Selamat Idul Fitri 1431, Jumat 10 Sept 2010...
Selepas sholat subuh pagi tadi, dengan sahabat Opik di mushola kami takbiran.
Ada suasana lebaran yang agak berbeda dengan tahun lalu yang saya dan keluarga
lakukan di Kapau Bukittinggi. Perasaan tersebut terus bergelayut dalam pikiran
hingga selesai khutbah Idul Fitri. Banyak hal yang terasa berbeda dengan pulang
kampung setahun yang lalu. Tahun lalu adalah pulang kampung pertama kami sejak
menikah 2001 diwaktu mudik lebaran. Biasanya kami memilih pulang ketika
desember
atau Juli sehingga bisa benar-benar menikmati liburan. Dalam lebaran mustahil
bisa menikmati keindahan alam sumatera barat dengan maksimal. Maklum,
bukittinggi sangatlah macetnya, begitu juga dengan akses dari/ke bukittinggi.
Namun apabila kita ingin merasakan suasana lebaran yang lebih AFDOL, lebih
BADUNSANAK, saya kira lebaran di kampung halaman adalah pilihan terbaik...
Terbayang kembali ketika berangkat ke Surau Sirah koto panjang ilia di kapau.
Dengan penuh semangat kami semua para anak, minantu serta cucu mama
melangkahkan
kaki dengan riang. Perjalanan yang ditingkahi canda anak-anak dalam dendang dan
lantunan gema takbir dari segala arah. Nagari kapau kampung ditengah hamparan
sawah sepanjang mata memandang, dalam kombinasi warna biru langit, hijau kuning
hamparan padi, dipagari oleh bukit barisan dan gunung Singgalang dan Merapi
yang
menjulang. Pagi yang cerah ditanggarai keramahan masyarakat alam minangkabau,
saling tegur dan sapa antar sesama.
Surau Sirah seakan-akan tidak sanggup menampung jamaah Idul Fitri 1430 ini.
Didalam surau, orang sudah penuh sesak, diteras juga sama. Terasa sempit sekali
saat sholat Eid dilakuksan, bertemu sudah antara bahu dengan bahu, antara ujung
kelingking dengan ujung kelingking. Walaubegitu suasananya, tidak ada yang
saling tidak enak dihati. Semua dirangkul dalam silaturahim yang kuat, baik
anak
rantau ataupun anak nagari. Selepas sholat, jamaah saling ambil tempat duduk
yang nyaman, tidak terlihat lagi susunan saf yang ada. Yang diteras berusahan
untuk masuk mendengar khutbah Idul fitri.
Selesai khutbah, bersalam-salam, saling menyapa satu sama lainnya dan berlanjut
hingga pulang ke rumah masing-masing. Sesampai dirumah, kami saling bermaafan,
menikmati kue-kue lebaran sambil photo sana, photo sini. Tak lama berselang
semua warga sudah saling mengajak untuk kembali ke Surau. Ada acara puncak....
Begitu lah kira-kira.
Acara puncaknya adalah makan bajamba. Aneka makanan sudah terhidang dalam
piring2 yang tertata dalam jamba atau nampan besar, termasuk sepiring nasi
dalam
porsi besar. Semua makanan khas kapau keluar sudah siap untuk disantap. Untuk
kaum bapak sudah tentu dalam piring2 nasi tadi, namun bagi kaum ibu mereka
makan
dalam jamba tadi dengan segala lauk masuk ke dalamnya. Satu jamba untuk 5/6
orang kaum ibu.
Ada tambusu, tunjang, babek dan gulai rebung muda. Ada dendeng dengan cabe
merah, gajebo, gulai ikan ikan mas alias gulai bada kata orang kapau dengan
kacang panjang. Ada kalio daging, ada randang, aneka ikan goreng yang pake cabe
ataupun tidak. Ada sambal lado patai, gulai jengkol. Yang terakhir adalah
favorit ku. Entah kenapa rasanya kok sangat berbeda sekali dari yang biasa aku
makan. Sepertinya gulai jengkol ini paling cepat habisnya diantara lauk pauk
yang ada didekat ku.
Kalau tambusu, tunjang dan babek, yang jadi andalan dalam setiap masakan rumah
makan kapau yang pernah aku temui, tidak ada yang bisa mengalahkan masakan
mertuaku. Sangat berbeda sekali masakan beliau. Jelas sekali karena menggunakan
telur itik yang tinggal diambil dikandang bawah lantai rumah. Sebagian di rumah
makan kapau, kadang kala sudah ditambah dengan tahu. Namun sudah tetap saja
kalo
untuk makanan jamba baik di rumah ataupun di surau Sirah ini mereka tentu tidak
berani mencampurnya dengan tahu, karena pasti akan ketahuan. Alhamdulillah
untuk
hampir tiap acara makanan seperti di surau ini, atau baralek mertuaku sering
diajak untuk masak segala masakan gulai. Mungkin karena "kakok" tangan beliau
yang sangat miujarab.
Acara di surau ini sangat terasa BADUNSANAK. Saling kenal dengan anak-anak yang
telah merantau dengan yang masih tinggal dikampung halaman, berbaur dalam makan
bersama yang masakannya luar biasa enaknya. Bagi yang sudah melewati batas atas
kolesterol, asam urat, dll hari itu sepertinya harus melupakannya sementara
waktu. Makan sambil bercengkarama dalam suasana kekeluargaan yang sangat kental
ini, tentu tidak menghentikan suap yang terus menerus. Apalagi bila ada yang
menambahkan porsi nanti sambil ma'ota.... Hehehe.. suasana yang sangat berkesan.
Selesai acara makan besar, masih ado parabuangan/makanan penutup yang
diantarkan
oleh kaum ibu dan dibantu remaja yang ada yang harus dihabiskan. Ada pisang,
segala kue kering dan bolu tertata kembali dalam nampan ataupun piring yang
dihidangkan. Luar biasa suasananya untuk menambah tebal kulit perut.
Alhamdulillah, segala ingatan ini ditumpahkan dalam bentuk tulisan, bisa
menjadi
catatan untuk mudik lagi di tahun depan, insya ALLAH. Semoga ada kelapangan
rezeki dan kesehatan untuk mudik tahun depan. Semoga ALLAH mengabulkannya. Amin
ya rabbal alamin...
Puri Bintaro Hijau, jumat 10 Sept 2010, jam 11.30.
@http://www.facebook.com/note.php?saved&¬e_id=480884054008
ARYANDI, 37th Ciledug Tangerang
--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.