Soal PP nan mangkapling nagari sekitar Kiktenggi iko. Elok kito manuangkan rekaan kamanakan kito Nalfira Pamenan dibawah ko
Apo memang Ampek Angkek akan terbagi menjadi Ampek Lakek jo Ampek Karek Mungkin MakNgah,Mak Lembang, Inyiak Lako sarato warga Agam Timur lain ado komentarnyo... .................................... Prologue Parodi ini, sebagaimana judulnya hanyalah kisah fiktif belaka tentang apa yang akan terjadi pada beberapa tahun mendatang ketika arogansi kekuasaan dan nafsu kebebasan telah meracuni wilayah yang menjadi perdebatan dari keberadaan PP 84/ tahun 1999. Kisah-kisah yang akan ditampilkan tentunya menyangkut mereka yang terkena langsung dampak pelaksanaan PP itu. Dampak yang dirasakan oleh mereka yang tidak pernah dikunjungi apalagi ditanyai oleh Anggota DPR ketika mereka reses katanya. Mereka yang membayar pajak, menikmati fasilitas publik yang ada selama ini dan tentu saja akan membayar transportasi kos yang lebih besar akibat beralihnya lokasi fasilitas publik yang ada selama ini ke lokasi baru di wilayah yang masih disebut Kabupaten Agam. Entah dimana letaknya tidak ada yang mau tau. Mungkin di langik nan ka tujuah. Kesalahan penulisan nama atau ketikan bukanlah hal yang disengaja. Ide dan saran demi kebaikan dapat dipertimbangkan. Diskusi yang komprehensif dapat juga kita lakukan. Peringatan 30 Tahun SMAN Lambah Hari itu senin 11 Juli 2011. Langit cerah, matahari muncul dari perbukitan sebelah timur Kabupaten Agam dengan teriknya. Tampak mobil berlalu lalang dari arah Biaro menuju Lambah. Marawa dan bendera merah putih tampak terpasang di sepanjang jalan. Dari arah Biaro hanya beberapa meter daritempat tukang bakso telah berdiri dengan ringkih gerbang perbatasan dengan hiasan harimau tertunduk lesu, tertulis kata-kata "Selamat datang di Kabupaten Agam". Sementara itu bila kita berjalan dari arah Lambah, terlihat dengan kokoh gerbang dengan ukiran rumah gadang, bertuliskan kata-kata "Selamat datang di Bukittinggi Kota Wisata". Sepintas perbedaan kedua gerbang perbatasan itu tidak menjadi perhatian mereka yang lewat. Gerbang itu baru saja didirikan sebagai betuk implementasi dari pelaksanaan PP 84 tahun1999. Pembangunannya hampir bersamaan dengan peringatan 30 tahun berdirinya atau dimulainya pembangunan SMA Lambah. Tujuannnya adalah agar acara akbar yang rencananya akan dihadiri oleh orang-orang penting dan terkenal itu (dari gubernur sampai anggota DPR) juga dapat mengukuhkan pada Mendagri (yang sejak jadi gubernur selalu mendesak untuk segera mengimplementasikan PP 84) bahwa instruksinya telah dilaksanakan. Hari sudah pukul10. Para tamu sudah mulai datang. Yang pertama datang adalah rombongan Indrawadi Mantari seorang citizen journalist, berikutnya adalah rombongan Mohammad Asrial jang Pangek, dan beberapa angkatan lainnya. Setelah mereka yang berombongan datang, maka datanglah rombongan para mantan: Drs. Aristo Munandar mantan Bupati Agam, Drs. Nadran Agus mantan sekda Agam, Drs. Harzi Zein mantan Pembantu Bupati Agam wilayah timur, Prof Sufyarma Marsidin, mantan kepala Dinas Pendidikan Kab Agam, Setelah rombongan para mantan lewat datanglah rombongan mereka yang menjadi pejabat. Dimulai dariProf. Irwan Prayitno Gubernur Sumbar, Taslim Chaniago Anggota DPR RI, YandrilWakil Ketua DPRD Agam, Melvi Abra Asisten Sekdako Bukittinggi dan (masih banyaklagi yang dak tantu dek awak dan tolong ditambahkan). Jam sudahmenunjukkan pukul 10:30 WIB. Tari pasambahan telah dimainkan, sirih sudah dibuka oleh pak Gubernur. Acara akan segera dimulai. "Hari ini 30 tahun yang lalu, masyarakat seluruh kecamatan Ampek Angkek Canduang dan Baso datang ke sini untuk bergotong royong membersihkan lahan, menebang batuang untuk membangun sebuah sekolah yang mudah-mudahan dapat membangkitkan harkat dan martabat masyarakat Ampek Angkek Canduang dan sekitarnya. Melalui pendidikanlah kemajuan dan kesejahteraan bisa diperoleh." Demikian protokol menyampaikan sedikit gambaran pada saat memulai acara. Puncak dari acaraini adalah pembukaan selubung baru nama SMA Lambah. Pembukaan selubung tersebut perlu dilaksanakan karena disamping memperingati 30 tahun berdirinya SMA Lambah juga sebagai awal dari penggantian plang nama berbagai instasi di KabupatenAgam. Menjelang acara puncak, sampailah pada acara sepatah kata dari alumni. "Bapak-bapak,ibu-ibu para undangan, para alumni, donatur, simpatisan yang terhormat. ......sebagai alumni SMA Lambah saya sangat bangga hadir di sini pada hari ini. Kita yang pernah sekolah di sini pada umumnya adalah panerima beasiswa BPK. Ya penerima beasiswa BPK . BPK yang bisa berarti Bapak, atau Bantiang Pisang Kapelo, atau Banang Pinjaik Konveksi. Sekarang ini kita lihat sebagian mereka sudah menjadi orang yang berhasil. Ada yang menjadi anggota DPR, DPRD, jadi Pejabat Pemerintah, Pengusaha yang sukses dan lain sebagainya. Kita messti bersyukur dan harus membantu pembangunan SMA Lambah ini ke depan sehingga menjadi SMA yang berkualitas internasional tanpa harus memungut biaya besar untuk dapat dikatakan menjadi sekolah yang berstandar internasional......." Setelah pidato sana sini. Sampailah pada acara puncak, yaitu pembukaan selubung nama sekolah. Pak Gubernur sudah berdiri, didampingi oleh Pak Bupati, Kepala Sekolah, dan Alumni yang menjadi politisi. Pak gubernur kemudian mulai menekan Serine meresmikan pemakaian nama baru SMA lambah sekaligus untuk membuka selubung nama sekolah. Setelah papan nama dibuka, tepuk tangan semakian meriah. Semua tersenyum dan saling bersalam-salaman. Tiba-tiba semuanya berhenti. Kaget dan juga khawatir. Tapi bagi pak gubernur dan pejabat yang lain hal itu biasa saja. Namun tidak bagi para alumni dan beberapa undangan lainnya. Ada yang aneh dari papan nama itu. Ya aneh ketika dibaca. Yang Tertulis dengan jelas di papan namaitu adalah SMAN 1 AMPEK KAREK. Bukan SMAN 1 ANGKEK sebagaimana biasanya.Setelah membuka acara pak Gubernur bersama rombongan pun berlalu. Pergi ke Kota Bukittinggi melaksanakan hal yang sama peringatan ulang tahun SMP Tanjung Alam. Hadirin yang tinggal tidak habis pikir kenapa papan nama itu menjadi SMAN 1 AMPEK KAREK. Rupanya itu adalah keputusan masyarakat Ampek Angkek yang terlupakan. Bersama-sama dengan masyarakat Ampek Angkek lainnya sesuai dengan PP 84 tidak dapat menjadi bagian dari perluasan kota Bukittinggi. Mereka tidakmau merubah identitas, untuk menjadi kecamatan baru. Sangat susah mencari nama. Nama yang mereka sukai dan mencerminkan asal muasal mereka. Maka malam sebelum papan selubung dibuka sebagai peringatan ulang tahun ke 30 SMA Lambah diputuskanlah nama kecamatannya yaitu kecamatan Ampek Karek. Artinya Ampek Angkek yang dikarek. Kalau dulu dalam tambo Ampek nan barangkek sekarang menjadi Ampek nandikarek-dikarek. Ha lyang sama juga terjadi sewaktu peringantan SMP Tanjung Alam, ketika selubung dibuka nama yang tertulis bukan SMP 13 Kecamantan Bukittinggi Timur, Tapi SMPN13 KECAMATAN AMPEK LAKEK. Nama ini lahir dari masyarakat yang malakek ke Kota Bukittinggi. Tidak mau kehilangan identitas mereka bersatu untuk menyebut dir imereka sebagai kecamatan Ampek Lakek agar kelak bila ditanya oleh anak cucu, mereka bisa jawab dan buktikan mereka adalah bagian dari Ampek Angkek yang menurut tambo Ampek nan sakali barangkek sebagai daerah peratama di Luak Agam. Cukup sampai disini dulu. Nantikan kisah lainnya tentang rapat penentuan lokasi dan pembangunan ibu kota kecamatan Ampek Karek serta kisah pelayanan publik setelah Kecamatan Ampek Angkek dicerai beraikan oleh PP 84/1999 menjadi kecamatan Ampek Karek di Kabupaten Agam dan KecamatanAmpek Lakek di Kota Bukittinggi. Jadi mulai tahun 2011, Indrawadi Mantari, Professor Yonasriza adalah Alumni SMN 1 Ampek Karek.mmm m Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
