Sanak sapalanta yang ambo hormati,

Gubernur, Bupati, atau pejabat-pejabat baru, ataupun kita-kita yang
selalu mengikuti perkembangan ranah Minang dari berbagai sumber
informasi yang ada, sebenarnya tidak perlu terkejut atau pura-pura
terkejut kalau mendapat informasi menyangkut bermacam penyakit
masyarakat seperti HIV/AIDS, homoseksual, pelacuran, narkoba, korupsi,
pergaulan bebas, dll. Juga menyangkut penyebaran Rabbies.

Walau punya ABS-BSK, mesjid dan surau yang tersebar sampai pelosok-
pelosok, menurut pendapat saya sesuatu penyakit masyarakat tetaplah
penyakit yang tidak dapat dinafikan. Ranah Minang tidaklah steril dari
hal-hal seperti ini.

Walau tidak steril, tentunya penyebarannya dapat diminimalkan.
Homo atau panak Jawi dapat diminimalkan hanya terjadi pada mereka yang
memang mengalami kelainan kejiwaan, tidak perlu menjadi sesuatu yang
berkembang karena situasi dan kondisi (kehidupan penjara atau korban
orang homo itu sendiri). Tapi adalah amat sangat jelas bahwa ini ada
dari waktu ke waktu.
Pelacuran ? Aaaah, ini kan juga sudah ada di kota Padang atau tepian
Singkarak atau beberapa tempat lainnya sejak lama.
Narkoba ? Sami mawon kata orang Inggris.
Rabbies ? Yang benar sajalah ; dengan hobby beranjing (baanjiang)/
berburu yang begitu tinggi, lalu lintas anjing yang memasuki atau
keluar Sumbar tentunya tergolong tinggi.

Yang jadi faktor penentu adalah kepedulian, perhatian dan upaya
pemerintah bersama masyarakat  sendiri  dalam memahami dan melakukan
upaya pencegahan yang efektif guna menekan penyebarannya.
Baru beberapa minggu yang lalu ada sanak yang memberi informai tentang
lokasi prostitusi yang hanya terletak beberapa ratus meter dari kantor
Gubernur, atau yang menulis tentang warung remang-remang sepanjang
bukit lampu yang katanya tadinya untuk melihat 'sunset' (tapi
keterusan sampai 'sunrise'). Tindakan apa yang telah diambil
pemerintah daerah atau organisasi masyarakat atas informasi yang jelas
ini ?
Upaya serius apakah yang telah diambil Dinas Peternakan guna secara
intensif melakukan penyuluhan dan vaksinisasi anjing-anjing kesayangan
masyarakat yang tersebar sampai ke pelosok-pelosok. Vaksinisasi adalah
cara terampuh guna menekan Rabbies.
Bagaimana pula ketersediaan obat-obat/vaksin/serum di rumah sakit,
apotik, dan puskesmas yang diperlukan bagi korban gigitan anjing gila
ini ? Keterlambatan penanganan akan berujung pada maut yang tidak
dapat dihindarkan.

Jadi pak Gub dan masyarakat tidak perlu kaget atau pura-pura kaget,
kecuali kalau sebelum menjadi gubernur tidak pernah baca koran, buka
internet, gaul, atau peka terhadap permasalahan ranah ini. Jangan-
jangan nanti mendengar laporan (bukan ABS) tentang pariwisata ,
pertanahan, narkoba, dll jadi 'kaget' pula.

Jadi  pak Gub, nggak usah kagetlah. Yang segera ditunggu masyarakat
adalah pembelajaran situasi & kondisi yang cepat, identifikasi
permasalahan secara tajam, dan program serta langkah nyata yang
konkrit guna menanggulangi hal-hal yang memalukan seperti ini. Situasi
'rumah kebakaran' perlu ditumbuhkan di kalangan Kepala-kepala Dinas
guna memacu masing-masing mereka untuk bekerja keras. Dan
DPRD....bangun dong...

Maaf dan Wassalam,

Epy Buchari
L-67, Ciputat Timur

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke