Iko nan kaduo

Wassalamu'alaikum,

Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
Lahir : Zulqaidah 1370H, 
Jatibening - Bekasi



----- Forwarded Message ----
From: Muhammad Dafiq Saib <[email protected]>
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Sent: Fri, June 10, 2005 9:11:32 AM
Subject: [surau] Adil (sambungan)

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Awak taruihan baliak saketek lai dari tafsir Buya HAMKA. Sabalun ambo lupo,
surek An -Nahl ko adolah surek ka 16, ayat nan kito bahas barado di juz 14.

Awak taruihan kutipan ko;

'DinasihatiNya kamu, supaya kamu ingat.'
Ketiga perintah yang wajib kamu kerjakan itu dan larangan yang wajib kamu
jauhi itu ialah untuk keselamatan dirimu sendiri, supaya kamu selamat dalam
pergaulan hidup. Pengajaran dan nasihat ini adalah langsung datang dari
Allah sendiri. Kalau kamu kerjakan tiga yang disuruhkan, kamupun selamat.
Kalau kamu jauhi tiga yang dilarang, hidupmupun akan bahagia.
Menurut riwayat dari Ibnu Jarir, bahwasanya Abdullah bin Mas'ud pernah
mengatakan bahwa ayat ini adalah ayat yang paling jelas memberi petunjuk
mana yang baik dan mana yang jahat.

Dan tersebut pula dalam sebuah hadits yang dirawikan oleh Imam Ahmad bahwa
asal mula Usman bin Mazh'un akan menjadi salah seorang sahabat setia  dari
Rasulullah SAW ialah disebabkan ayat ini. Pada suatu hari dia liwat di
hadapan rumah Rasulullah SAW sedang Rasul duduk-duduk. Mulanya Usman acuh
tak acuh saja, malahan diseringaikannya giginya. Dia dipanggil Nabi dan
disuruh ke dekat beliau. Tiba-tiba Jibril turun membawa ayat ini; lalu
dibaca oleh Rasulullah SAW supaya didengar Usman. Berkata Usman:
"Menyelinaplah ayat itu ke dalam hatiku hingga meneguhkan imanku, dan
menjadi sangat cintalah aku kepada Muhammad SAW."

Tersebut pula di dalam tafsir Ibnu Katsir bahwasanya Aktsam bin Shaifi yang
terkenal dan dahulunya pemeluk agama Nasrani mengatakan kepada kaum
keluarganya yang pernah menemui Nabi Muhammad SAW lalu diterangkan Nabi
Muhammad SAW ayat ini kepada mereka. Setelah itu mereka kembali kepada
Aktsam bin Shaifi, berkatalah dia kepada kaumnya itu: "Kalau demikian dia
ini adalah menyuruhkan kita agar berpegang kepada akhlak yang mulia dan
mencegah kita dari akhlak yang hina. Oleh sebab itu saya anjurkan kepada
kamu semuanya supaya segeralah kita terima ajakan orang ini, kita langsung
menjadi pengikutnya.Hendaklah kamu semuanya dalam hal ini menjadi
kepala-kepala yang terkemuka, jangan hanya menjadi ekor-ekor yang di
belakang-belakang."

Ikrimah bercerita bahwa ayat inipun pernah dibaca Rasulullah dihadapan
seorang pemuka Quraisy yang termasuk penentangnya selama ini, bernama  al
Walid bin al Mughirah. Setelah didengarnya, diapun berkata: "Hai anak
saudaraku! Ulang sekali lagi!. Lalu diulang oleh Nabi SAW. Maka berkatalah
al Walid: "Demi Allah, susun katanya lemak manis. Senang sekali telinga
mendengarkannya. Pucuknya mendatangkan buah, uratnya penuhdengan kesuburan.
Ini bukan kata sembarang kata, ini bukan kata-kata manusia."

Artinya, meskipun dia seorang penentang, payah dia buat memungkiri bahwa
perkataan itu bukanlah perkataan Muhammad, melainkan wahyu.

Setelah terjadinya pertentangan yang begitu hebat di antara golongan Ali
dengan Mu'awiyah, yang berakhir dengan kemenangan Mu'awiyah, terutama
setelah Ali bin Abu Thalib mati terbunuh, maka kaum Bani Umaiyah, telah
mempergunakan khutbah-khutbah Jum'at untuk maksud-maksud politik. Lalu pada
khutbah yang kedua di seluruh mimbar mesjid yang dikuasai oleh Bani Umaiyah,
ditambahkanlah khutbah mengutuk Saiyidina Ali bin Abu Thalib. Dan berlakulah
yang demikian itu bertahun-tahun lamanya. Maka setelah jabatan khalifah
jatuh ke atas diri Saiyidina Umar bin Abdul Aziz, beliau perintahkan
menghentikan ucapan mencela dan mengutuk Ali bin Abu Thalib itu, dan beliau
suruh menggantinya dengan ayat 90 dari surah An-Nahl ini. Menjadi
kebiasaanlah pada tiap-tiap khutbah Jum'at yang kedua menutupnya dengan ayat
ini, dan berlakulah pusaka Umar bin Abdul Aziz itu pada khutbah yang kedua
di serat-rata negeri Islam yang memegang sunnah sampai masa sekarang ini.
Sehingga terhitunglah ini salah satu bekas yang mulia dari tangan beliau.

Selesai.....

Mudah-mudahan bamanfaat.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,

Lembang Alam


      

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke