Dinda Suryadi, Jadi kesimpulannya tidak akan ada bapak bangsa untuk rang awak 
karena ke-egaliter-annya.

Cara terakhir untuk melakukan perubahan budaya di Minang iko, kalau masih mau 
yaitu melalui kesepakatan seluruh warga yang merasa rang minang.

Apakah mungkin melakukakannya, bisa saja yaitu dengan melakukan "FUTURE SEARCH: 
An Action Guide to Finding Common Ground in Communities (Berrett-Koehler, 2nd 
edition, 2000)" pekerjaan besar ini serupa tapi tidak sama dengan Fokus Group 
yang biasa kita lihat disekitar kita. Yang penting keharusan semua pihak 
terlibat didalamnya.

System Future Search ini adalah berdasarkan "culture free," dan metode ini 
sudah 
dipakai dibagian dunia America, sebagian Asia Africa, Australia, Europe, dan 
India untuk membangun payung untuk perencanaan sosial, tekologi dan ekonomi.

Untuk rang awak yang egaliter ini perlu dikumpulkan perwakilan setiap 
walinagari 
dan bara kali diadokan pertemuan iko tantu tergantung jumlah para pihak yang 
harus mangecekkan persepsinyo.

Untuk jalehnyo, kami kutipkan metode Future Search yang dilakukan dinagari 
urang 
untuk mencari masa depan dalam kebersamaan.

"A future search may involve 60 to 70 people and sometimes 100 or more. People 
work in small groups as “stakeholders” (shared perspectives), and in mixed 
groups that are a cross-section of the whole. Every person has a chance to 
speak 
and listen. This makes possible a shared picture based on the experience of all 
those present. The meeting also is managed so that that the entire group can be 
in dialogue when necessary. The minimum length is four sessions of half a day 
each, spread across three days to allow for “soak time.” One intensive planning 
meeting often sets the stage for projects that continue with high involvement 
for years."

Kami hanya menyampaikan pemikiran berdasarkan pengalaman melakukan fasilitasi 
future search iko, kalau ado nan salah semata-mata dari kekurangan kami jadi 
mohon dimaafkan talabiah dulu.

Salam, Darwin Chalidi
 
From:[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of 
Lies Suryadi
Sent: Tuesday, August 24, 2010 3:01 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] Diperlukan Kerendahan Hati
 
Mamak Darwin nan ambo hormati,
Konsep "Bapak Bangsa" itu dalam budaya rang awak (Minang) yang egaliter ini 
kelihatannya tidak begitu cocok. Seorang bisa dihormati tapi tak ada yang 
sampai 
dipuja2. Seorang Belanda mencatat bahwa ia tercengang ketika dalam sebuah 
pertemuan di istana Pagaruyung, seorang kawula biasa dengan enteng meminta api 
rokok kepada raja Pagaruyung. Orang yang pintar hanya ditinggikan seranting, 
didahulukan selangkah.
 
Baa manuruik sanak di Palanta?
 
Salam,
Suryadi



      

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke