar Negeri). Begitu menapakkan kaki di Pejambon, lokasi kantor Kemlu di Jakaerta, ia langsung mengiktui pendidikan diplomat (Sekdilu). Baru setelah itu menjadi staf di Direktorat Penerangan Luar Negeri (sekarang Infomed, Kemlu). Posisi itu ditempatinya karena dirinya berlatar belakang wartawan. Tahun 1992 hingga 1996, ia memulai tugas diplomatnya di KBRI Manila, tetapi tetap di bidang yang berhubungan dengan media massa. "Ya, karena saya wartawan, langsung ditempatkan di situ," kata ayah tiga anak; Vita Alwina Daravonsky Busyra, 21, jebolan Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan akan diwisuda 26 Agustus 2010, Fathie Alwina Sampaguita Busyra, 16, kelas 3 SMA Negeri 87 Jakarta dan Kevin Alwino Tunasrluzon Busyra, 15, kelas 1 SMA Negeri 86 Jakarta, sebagai buah perkawinannya dengan mantan pacarnya yang adik tingkat di FHuk Unand, Wenny Oemar Busyra, SH. Pulang dari Manila tahun 1996, ia bertugas di sekretariat Menlu RI, sebagai sekretaris Menlu Ali Alatas. Karena posisi itu, ia sering mengikuti perjalanan dinas sang Menlu ke luar negeri. "Saya banyak belajar dari beliau. Pak Ali adalah salah satu sosok diplomat ulung yang pernah dimiliki bangsa ini," katanya mengenang almarhum Ali Alatas. Ketika Indonesia menghadapi krisis, tahun 1999, Al Busyra diangkat sebagai Kepala Bidang Penerangan Sosial dan Budaya KBRI di Roma, Italia. Saat di Italia inilah Busyra berhasil meyakinkan Duta Basar Fredy Numberi (sekarang Menhub) untuk menerima kehadiran misi kebudayaan dan kesenian Minangkabau Aquistic Minang Tradisional (AMT) Music Group yang dipimpin Syafruddin AL (awrtawan Singgalang bersama Mafri Amir dari Jakarta. "Bung, kalau ada sponsor, nanti misi kebudayaan Minang itu kita gelar kembali di Houston dan ke negara-negara bagian lainnya di Amerika Serikat," katanya kepada Singgalang kemarin. Tugas berat Tentang tugas barunya sebagai Konjen, Al Busyra mengaku adalah sebuah tugas berat tetapi sekaligus tantangan untuk menciptakan peluang, baik untuk kepentingan negara dan bangsa, maupun untuk kepentingan daerah sendiri, termasuk bagi Sumatra Barat. "Insya Allah, sesuai pesan Pak Menlu, saya akan coba menjalankan amanah negara ini dengan baik, untuk meningkatkan hubungan Indonesia dengan wilayah kerja saya di Amerika Serikat, terutama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, sosial budaya dan perlindungan warga negara RI," kata pehobi golf yang menyebut dirinya sebagai wartawan dari mudiak, sebutan untuk daerah Danguang-Danguang dan sekitarnya di Kabupaten Limapuluh Kota. (*) http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=293 -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
