Eh mpuang. Gua jg tasangek katiko panggilan BUNG dikupas. Baa ka indak, gua 
tamasuak nan suko mamanggia BUNG untuak urang2 tatantu. Tando horomaik gua 
sakaligus sbg dorongan dari gua supayo urang nan gta panggia Bung suatu saat 
pantas di panggia BUNG oleh rakyat Indonesia. Amin. Mantun nampak di gua caro 
urang mandorong supayo seseorang jadi gadang. Resikono kalau salah agiah kadang 
mambuek seseorang jd sombong. Gua satuju mpuang, banyak nan harus didiskusikan 
drpd badiskusi ttg panggilan. Tetapi bia taraso badunsanak, pakai panggilan 
ranah minang gua satuju lo. Wass

On Sat Jul 31st, 2010 10:49 PM ICT Muzirman -- wrote:

>AssWrWB, Wah ini ada macam2 ,ada i-TV, i-Phone, iPod dll,  i-diskusi, adalah
>imaginary diskusi, antara Muzirman diri sendiri (kadang2 kawan panggil saya
>Muzy, kadang2 Irman) sama saja, itu adalah Muzirman. Ceritanya mulai ketika
>Muzy baru pulang dr Jkt, dan Irman tinggal di kampuang ketemu di Lapau mak
>Lebay.
>
>Irman : "Ala lamo ndak nampak, kama salamo ko".
>
>Muzy : "Gua dr Jkt, naik pesawat 2 minggu,keponakan gua ketangkap krn meng
>kritik Presiden" .
>
>Irman " Jaan bahaso Jakarte pulo lai, bahasa awak se lah, puang".
>
>Muzy :" Nama gua ngak Puang, nama gua Muzy, kok lu panggil gua Puang,"
>
>Irman :"Puang itu arti e kampuang, kawan sakampuang, bulieh juo kampuangan."
>
>Muzy : (berpikir sejenak) "wah Lu  bilang gua kampuangan" wah ngak apa deh,
>ini soal bahasa saja, kita kita saja,
>ach ngak penting itu, tidak principle. biasalah., gaya bahasa Itu aja repot,
>Emangnya Gua Pikirin.
>Apa sih kampuangan".
>
>Irman :" Antalah indak lo mangarati awak do apa itu kampuangan"
>
>Muzy : "Bung Irman, kita minum kopi yok,"
>
>Irman : "Wala  jaan pakai bung -bung pulo mangecek nyo lai, apo pulo bung
>bung itu," Gadang galomok puang ma"
>
>Muzy :" Nah itu yg kampungan, gua ngomong pakai mulut, gua ( ngak makan
>petai), kalau Lu ngak merasa enak, mana gua tahu.
>Emang salah nya apa gua panggil bung, kan ada bung Karno, Bung Hatta, Bunf
>Syahrir, Gua seneng sih pakai bumbu omongan bung,
>Anda aja yg allergy, sensitive, Kenapa lu ngak kasih tahu ,, kalau ngomong
>sama gua jangan pakai bung.
>
>"Kesenengan gua jangan lu ganggu, lu kalau ngak seneng ya boleh diam(bung
>kem), jangan pula saya di bilang gadang galomok, gadang iduang, elite lah,
>Picik kali lu, kampuangan lagi, ini saja di omelin". Ini sdh abad 21 bung. ,
>banyak masalah2 besar kampung kita yg harus di omelin.
>
>Irman ; " (Irman bung kem saja, anok se nyo)"
>
>Muzy ; "Kok lu  bungkem, (diam saja)", kelihatanya lu dan orang kampung
>kita  sudah terbiASA bungkem, ya." Bung kem itu emas yaa, Silence is golden.
>Kadang 2 ada yg Silence is a crime, nanti gua diskusi ama lu.
> Kelihatannya penyaklit bung kem ini sdh menjalar di kampung kita, mari saya
>berikan contoh "
>
>1. Saya  2 kali email LKAAM, bertanya ttg kinerja, program nya, tak satu pun
>di jawab.
>2. Saya dua kali email, Penjabat Kota Padang bertanya ttg Gempa,  penjabat
>itu bergelar master, ,bungkem  tak di jawab, dan sekarang di cabup di tempat
>lain.
>3. Saya dua kali email Prof.DR, di univeritas di Padang, bertanya ttg gempa,
>bung kem  juga ngak di jawab sekali pun, dgn alasan apapun.
>Apalagi kalau kita bertanya kok gempa 2007 saja belum selesai antara DPRD
>Kota Padang dgn Panitia Gempa Kota Padang. Lu baca koran ngak.
>Waktu mass media meng kritik SBY, sesorang bilang SBY lebai, kebetulan kita
>ngomong di lapau mak Lebay, saya juga tanya apa itu lebai?
>
>Singkat saja yaa, Idenya begini, "The general chooses the war", soal2 kecil
>ber bahasa pakai bhs Jakarte, pakai bung, pakai puang di omelin, habis waktu
>kita dgn soal yg kecil2 ini,
>Banyak soal2 besar di kampung kita yg harus kita diskusikan,  Payah ach.
>sebenarnya gua ngak mau bicara ini, tp gua juga punya hak utk ber pendapat,
>Lu terima ngak terima, lu setuju ngak setuju, itu hak anda juga...Saya
>maklum kok .
>Anda panggil saya, kampungan, panggil bung, panggil biggy nose, kagadang
>gadangan ,''tidak masalah bagi saya. Itu soal kecil bagi saya. Kalau anda
>tak suka saya  panggil  bung tolong kasih tahu sebelumnya, "Saya ngak suka
>di panggil bung". Itu saja. Itu saja repot.
>
>.Wass. Muzirman Tanjung.
>
>-- 
>.
>Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
>lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>- DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
>  3. One Liner.
>- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
>- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
>- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
>- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
>mengganti subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
>keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.



      

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke