AssWrWB,
Bung St Sinaro,: izinkan saya mengunakan bung, bung St Sinaro yg memulai
menggunakan bung, saya jadi senang juga pakai bung, kalau bung ngak suko
tolong kasih tahu saya, dan saya tidak perlu minta maaf, ini respon saya
terhadap tulisan bung Sinaro.

Bung St Sinaro menulis :"
Di sini nampak bung Muzirman mencoba membetulkan atau memperbetulkan
demokrasi
dan mengatakan "Inilah demokrasi yang benar". Tapi saya rasa usaha bung
Muzirman
sia-sia saja karena pangkalnya sudah salah ujungnya pasti salah. Sama dengan
kita
 berhitung satu tambah dua kita katakan empat, kemudian empat ditambah enam
sama
 dengan sepuluh. Hasilnya tetap salah, walaupun empat tambah enam sudah
benar sama dengan sepuluh. Jadi pokok persoalannya harus dikembalikan kepada
mekanisme
awalnya. Jika benar dari awal, tentu benar sampai ke ujung bila semua proses
benar

Coba bung Sinaro terangkan sedikit, dimana dan apa nya yg salah, krn premise
(dasar pemikiran ) kita berbeda., maka cara kita berpendapat juga akan
berbeda.
 Bunb St Sinaro menulis :
.>.yang ini pemisalan demokras yang mendekati Musyawarah ....
>jadi pemisalan ini kontradiksi. Memang selintas, kelihatannya antara
Demokrasi dan>
>Musyawarah mufakat hampir sama. Tapi azasnya berbeda bung Muzirman."

Respon saya ; Sbg contoh ttg nelayan dgn Jembatan Siti Nurbaya tsb diatas.
Pemda KOta Pdg dan DPRD bermusyawarah dan mufakat bangun Jembatan Siti
NUrbaya, Apakah ada di ajak nelayan (rakyat)bermusyawarah juga? Kan tidak.
Itulah yg saya sebutkan proses pengambilan keputusan nya tidak
bermusyawarah, bersama rakyat dan tidak demokratis, Di putuskan di atas
saja.
Saya ulangi, dalam pemilihan suara,(bukan musyawarah)  dan informasi
terbuka, nelayan tahu siapa yg tidak sesuai dgn dan memenuhi kepentingan
nelayan , krn informasi nya terbuka, maka Pemilu Kada berikutnya kami
nelayan tidak pilih lagi. Kalau musyawarah kan yg tahu satu suara bulat yg
keluar ,.. ok bangun jembatan.Dgn pemilihan suara jelas tahu hitam putih,
siapa yg milih bangun Jembatan, siapa yg milih kredit lunak utk nelayan, Utk
pemilihan berikit nya nelayan akan pikir dua kali milih siapa.

Kalau St Sinaro mengatakan sia-sia saja, memang dmk sementara ini krn
kekuatan dan kepentingan personal dan kepenting partai lbh kuat dari
kepentingan rakyat banyak, walaupun suara pers mulai agak kuat terdengar, tp
kepenting partai dan personal yg akan unggul. Kenapa?

Kata buku, " masyarakat menengah kita masih sedikit, dan rakyat sebahagian
besar penddidikan nya masih perlu di tingkat kan."Krn masyarakt menengah ini
menuntut ada dan tersedia nya nilai 2 demokrasi utk kepentingan mereka juga.
Jadi begitu lah kita akan selalu " konflik kepentingan, Nah siapa yg akan
melerai nya. siapa jadi wasit dan peraturan yg adil, 'lamak dek awak ,
katuju dek urang,

Sekian dulu bung St Sinaro.

Wass. Muzirman Tanjung

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke