Nah lo .....
 
Sesama orang Malaysia,
sudah ada yang dicurigai  pro Indonesia.
 
Bagaimana dengan 2 juta WNI
yang berada di Malaysia?
Apa tidak bikin "senam jantung"?
 
Terus ingat ajaran Bung Karno,
bahwa "nefo" bisa lahir di tengah2 "oldefo".
 
Makanya, Malaysia jangan arogan banget-banget lah.
 
Wass, Jacky M.
 
Dari: NEWS POLDA KALTIM <[email protected]>
Judul: [poldakaltim] CEO MEDIA MALAYSIA DITUDUH PRO AKSI BENDERA
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 3 September, 2010, 7:04 PM

CEO MEDIA MALAYSIA DITUDUH PRO AKSI BENDERA

NEWS POLDA, vivanews - CEO media online Malaysia, The Malaysian Insider, 
Jahabar Sadiq membantah tuduhan yang mengarah padanya, bahwa dia terkait dengan 
organisasi anti-Malaysia di Indonesia. 
Jahabar mengatakan ia akan berkonsultasi dengan pengacaranya, Jumat ini, untuk 
menanggapi tuduhan itu secara hukum. 

"Saya tidak memiliki keterkaitan dengan Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera). 
Respon terhadap isu ini akan saya serahkan pada pengacara," kata Jahabar 
seperti dimuat laman The Star, Jumat 3 September 2010. 

Penjelasan Jahabar  itu menjawab pernyataan anggota parlemen (MP) Bayan Baru, 
Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim di sebuah surat kabar,  bahwa, Jahabar punya 
ikatan dengan Bendera.

"Saya tak tahu mengapa ia membawa-bawa nama saya. Saya tak pernah bertemu 
dengan Zahrain sepanjang hidup saya. Saya juga tak tahu mengapa isu ini 
keluar," tambah Jahabar. 

Sebelumnya, Zahrain mengklaim, Jahabar telah 'memberi nasehat' kepada 
koordinator Bendera, Mustar Bona Ventura, dan pimpinan Bendera lainnya, Adian 
Napitupulu dan Serdi Semaun. 

Seperti dimuat Malaysia Today, Zaini meminta Jahabar menjelaskan hubungannya 
dengan pemimpin Bendera -- untuk memastikan tidak ada unsur pembangkangan 
kepada Malaysia.  Meski relatif kelompok kecil di Indonesia, nama Benteng 
Demokrasi Rakyat alias Bendera dikenal di Malaysia. 

Selain rajin berunjuk rasa di kedutaan Malaysia, Bendera juga  rajin mengancam 
sweeping warga negeri jiran itu.
Pasca insiden saling tangkap di perairan Bintan, Jumat 13 September 2010, aksi 
Bendera makin menjadi. Selain membakar bendera Malaysia, Jalur Gemilang, mereka 
melimpari gedung Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta dengan tinja. 

Mereka juga mengancam akan menggunduli warga Malaysia yang tertangkap dalam 
sweeping sebelum memulangkannya.
 
 
ADMIN POLDA KALTIM
PUSAT LAYANAN DAN INFORMASI

 
 
 
 
 
 
__._,_.___

Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a new topic 
Messages in this topic (1) 
Recent Activity: 

New Members 3 
Visit Your Group 

Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use


. 

__,_._,___





-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke