Menarik pak, salah satu cara meng-edukasi lewat media televisi. Memang yg perlu sekarang dilakukan oleh para pemegang mandat adalah sektor pendampingan masyarakat, salah satunya lewat media televisi. Tentunya ini sesesuaikan dg grand skenario parawisata. Kalo hanya sekedar eforia, tentu hal ini tidak bisa dipecahkan. Menurut hemat saya sebagai pengawa kordinasi bagi daerah tingkat dua, yg dibutuhkan menjadi top level parawisata Sumaatera barat adalah beliau yg mampu me-metakan potensi keparawisataan dan tentunya juga mereka yg bagus melakukan manajemen pekerawisataan. Sehingga tidak terjadi lagi overlaping dan berebutan objek, sebab Sumatera Barat sangat kaya dg potensi alam dan kebudaayaan. Basic dari segala basic dari langkah awal utk parawisata Sumatera Barat ialah pemetaan. Dengan pemetaan akan didapat potensi2, kadang kala potensi itu ada dan terabaikan, malah, karena melihat daerah lain berhasil, potensi yg ada terabaikan he...he...............contoh kecil liatlah Kota Padanng panjang, terkenal dg wisata kuliner dan wisata pendidikan. Siapa yg tidak kenal, kota ini berhasil menghasilkan orang2 terbaik putra bangsa dari pendidikan di Padang Panjang. Sekarang yg sering kita dengar, Padang Panjang dg woter boomnya he....he..........masak daerah dingin dikasih main air dingin (berenang), demam lah anak2 dibuatnya. Disini karena tidak adanya ketegasan pemegang regulasi tinggkat satu utk dpt memberikan solusi dan ketegasan, Akhirnya waterbom Padang Panjang di sikat lagi dg waterbom di Pariaman (dkt Malibu), yg rugi siapa????????? ya kita2 juga he...he.......... Saya rasa dulu pernah ada lahir Sumatera Barat Tourism Board, badan ini bisa diaktifkan dan tentunya pemerintah daerah harus selektif memilih, jangan hanya karena balas budi dll. Karena nantinya para ahli/pakar bergabung dg pemegang mandat regulasi, tentu hasil2 positif yg nantinya bisa diuji melalui seminar atau apalah, supaya produk tersebut dapat membawa dampak bagi pendapatan daerah Sumatera Barat.
Terus terang saya sangat takjup melihat keindahan pantai di Pesisir Selatan. Kenapa tidak bisa kita jual, kenapa banyaknya tenta2 pas 2orang yg banyak ada, dan tentu jangan pula kita langsung membayangkan banyaknya orang berjemur memakai bekini. Pantai di Pesisir ditambah lagi banyak pulau2 kecil merupakan surga yg belum ter-olah. Ikan yg luar biasa, bisa dibikin tournament kelas duna untuk peminat pancing, atau lomba pearahu antar pulau dlll.......................................... sedikit sumbang saran menjelang berbuka......................... Nanang, Jkt ________________________________ Dari: Anzori <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Ming, 5 September, 2010 15:07:02 Judul: [...@ntau-net] Film boneka seperti Upin dan Ipin untuk promosi wisata dan budaya Minangkabau Tiba terlintas dalam pikiran ketika menonton serial Upin dan Ipin, film kartun boneka Malaysia di TPI. Alangkah sronoknya kalau misalnya Sumatera Barat punya serial kartun boneka seperti Upin dan Ipin untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Minang. Dalam impian itu terbayang film katun boneka itu disaksikan oleh anak-anak diseluruh dunia pada channel TV anak di negaranya. Ketika mereka dewasa, mereka ingat dan ingin datang ke daerah tempat film kartun itu berada, yaitu ke Sumatera Barat. Tapi ini mimpi yang absurd. Siapa tahu ide absurd ini ada yang ingin melakukan. Zorion_Anas (55-) http://minangmaimbau.blogspot.com http://zorionanas.blogspot.com http://www.visitpadang.com [email protected], [email protected], Cel./HP No. :081384611336 -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
