Iko tambahan baritonyo dari Riaupos. --MakNgah Satu Tewas, 60 Luka-luka Lebaran, Ribuan warga ''Cakak'' antar Nagari 14 September 2010 41 klik Beritahu Teman
Suasana hari lebaran ke-empat Kabupaten Solok Selatan diwarnai kerusuhan. Masyarakat dua nagari di Kecamatan Sangirjujuan memanas. Warga nagari Lubukmalako dan Bidaralam. Sedikitnya seorang warga dinyatakan meninggal dunia dan lebih dari 60 orang luka-luka, dalam peristiwa itu. Kerusuhan dipicu dari aktivitas kebut-kebutan sepeda motor oleh sejumlah siswa SMP, dari salah satu nagari. Berdasar informasi yang dikumpulkan di lapangan kondisi itu berujung bentrok sesama pelajar selanjutnya situasi semakin memanas dan pecah pada Senin (13/9/2010) pukul 13.30 WIB. Ribuan massa dari dua nagari saling serang. Senjata yang mereka gunakan antara lain, gobok (senjata api rakitan) celurit,bambu,samurai,batu-batu,senapan,ladiang (parang),dan benda tajam lainnya. Lokasi kejadian persis di perbatasan antara dua nagari. Akibatnya, satu orang warga Padangalai, Lubukmalako, Asbahraini, 46 meninggal dunia. Setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solsel. Diduga, lelaki yang sehari-harinya bekerja sebagai petani itu terkena luka robek di kepala akibat gobok. Sementara itu, korban dalam keadaan kritis terus berjatuhan. Dan dilarikan ke RSUD Solsel. "Baru tiga orang yang dirujuk ke sini. Satu meninggal dan dua orang lagi telah kita rujuk ke Padang. Sarial, 46, warga Lubukmalako, terkena luka robek bawah mata sebelah kiri dan Hendra 21, luka robek di pinggang tembus ke paru-baru belakang,"terang Direktur RSUD Solsel, Novirman, yang mengatakan telah standby-kan 40 petugas medis. Hendra yang merupakan korban kritis, merupakan warga Kayuaro Kabupaten Kerinci Jambi, yang saat itu akan pergi ke Sungai Kunyit, Sangir Balai Janggo. Ia kebetulan lewat di lokasi konflik, dan nahas menjadi korban amukan massa. Berdasar informasi warga setempat, ada dua korban yang meninggal dunia, termasuk yang sempat dibawa ke RSUD. Namun, saat berita ini diturunkan belum ada pihak yang dapat dikonfirmasi, mengenai satu korban meninggal lainnya. Bentrok antara nagari yang saling bertetangga itu, juga menyebabkan puluhan rumah warga Lubukmalako, hancur. Kaca jendela pecah, dan atap-atap rumah mereka bolong-bolong, akibat lemparan batu. Berdasar informasi yang diperoleh di lapangan, korban luka terkena senapan angin juga berasal dari anggota Polres Solsel. Selain itu, seorang wartawan media lokal juga nyaris disandera massa, saat hendak mengambil gambar. Beruntung, lelaki itu berhasil selamat. Hingga pukul 19.00 WIB, situasi daerah itu masih mencekam. Warga yang tinggal di perbatasan masih takut menempati rumah mereka. Sepanjang jalan Lubukmalako maupun Bidaralam, masih di penuhi massa. Sementara itu, puskesmas Lubukmalako, puskesmas Lubukgadang dan RSUD makin ramai dipadati warga, menunggui sanak keluarga yang menjadi korban. Satu unit ambulans dari Lubukgadang yang datang menjemput para korban, malah menjadi objek amukan massa. Kaca jendela ambulans tersebut, hancur. Akibatnya, petugas Puskesmas Lubukgadang urung mengirimkan bantuan tenaga medis ke lokasi konflik. Mereka terpaksa stand by di Lubukgadang, menunggu kedatangan pasien. Kapolres Solsel AKBP Djoko Tri Sulo saat dikonfirmasi di lapangan, mengungkapkan telah meminta bantuan dari Polres Solok sebanyak satu pleton. Sedangkan anggota Polres Solsel sendiri telah disiagakan di TKP sebanyak 70 orang. "Kita melibatkan anggota Polres, Polsek, Kodim dan minta bantuan ke daerah tetangga, Kota dan Kabupaten Solok. Masing-masingnya satu pleton. Sementara itu, dari Polda juga sudah stand by di Mapolda,"ujar Kapolres yang baru saja serah terima jabatan pekan lalu. Bupati Solsel, Muzni Zakaria bersama Wabup Abdul Rahman sempat datang ke lokasi untuk mendamaikan kedua belah pihak. Bupati berjanji akan menyelesaikan pertikaian tersebut secepatnya. "Mari kita hentikan pertikaian ini. Ada yang meninggal, luka-luka, mereka itu kan saudara kita. Orang Solok Selatan. Saya mohon jangan terpancing dengan provokator. Saya berjanji akan menuntaskan masalah, yang kabarnya sudah ada sejak dulu,"himbau bupati.[padek/rpg/ril] http://www.riaupos.com/new/berita.php?act=full&id=4026&kat=5 --- In [email protected], Lies Suryadi <niadil...@...> wrote: > > Paninggalan zaman saisuak: PERANG BATOE antar nagari. > > Salam, > Suryadi > > --- Pada Sen, 13/9/10, Ephi Lintau ephi.lin...@... menulis: > > > Dari: Ephi Lintau ephi.lin...@... > Judul: Re: [...@ntau-net] Dua Kampung di Solsel > Kepada: [email protected] > Tanggal: Senin, 13 September, 2010, 7:36 PM > > > Inilah Salah satu bukti bahwa tempaan bulan ramadhan belum berhasil. > > Yuhefizar aka ephi lintau > > On 9/13/10, Nofend St. Mudo nof...@... wrote: > > Solok Selatan, (ANTARA) - Warga Lubuk Malako terlibat tawuran dengan warga > > Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, Solok Selatan, Senin (13/9). > > > > Menurut salah seorang warga Lubuk Malako, Hamudis, tawuran tersebut terjadi > > di perbatasan kedua daerah tersebut sekira pukul 14.00 WIB. Belum diketahui > > penyebab pati tawuran tersebut. > > > > Akibat tawuran itu, puluhan orang menjadi korban dan saat ini mendapatkan > > perawatan di puskemas terdekat. > > > > Sementara, Direktur RSUD Solok Selatan, Norvirman mengungkapkan, pihaknya > > mengirimkan dua unit ambulans dari Puskesmas Pakan Rabaa dan Sungai Pagu > > serta petugas untuk membantu merawat korban > > > > "Kita belum memperoleh informasi jumlah korban keseluruhan, namun kita telah > > menerjunkan bantuan ambulan dan petugas," katanya. (jno/ril) -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
