Sekedar refreshing, Dari pekan membawa pala, buah diperam dalam belanga Mari kawan bersuka cita, sambut ramadhan bulan mulia
Batu pualam batu suasa, elok diikat dengan tembaga Orang beriman wajib puasa, seperti umat dahulu kala Dari Malaka ke Tanjungpura, kapal merapat di tanah Jawa Niat puasa jangan dilupa, itulah syarat nan utama Pematang sawah jalan meniti, salah melangkah terperosok kaki Niat ibadah pancang di hati, hanya berharap ridha Ilahi Kelopak mayang dibawa bersampan, daun diikat di pokok kelapa Bulan Ramadhan penuh ampunan, saat bertobat melebur dosa Rama-rama si kumbang jati, terbang rendah mendedah sari Hakikat puasa menahan diri, jiwa berserah pada Ilahi Pucuk pandan daun perisa, tanam di tepi titian mandi Bulan Ramadhan sungguh mulia,tidak diisi amat merugi Naik anjung duduk bermenung, menghisap puntung asap membubung Bulan bershaum muslim beruntung, setan dikurung iblis dipasung Daun buluh daun jelatang, gatal dibadan tidak kepalang Dari subuh hingga petang, nafsu ditahan godaan dilawan Anak gembala bertopi pandan, mengarak domba pulang ke kandang Berlipat pahala dijanji Tuhan, perbanyak doa siang dan malam Kijang rebah di tengah sawah , mati dipanah pangeran Kedah Jauhkan bid`ah hidupkan sunnah , puasa berkah berlimpah faedah Tinggi terbang si burung balam, mencari makan di tengah hutan Jaga pandang dari yang haram, bisik setan merusak pikiran Naik kereta berkain selempang, hendak ke pekan membeli kebaya Lisan dijaga ghibah dipantang, tebarkan salam pada sesama Lepas terompah turun ke sawah, mandi di kulah hilang sebelah Banyak tilawah renungkan hikmah, ikhlas ibadah gugah hidayah Turun ke parit berjinjit tumit, mendayung rakit sampai ke bukit Sholat wajib tunai di mesjid , mengaji wirid jangan sedikit Puncak kepundan menjungjung awan, terang bulan tampaklah remang Tadabur Quran suburkan iman, lempang jalan mengenal Tuhan Pecah tembikar ditendang bujang, masak lemang di atas nampan Banyak istigfar sepanjang malam, jiwa tenang mengingat Tuhan Buah gambir buah kecipir, pisang sesisir dibawa ke hilir Basah bibir duduk berzikir, jangan kikir mengucap takbir Pagi-pagi main ke ladang, terang hari menjelang siang Iri dengki jauh dibuang, lapang hati tenang pikiran Burung bangau terbang ke pulau, paruhnya basah usap ke tanah Dalam surau jangan bergurau, dengar tilawah simak ceramah Tawar menawar membeli di pasar, kalah menawar mahal membayar Taraweh di langgar jangan berkelakar, suara hingar imam tak terdengar Tinggi semak kebun kelapa, tempat berteduh kelana muda Masak kolak kirim tetangga, kuah juga tidaklah apa Pisang tanduk di dalam karung, batangnya rebah di bawah lumbung Menunggu beduk jangan bermenung, hafalan ditambah tilawah disambung Tebak angka si buah manggis, tepat menerka melompat gembira Sunnah berbuka dengan yang manis, doa dibaca berharap pahala Mendayung sampan ke Tanjung Pinang, karam sampan digulung pasang Berbuka jangan terlalu kenyang, kantuk datang malas menghadang Burung pungguk burung puyuh, burung pelatuk menggunggung buah Sahur mengantuk ambilah wudhu, air seteguk mengandung berkah Kuala Kencana di ufuk timur, orang bertandang mengadu mujur Berbuka disegera sahur diulur, turut tauladan Baginda Rasul Terang subuh turun ke lubuk, menebang tebu simpan di pagu Jangan sibuk bermain facebook, ambil buku tambahlah ilmu Makan kerupuk sambil berdendang, buah duku manis diperam Main facebook tidak dilarang, terlalu candu takutnya haram Di sana pekan di sini pekan, jual ketupat sayur pepaya Puasa jalan maksiat jalan, cuma mendapat lapar dahaga Patah dahan dijolok galah, pancung sekerat jadikan penyekat Puasa berkah menjaga langkah, menghitung manfaat menimbang mudharat Pohon kenari dahan menjulur, kumbang tanduk di pucuk nyiur Suami istri haram bercampur, kumandang beduk silakan bertempur Kapur sirih buah pinang, bawa tepak hantar meminang Mandi jernih pagi petang, badan bersih ibadah tenang Ikan sepat ikan pindang, enak dipanggang dengan asam Teman-kerabat rajin disambang, cara gampang usia panjang Pohon pinang ditengah laman, anak gurun main berayun Bertemu teman ucapkan salam, jangan manyun sedekahlah senyum Asam kandis dalam tempurung, pucuk rebung masak serumpun Anak gadis pakailah kerudung, aurat diselubung akhirat beruntung Dari gunung turun ke bukit, mati badak di dalam parit Membagi ilmu janganlah pelit, di kubur kelak tidaklah sempit Pasang pukat di tengah sawah, tersengat lebah pipi merekah Tunai zakat perbanyak sedekah, harta berkah rejeki bertambah Darilah semak turun ke sawah, orang bertani menanam padi Perbanyak infak amal jariah, bekal abadi di bawa mati Anak dara meniup serunai, turun punai didaun teratai Zakat fitrah wajib ditunai, lalai ditunai puasa tak sampai Sahaya memintal di atas dipan, kumpal benang diujung lengan Iktikaf diamal sepertiga bulan, menjemput malam seribu bulan Pucuk penghulu berkain belacu, anak mendudu meminta sagu Orang bersuluk jangan ditiru, elok digugu ulama berilmu Rimbun buluh di pinggir kali, tempat rusa memakan keladi Sebulan penuh menata hati, predikat takwa hiasan diri Rancak rupa tepak tembaga, berukir emas seperti pusaka Puncak takwa predikat utama , tiada balas kecuali surga (Muhareva Raekiansyah) -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
