Ini menjadi pengalaman bagi penggagas ide keminangan dan berminang-minang untuk 
ranah dari rantau.

Bila Rantau telah menjadi Ranah Juang, maka sepertinya perlulah  Rantau menjadi 
Lahan Utama bercocok Tanam.
Bila Ranah telah dipilih menjadi Rantau Pertempuran, maka sepertinya 
perlulah kuatkan diri  Rantau menjadi Pijak Utama kemaslahatan.  

Dunia telah berubah, maka pilihlah apa yang menjadi arah.

Selamat berjuang bagi kawan-kawan Muda Rantau Net, Dunsanak Bobby,  Dunsanak  
Nanda  yang telah memilih berkata Minang di Ranah, melepaskan baju Rantau yang 
telah menjamah.

Wassalam
DYEK


 



________________________________
From: Eri Bagindo Rajo <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, 6 September, 2010 13:36:49
Subject: Bls: [...@ntau-net] KKM 2010 Salah Samek ?


Sanak Zul Amri, 
Sabana sajamba makan tangan baliau nan manulih ko.  Hebat..!
Kok Kenal sanak jo Baliau  ambo titip salam...

Wassalam
EBR(53)




________________________________
Dari: zul amri <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sen, 6 September, 2010 12:28:57
Judul: [...@ntau-net] KKM 2010 Salah Samek ?


Patut juga dibaca komentar Koran Harian Singgalang berikut ini :


Senin, 06 September 2010 
 
KKM Salah Samek 
BASRIL BASYAR 

Samek hanyalah sebuah benda kecil yang terbuat dari logam. Biasanya ibu-ibu 
lebih akrab dengan benda ini ketimbang bapak-bapak. Sebab samek sendiri banyak 
disimpan ibu-ibu, karena dapat membantu pekerjaan-pekerjaan mereka. Dalam 
kehidupan sehari-hari, samek atau dalam bahasa Indonesia disebut peniti 
berfungsi sebagai alat yang dapat membantu seseorang, mempertemukan suatu 
bidang 
kain dangan bidang yang lain.
Dapat dipastikan fungsi samek kadang-kadang sangatlah luar biasa, bahkan bisa 
menyelamatkan seseorang dari rasa malu. Coba bayangkan kalau di tengah orang 
ramai, tiba-tiba celana seseorang robek, apalagi pada bahagian penting. Betapa 
malunya orang itu. Hanya sameklah yang bisa menyelamatkan.
Namun, apa pula jadinya kalau ada yang mengatakan “salah samek?. Pasti lain 
artinya. Orang tua-tua dahulu sering menggunakan kata-kata salah samek untuk 
mengatakan sesuatu yang dikerjakan tidak pada tempatnya. Kalau pekerjaan kita 
tidak bermanfaat atau asal buat saja yang tidak berguna dikatakan oleh orang 
tua 
kita 

Hey waang salah samek mah. 
Artinya kita menggunakan samek itu tidak pada tempatnya, bukan pada bidang yang 
robek tadi, misalnya, tetapi pada sembarangan. Tetapi kata-kata salah samek ini 
kadang-kadang juga dipakai sebagai kata kias. Daun telinganya bisa memerah., 
kalau dikatakan orang kita salah samek.
Kalau boleh kita perumpamakan, mungkin inilah yang sedang dialami Panitia 
Kongres Kebudayaan Minangkabau (KKM) sekarang. Saya yakin dan percaya bahwa 
orang atau panitia yang merumuskan materi KKM adalah orang pintar dan peduli 
dengan Minangkabau. Saya juga yakin bahwa beliau-beliau itu sudah menghabiskan 
waktu, daya dan dana untuk merampungkan pekerjaan tersebut. Beliau-beliau itu 
juga punya segudang pengalaman.
Tetapi karena yang mereka kerjakan belum dipaiyokan dengan orang ranah, 
akhirnya 
jadi bagalegoh. Kerja besar itu kandas karena belum disepakati. Terobosan 
organisasi Gebu Minang mengambil langkah penting untuk mempertajam pemahaman 
ABS-SBK menjelang berakhir masa kepengurusan Desember 2010 mendatang adalah 
sesuatu yang patut mendapat pujian. Tetapi, ya karena salah samek akhirnya jadi 
berantakan.
Secara merathon, para penggagas, terutama SC sudah merampung draft yang isinya 
mungkin sangatlah bagus. Namun sekali lagi, ketika pembahasan dimulai, belum 
tersosialisasikan dengan baik, terutama terhadap lembaga-lembaga terkait, 
LKAAM, 
MUI, Dewan Kesenian serta organisasi kemasyarakatan lainnya, masalah jadi lain.
Ibaratnya, orang di kampuang atau ranah dibaok an bajak sudah. Inilah yang 
terjadi sekarang. Suara-suara penolakan makin nyaring, bahkan dalam pertemuan 
dengan Wakil Gubernur Jumat pekan lalu, sudah diputuskan KKM ditolak. 
Urgensinya 
belum mendesak untuk dibicarakan sekarang.
Sebenarnya kita juga paham dengan apa yang disampaikan beliau-beliau yang 
diberi 
mandat oleh Bakor-bakor orang Minang di Jakarta. Apa yang disampaikan Dasrul 
Lamsuddin, Marwan Paris, Firdaus Umar, Suhatmansyah dan Zul dapat kita pahami 
secara bersama-sama. Marwan Paris misalnya meminta agar para peserta rapat 
terutama yang ada di ranah dapat mempertimbangkan kerja keras para penggagas 
atau panitia di Jakarta. Berbulan-bulan mereka menyiapkan bahkan juga ada FGD 
(Fokus Group Discussion). Kalau kurang tolong ditukuak, singkek tolong diuleh 
dan panjang tolong dikarek. 

Mana yang tidak perlu, orang rantau rela menerimanya. Tetapi lagi-lagi hal ini 
tidak mendapat tanggapan. Belum lagi para narasumber yang akan menyampaikan 
makalah dalam kongres. Banyak pihak yang menilai bahwa narasumber sebagian 
kurang kompeten dan relevan. Ketika diadakan pertemuan antara rang ranah dengan 
rang rantau di rumah Irman Gusman di Jakarta, ada rencana mau disempurnakan 
pemakalah. Tetapi kenyataannya masih belum diubah, sehingga resistensi rang 
ranah semakin keras.
Inilah pelajaran pahit yang mesti kita terima. Ketahuilah bahwa zaman sudah 
berubah. Menggadang-gadangkan pejabat di atas. Katakanlah KKM akan dibuka 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atau Mendagri Gamawan, Ketua DPD Irman 
Gusman serta para tokoh-tokoh di Jakarta sudah sepakat dengan acara ini, 
nampaknya tak mempan lagi. Menakut-nakuti orang di kampuang, tidak masa lagi.
Kalau zaman Orba, mungkin apa yang direncanakan KKM seperti sekarang pasti 
jalan, karena sudah ada restu dari atas. Tetapi keadaan sudah terbalik, tak 
lagi 
top down, tapi buttom up. 

Jaanlah awak salah samek juo lai, apak-apak awak yang di Jakarta! (*) 
 

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.



      

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke