Saya sedang tertidur sehabis membaca koran pagi di sofa ruang tamu pada suatu 
Jumat pagi sebelum Ramadan yang lalu, ketika menantu  saya Entin yang tinggal 
tidak jauh dari rumah kami membangunkan saya.

"Pa, ada pak Gusril!"

Saya agak terkejut karena tidak menyangka akan kedatangan tamu  istemewa di 
pagi itu. Rupanya beliau sudah mengirim SMS tetapi tidak terbaca karena HP saya 
taruh di kamar tidur.

Setelah masuk kamar untuk merapihkan pakaian saya menjabat tangannya dan 
memersilakannya masuk.

Pak Gusril, lengkapnya  Gusril Bahar bukan tokoh nasional dan juga bukan tokoh 
provinsi. Tetapi saya percaya tidak ada masyarakat Batusangkar, khususnya para 
pengguna air leding di sekitar tahun 2003-2006 yang tidak mengenal mantan 
direktur PDAM  Kabupaten Tanahdatar yang berhasil meningkatkan kinerja dan 
pelayanan PDAM kepada masyarakat. 

Atas prestasi pak Gusril itu, dalam tahun 2004 PDAM Tanahdatar  berhasil 
memperoleh penghargaan Presiden Megawati, sebagai PDAM dengan pelayanan terbaik 
se-Sumatera Barat.

Pak Gusril sarjana teknik lingkungan UI dan pernah bekerja di sebuah bank 
nasional di Jakarta diminta oleh Pak Masriadi Martunus Bupati Tanahdatar ketika 
itu untuk membenahi BUMD yang menangani kebutuhan manusia yang sangat dasar 
itu. 

Saya mengenal pak Gusril karena Pemkab Tanahdatar meminta USAID-PERFORM, 
program tempat saya bekerja ketika itu untuk memfasilitasi penyusunan rencana 
korporat (corporate plan) partisipatif yang pelaksanaan dilakukan oleh para 
profesional kantor regional kami di Padang. Sebagai koordinator sub-program 
tersebut di kantor nasional , saya secara berkala mengujungi BUMD/RSUD yang 
kami fasilitasi di tujuh  provinsi mitra kami,  termasuk PDAM Tanahdatar.

Perencanaan partisipatif yang dikembangkan PERFORM adalah perencanaan yang 
dilaksanakan sendiri oleh manajemen BUMD/RSUD dengan melibatkan para pemangku 
kepentingan, utamanya Pemda, karyawan dan pelanggan. Di Sumbar  pemangku 
kepentingan  utama PDAM ditambah lagi dengan nagari terletaknya sumber air 
baku.  Kami hanya memberi bimbingan teknis dan membantu  penyiapan dan 
pencetakan dokumen.  Karena itu  prosesnya agak lama. Untuk PDAM-PDAM dapat 
lebih dari satu tahun 

Ketika kami pertama kali masuk, PDAM Tanahdatar masih berkantor di sebuah 
bangunan mirip gudang yang dengan tepat menggambarkan kondisi PDAM Tanahdatar 
tatkala itu. Ketika kami selesai PDAM sudah berkantor di kantor yang mungil dan 
apik dengan desain rumah bagonjong itu.

Dan itu bukan dicapainya dengan mudah, bukan semata-mata karena kapabilitas dan 
kapasitasnya yang berhubungan erat dengan pendidikan dan pengalaman kerjanya 
sebelum ini, tetapi lebih disebabkan dedikasi dan determinasinya.

Langkah penting yang dilakukannya antara lain, memberikan kesempatan kepada 
karyawan PDAM yang tidak mau berkomitmen untuk bekerja sungguh-sungguh di PDAM, 
untuk mencari nafkah di luar PDAM dengan modal pesangon dari PDAM. Pak Gusril 
juga ingin agar karyawan PDAM memahami dengan sungguh-sungguh misi  (what is 
our business?)  dan visi (what is we want to be?)  perusahaan yang ditetapkan 
bersama. Visi dan misi itu dicetak di kalender PDAM  dan ditanyakan secara 
berkala kepada para karyawannya. 

Pertengahan tahun 2005 Pak Gusril meninggalkan Batusangkar dan menjabat 
direktur PDAM masih di kabupaten/kota  lain di Sumbar [1]. Tidak terlalu lama 
dia kembali ke Jakarta, dan bergabung dengan USAID-ESP yang merupakan program 
advokasi capacity building dalam pengelolaan perairminuman dan sanitasi. 
Walaupun tidak dikatakannya kepada saya, saya percaya bahwa penghasilan bukan 
satu-satunya pertimbangan Pak Gusril memilih kembali ke dan berkarir Jakarta, 
sama halnya saya tidak yakin kesediaan Pak Gusril diajak pak Masriadi untuk 
membantunya membangun Tanahdatar bukan karena iming-iming gaji semata. 
Kecintaan kepada kampung halaman jelas ikut bicara. 

Seberapa besarkah kemampuan Pemkab Tanahdatar untuk membayar tinggi seorang 
direktur PDAM?

Saya juga tidak yakin bahwa  penyebab pak Gusril meningalkan jabatan direktur 
PDAM Tanahdatar yang baru satu periode dijabatnya, bukan semata-mata karena pak 
Masriadi yang mengajaknya pulang untuk membantunya membangun nagari tidak lagi 
menjabat sebagai Bupati.

Ketika merantau untuk bersekolah ke Jawa dulu, saya percaya tidak sedikit 
anak-anak muda Minang yang ingin pulang kembali ke kampung halaman, atau yang 
ketika berangkat sudah berniat hendak menjadi "perantau cina", seperti yang 
tercermin dari bait-bait lagu "Teluk Bayur" di bawah ini.

Selamat tinggal Teluk Bayur permai / Daku pergi jauh ke negri seb'rang
Ku kan mencari ilmu di negri orang / bekal hidup kelak di hari tua
Selamat tinggal kasihku yang tercinta / doakan agar ku cepat kembali
kuharap suratmu setiap minggu / kan kujadikan pembuluh rindu

Tetapi menyimak dari pengalaman  pak Gusril di atas , agaknya  tidak mudah juga 
mencari kapal untuk kembali ke Teluk Bayur.

Atau saya kah yang `lebay'?

(bersambung) 


Wassalam, HDB-SBK (L, 67) 


[1] Dari Laporan Kompilasi Hasil Audit Kinerja PDAM Seluruh Indonesia Tahun  
2006─2007, saya ketahui   PDAM Kabupaten Tanah Datar  dalam tahun-tahun 
tersebut tidak termasuk PDAM yang `sehat' atau `kurang sehat'.  Satu-satunya 
PDAM yang mempunyai kualitas `sehat' dalam tahun-tahun tersebut adalah PDAM 
Kota Solok yang juga pada tahun yang bersamaan dengan PDAM Kab Tanahdatar  
menyusun penyusunan rencana korporat  partisipatif yang difasilitasi oleh 
USAID-PERFORM.


-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke