TAUFIK ISMAIL 
Diterbitkan di: Juni 27, 2010 

(tentang rasa malu yg redup tenggelam di tanah air kita)

Reformasi sbg gelombang raksasa 
Membawa perubahan politik dahsyat satu dasawarsa 
Dan menumpang masuklah penghancur nilai2 luhur bangsa, 

Penumpang destruktif pelaksana Dengan ciri kerja gabungan utama: Permisif: 
serba boleh 
Adiktif: serba kecanduan Brutalistik: serba kekerasan Transgresif: serba 
melanggar aturan 
Hedonistik: serba mau enak, foya2 
Materialistik: serba benda, diukur 

Dan mereka bekerja dgn leluasa, karena tidak ada rasa malu lagi dalam panca 
indera 
Dengan mengusung nilai permisif, serba boleh begitu-begini 

Hak orang lain diambil, tanpa rasa malu lagi 
Populernya ini disebut korupsi 
Dan menjadilah negeri ini menduduki papan atas di dunia koruptif kini 
Karena rasa malu terkikis nyaris habis 
Nilai permisif yg serba boleh itu menyebabkan hak penggunaan kelamin orang lain 
Diambil dicuri tanpa rasa isi 
Karena rasa malu sudah sangat erosi 

Perilaku adiktif, serba kecanduan di negeri kita ini 
Melingkupi alkohol, nikotin, narkotika & pornografi 
Dilakukan orang karena rasa malu yg makin kerdil mengecil 

Tingkah laku brutalistik, serba kekerasan 
Menyebabkan wajah Indonesia tak lagi ramah & sopan 
Sedikit2 murka, kepalan teracung, kata2 nista 
Menggoyang pagar, merusak kantor, membakar kendara 
Bringas, ganas, sampai membunuh sesama bangsa 
Begitulah rasa malu sudah habis & sirna 

Kelakuan transgresif, serba melanggar peraturan 
Mengakunya progresif, pelopor kemajuan 
Tapi sejatinya transgresor, melangkahi merusak tatanan Mendobrak tabu kepada yg 
muda diajarkan 
Karena rasa malu sudah hancur berantakan 

Perilaku hedonistik, serba mau enak & foya2 
Memperagakan kekayaan di lautan kemiskinan 
Empati jadi direduksi luar biasa Karena rasa malu sudah raib ke angkasa 

Kelakuan materialistik, serba benda Segala aspek kehidupan diukur dgn uang 
semata 
Cengkeramannya makin terasa dalam perilaku hidup kita 
Karena rasa malu akan kita cari kemana 

Inilah adegan kehancuran budaya bangsa kita 
Salah satu sebab utama, dari banyak faktor yang dapat dieja 

Yang sepatutnya kita sebut sambil menangis 
Di dalam praktik di masyarakat kita hari ini 
Terutama berlangsung sejak Reformasi 

Tak ada sosok dan bentuk organisasi resminya 
Tapi jaringan kerjasamanya mendunia, 
Kapital raksasa mendanainya, Ideologi gabungan melandasinya Dengan gagasan 
neo-liberalisme sebagai lokomotifnya 
Dan banyak media massa jadi pengeras suaranya 
Dan tak ada rasa malu dalam pelaksanaannya 

Inilah 
Gerakan Syahwat Merdeka 
Dan pornografi salah satu komponen pentingnya. 
***
-----
ASLIM NURHASAN
| Produk Budaya; Citra Diri dan Potensi Kesejahteraan Anak Bangsa |
| Berbuat Nyata, Positif, Produktif, Konstruktif, Sinergis |
| +62811918886, +62811103234 |
| [email protected], [email protected] | ®

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke