Assalamualaikum wr wb Baiklah saya coba untuk melaporkan pada dunsanak warga RN semua tentang acara berbuka kami yang berlansung di tempat kediaman Bpk Prof K Suheimi di PMC (Pekanbaru Medical Center)
Sesuai rencana awal warga RN Pekanbaru dan Sekitarnya (RN-PS) akan berbuga pada hari Minggu tanggal 29 di Resto Haris, tapi dalam perkembangan pada tanggal tersebut juga akan diadakan berbuka bersama IKMR (Ikatan Keluarga Minang Riau) dimana Haris, Elthaf masuk dalam jajaran kepengurusan IKMR begitu juga Pak Emi. Akhirnya melalui undangan terbuka dari Pak Emi BuBer di PMC yang dilewakan ke palanta RN, saya dan Haris sebagai penggagas BuBer warga RN-PS coba mengkomunikasikan (via chat BBM) agar kita yang telah terdaftar BuBer tgl 29 bergabung saja bersama acara di PMC, lalu saya coba juga hubungi Pak Taufik (chat BBM) tentang hal ini, akhirnya kami sepakat mengingat pada tgl 29 tsb "barimpik galombang BuBer (istilah Da Elthaf) maka BuBer warga RN-PS dimajukan dan ikut bergabung di BuBer PMC pada hari Sabtu, 28 Agustus 2010/18 Ramadhan 1431 H. Saya dan Haris mohon maaf dunsanak yang telah konfirm, terutama kepada Bpk Arman Bahar yang telah merencanakan BuBer pada tanggal 29 bahkan beliau telah memajukan acara BuBernya pada tanggal 29 menjadi tanggal 28. Begitulah memang susah-susah gampang kalau saya perhatikan untuk menyatukan suatu kelompok atau organisasi dalam menentukan hari H BuBer selalu saja satu sama lain pasti ada yang berhalangan hadir (walau keinginan pasti kuat untuk Hadir ini terbukti ada yang konfirm "datang agak terlambat setelah buka bersama di tempat ini" "mungkin saya hanya sempat berbuka saja lalu pamit untuk bergabung di tempat lain, bahkan saking sibuknya seseorang bisa dalam satu hari menghadiri buka bersama 3 tempat sekaligus secara bergantian dari suatui tempat ke tempat yang lain. BUKA BERSAMA DI PMC Jam 16.30 WIB saya dan istri beserta seorang putri kami berangkat dari rumah menuju jalan Kartini untuk menjemput Air Zam Zam dan Rutab (Kurma muda ? Pak Emi bisa menjelaskan nanti apa keistimewaan kurma ini dari sisi kandungangan gizi dan kesehatan) yang disumbangkan oleh Bpk Ibnu, Alhamdulillah 1 Galon penuh Air Zam Zam dan 2 Pack Rutab di berikan oleh salah satu staf Pak Ibnu yang membuka usaha travel Haji dan Umrah di Kota Pekanbaru ini. Hidangan istimewa berbuka ini melaju menuju PMC. Sekitar jam 17.00 WIB saya lansung menuju lantai 4 PMC/Gedung Serba Guna Granada (GSGG), mmm saya lah orang pertama yang hadir (rajin..rajin selalu nomor 1 hadir kalau ada acara kumpul-kumpul sama teman, celetuk istri saya) di ruang terbuka lantai 4 PMC ada beberapa orang petugas catering mengatur segala perlengkapan makan dan hidangan. Setelah meletakan Air Zam Zam dan Rutab bergabung dengan hidangan lain kami duduk sejenak di ruangan kuliah STIKES PMC,tidak lama berselang datang Haris bersama dua orang anaknya, kami saling bertegur sapa dan bersalaman inilah saya pertama kali berjumpa Haris, selama ini saya hanya melihat poster dan baliho Haris ketika kampanye Pemilu 2009 dimana Haris menjadi calon DPD Riau. Tuan rumah dimana nih tanya saya dalam hati, akhirnya saya coba telepon, diujung sana dilantai 6 terdengar suara khas penuh senyum kegembiraan atas kehadiran kami, ketika saya katakan "air zam zam dan rutab berhasil dibawa ke PMC, Pak, wahhh betapa senangnya hati sang Professor ini, sepertinya terlalu istimewa oleh beliau dua hidangan pembuka puasa ini, saya selalu diwanti-wanti melalui postingan emailnya di RN intinya "jangan lupa jepe dibawa air zam zam dan rutabnya" Pak Emi menyuruh kami agar ke lantai 6, saya dan klga serta Haris dan anak2nya meluncur, maksud meluncur naik ?, dengan lift ke lantai 6 PMC sekaligus tempat kediaman keluarga Pak Emi. Kami disambut ramah dan penuh senyum bahagia oleh Ibu Zurtias istri tercinta sang Profesor ahli "manjawek anak lahia" yang sedang mempersiapkan minuman segar berbuka bersama. Akhirnya sosok "bulat dan gempal" ini keluar dari kamar dengan stelan celana batik jawa dan baju koko putih berlengan pendek serta peci hitam menyapa kami dengan "full senyum" khas sambil menatap penuh kedamaian dan rasa persaudaraan yang kuat. Kami bersalaman dan berjabat tangan erat begitu juga dengan Haris memperkenalkan dirinya serta anak-anaknya "Ndak baitu do Jepe sambia manunggu tamu nan lain ka balakang halaman PMC kito, jepe ingin mancaliak ambo lah mambudi dayakan ikan Arwana ndak" Ajakan Pak Emi ini tentu menarik dan membuat penasaran, Budi Daya Arwana sang Profesor ahli kandungan ini, tanya saya embathin. Kami meluncur turun lagi dengan lift ke lantai 1 dan terus kebelakang menyisir samping bangunan setengah jadi pengembangan RS PMC "Nah..itu tanaman matoa jepe, lihatlah tumbuh subur dan sehat, mudah2an kelak kita bisa menikmati buahnya" Saya hanya bisa menatap matoa yang tumbuh disisi batas dalam tanah PMC, hijau, subur dengan pujuk serta tunas yang segar dan tentunya akan terus tumbuh dan tumbuh besar nantinya seiring perjalanan waktu serta geliat bisnis RS PMC di Kota Pekanbaru. Kami diajak berkeleling dari kolam ke kolam budi daya ikan Pak Emi, mulai ian untuk konsumsi sebut saja Patin, Nila, Lele, Gurami dan Gabus sampai ikan Hias air tawar yang beraneka ragam corak, bentuk dan warna yang hidup dalam akuarium kaca disusun bertingkat di belakang halaman PMC, belum lagi sekali-kali terdengas "languah pendek" ondee rupanya itiak sarati nan maenggak-enggak berombongan di tanah-tanah yang becek, sementara di tanah darat yang kering berkeliaran bebas puluhan ayam kampung mulai dari induk, ayam mudo dan gadih serta anak-anaknya yang banyak. Lalu disekitar kantin dan kolam memanjang disekeliling mushala berkeliaran dengan tenang berlenggang lenggok ikan mas koi dengan bercak-bercak aneka warna yang eksotis di tubuhnya berseliweran "gembira" sekali-kali muncul ikan Patin "bule" yang berwarna pucat atau si Hitam Pekat seperti anak hiu, sungguh inilah ikan patin yang terbesar yang pernah saya lihat. Dari semua peliharaan ikan Pak Emi tentu yang paling istimewa disebuah kolam penuh berisi ikan Arwana yang besar-besar (berat sekitar 2Kg) bergerak lembut dengan lenggang lenggok ekornya yang genit menggoda mata memandang. "Wahh ini luar biasa Pak Emi, kalau nanti bertelur dan memijah akan banyak produksi anakannya, tentu akan dipisahan ke akuarium kaca boleh saya nanti dikasih 2, 3 ekor kalau sudah sebesar dua jari untuk saya pelihara di akuarium sebagai ikan hias di rumah" "Kok jo jepe ndak ka baretong bana doh aman tu (dalam hati saya "kalau jo urang lain tantu baretong pak, bsinis adalah bisnis he he" jawab pak Emi Lalu saya melontarkan ide "bagaimana Pak nanti kita bangun sepetak ruko didepan tanah PMC yang tersisa lalu kita buat toko ikan akuarium dengan segala perlengkapan, saya pikir koleksi Pak Emi sungguh banyak dan aneka jenis ikan hias" "Wahh ide yang mantap jepe, nanti kita realisasikan, saya akan coba dulu mengetahui dan belajar teknis budi daya ikan Arwana ini" Bersambung BuBer bagian 2 Jepe, Pku, 29 Agustus 2010/19 Ramadhan 1431 H Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
