aaa) Tarimokasieh informasi tasabuik 
bbb) Kalau kito pelajari kemajuan negara2 lain baik modern maupun sedang 
berkembang (developing couintries) dan juo pengalaman kami di manca nagara 
nampak jaleih bahwasnyo sistim transportasi KA dari hinterland ke pelabuhan 
lauik baik ka timur maupun ka barat paralu manjadi perhatian untuk pembangunan 
regional sumbar.
ccc) Memang alah wakatunmyo pulo kito memikirkan Pembangunan Nasional nan 
baorientasi ka pembangunan regional supayo tadapeik balance pemerataan 
pembangunan ke daerah2 yang dengan demikian output hasil pertanian dan 
perkebunan sumbar bisa lebih competitive.
ddd) Satuju bana kalau Pempus tarutamo Pemda sumbar mempunyai suatu pola pikie 
jo tindakan nan maju kamuko indak maju mundur doh.
Seyogyanya kito mulai kakumpua dalam POKJA TITI (Trade Industry Tourism 
Investment).
Wass.,
Aspermato, MA (Lk.65, Depok) 

--- Pada Sab, 31/7/10, Ephi Lintau <[email protected]> menulis:

Dari: Ephi Lintau <[email protected]>
Judul: [...@ntau-net] Siapkan Jalur KA Pelabuhan-Bandara-Stasiun -> Sumbar  
Belum Masuk Anggaran Pusat
Kepada: "makItam" <[email protected]>, "RantauNet" 
<[email protected]>
Tanggal: Sabtu, 31 Juli, 2010, 10:06 AM

tadi baca jawapos...ttg KA Bandara...namun SUMBAR belum masuk anggaran nih ?

salam
Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau

http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=69122
Sabtu, 31 Juli 2010 , 05:59:00
Siapkan Jalur KA Pelabuhan-Bandara-Stasiun

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan pembangunan infrastruktur angkutan
kereta api khusus bandara dan pelabuhan laut di sejumlah kota besar
seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Khusus Surabaya akan dibangun
jalur kereta api layang dari bandara Juanda ke stasiun Gubeng.

"KA bandara tentunya untuk aksesbilitas masyarakat ke bandara,
sedangkan KA khusus pelabuhan untuk meningkatkan kapasitas
pendistribusian barang dari dan menuju pusat-pusat industri," ujar
Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan,
Nugroho Indrio kemarin. Menurut dia, program itu dalam rangka
mengurangi beban jalan raya.

Dia menjelaskan, rencana pembangunan KA Bandara dan KA Pelabuhan
tersebut telah dimasukkan dalam rencana induk perkeretaapian nasional.
"Dalam masterplan (rencana induk) perkeretaapian nasional, ada tiga
hal pokok yang menjadi prioritas. Salah satunya membuka jalur menuju
bandara dan pelabuhan di kota-kota besar yang padat," kata dia.

Sementara fokus lainnya, menurut Nugroho, adalah peningkatan jaringan
melalui program revitalisasi, dan membangun angkutan perkotaan
berbasis kereta api di kota-kota besar. Khusus untuk program
pembangunan jalur KA bandara, lanjut dia, kota-kota besar sudah
dimasukkan dalam rencana induk."Antara lain Medan, Bandung dan
Surabaya," lanjutnya.

Untuk Jakarta, kata dia, pemerintah saat ini tengah melakukan kaji
ulang terhadap rencana pembangunan jalur dari Stasiun Manggarai menuju
Bandara Soekarno-Hatta yang mandek akibat sulitnya melakukan upaya
pembebasan lahan. "Sekarang ini sedang ada konsultan yang tengah
melakukan review ulang terhadap proyek tersebut. Dalam waktu dekat
kita harapkan bisa selesai sehingga proses pelelangannya bisa
digelar," tuturnya.

Sedangkan untuk Medan, proyek pembangunan KA Bandara disiapkan sejalan
dengan proses pembangunan Bandara Kualanamu yang akan menggantikan
peran Bandara Polonia. "Bandara Juanda (Surabaya) dan Bandara Husein
Sastranegara (Bandung) termasuk dua bandara yang masuk dalam rencana
induk pembangunan jalur khusus kereta api," tukasnya.

Berdasar pengamatan dilapangan, tingkat kepadatan di bandara Surabaya
dan Bandung sebenarnya sangat membutuhkan alternatif moda angkutan
baru selain angkutan jalan. "Jadi, nantinya jalur itu akan dihubungkan
dengan stasiun atau jalur terdekat. Contoh, untuk Surabaya, misalnya,
panjang rute yang akan digunakan kemungkinan sekitar 6 kilometer dan
harus elevated (layang) karena keterbatasan lahan di darat,"
terangnya.

Menurutnya, biaya pembangunan jalur rel layang akan jauh lebih besar
dari rel di atas tanah. Hitungannya, sekitar Rp 100 miliar per
kilometernya. Sementara biaya pembuatan jalur di atas tanah hanya
berkisar Rp 20-30 miliar per kilometer. "Jika dihitung dengan
infrastruktur lain seperti stasiun dan sarana pengangkutan, biaya yang
dikeluarkan untuk jalur di surabaya, bisa mencapai Rp 1 triliun,"
katanya.

Oleh karena itu, imbuhnya, untuk merealisasikan jalur kereta api
laying itu, kemungkinan besar Pemerintah harus melibatkan peran swasta
dalam hal pembiayaan. Swasta diharapkan bisa melakukan pembangunan
yang jauh lebih besar dari yang dapat dilakukan oleh pemerintah
sendiri, dengan melihat kekuatan pasar. "Karena kalau pemerintah,
dananya sangat terbatas. Kalau swasta, bisa lebih leluasa," jelasnya.
(wir)

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.


-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke