Sanak di lapau,
Aneh sekali saya membaca postingan Sanak Armen ini. Lihat bagian yg saya 
merahi. Mengapa banyak orang Minangkabau sekarang MADA? Antara lain karena 
mereka tak lagi arif berkata-kata. Dan salam satu penyebabnya karena mereka 
meninggalkan bahasa sastra Minangkabau, tidak mencoba mengaktualisasikannya 
dengan kehidupan modern saat ini. Coba katakan hal-hal yg krusial apa yang 
tidak dapat diungkapkan dengan kata melereng Minangkabau?
 
Wassalam,
Suryadi
 


--- Pada Sen, 6/9/10, Armen Zulkarnain <[email protected]> menulis:


Dari: Armen Zulkarnain <[email protected]>
Judul: [...@ntau-net] 1000 Pepatah Petitih & Undang Adat Alam Minangkabau
Kepada: [email protected]
Cc: "Eri Bagindo Rajo" <[email protected]>
Tanggal: Senin, 6 September, 2010, 9:26 PM






Assalamualaikum  wr wb



pak Eri Bagindo Rajo yang saya hormati, sebagai tambahan informasi 1000 pepatah 
petitih minangkabau yang pak Eri Bagindo Rajo sebutkan itu adalah pepatah 
petitih yang disusun oleh Angku Idrus Hakimy Dt Rajo Panghulu dari kearifan 
lokal yang dimiliki minangkabau. 


Sepanjang pengetahuan saya, pepatah adalah seni berbicara untuk mematahkan 
pendapat orang lain sedangkan petitih adalah seni berbicara untuk menitihkan 
(baiyo batido) pendapat dunsanak nan lain.


Basilek dipangka padang, bagaluik diujuang karieh, 
kato salalu baumpamo, rundiang salalu bamisalan.

Pepatah, petitih, mamang, bidal, pantun dan gurindam Adat Minangkabau, selalu 
mempunyai arti yang tersurat dan tersirat (berkias) oleh karena itu bisa dibawa 
kekiri & kekanan, sesuai dengan keahlian pembicaranya & kemampuan dari 
pendengar untuk memahaminya. 


Dasar kajian adat istiadat minangkabau bukanlah berpedoman pada pepatah petitih 
namun pada Undang Adat Alam Minangkabau yang bermakna tetap (Muhkamat) 
sedangkan pepatah petitih bermakna bias (Mutasyabihat). 


Kajian adat istiadat minangkabau setahu saya pada masa lalu berpedoman pada 
Undang Adat Alam Minangkabau, dimana buku tersebut umumnya hanya dimiliki 
penghulu pucuk atau angku kapalo (wali nagari) pada masa lalu sebelum 
pergolakan PRRI, yang ditulis menggunakan huruf jawi & bahasa minang sesuai 
dengan dialek setempat (dialek di Agam = Gadang, sedangkan di 50 Koto = 
Godang). Namun, dimasa pasca PRRI keberadaan buku Undang Adat Alam Minangkabau 
(UAAM) banyak hilang di ranah minang sebab pasukan kodam Diponegoro banyak 
melakukan penjarahan terhadap harta benda masyarakat minangkabau di Sumatera 
Tengah pada masa setelah pemberontakan PRRI.


Oleh karena itu "pisau" sebagai benda memiliki manfaat yang sangat banyak 
apabila digunakan pada tempatnya. Namun pisau bisa pula digunakan sebagai 
"alat" untuk menodong, mengancam bahkan menghilangkan nyawa orang lain. Begitu 
pula pada pepatah petitih yang bisa dipakai untuk kedua sisi, baik untuk 
menitihkan kata-kata ataupun untuk mematahkan argumentasi orang lain. Saya 
kira, untuk hal-hal yang krusial, sangat tidak cocok kita berpepatah pertitih 
untuk saat ini karena banyaknya masayarakat minang yang tidak begitu paham 
apakah arahnya ke kanan atau ke kiri, sebab maknanya yang bias/tersirat yang 
kita sebut juga bermakna mutasyabihat. Semoga bermanfaat, sebab banyak penghulu 
di ranah minang & diperantauan tidak mengetahui tentang Undang Adat Alam 
Minangkabau, banyak maaf.


Wasalam 
AZ - 32 th
Padang.
 


 

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke