Kalau ambo dapek info untuak masalah ko dari urang leasing motor ...

Kawan ko bacarito, untuak masalah leasing ado tipe-tipe nasabah ...
Ado daerah baru, nasabah cenderung lancar pembayarannyo .. tapi lamo lamo 
mereka baraja dari nan jaek, jadinyo mereka cenderung jadi jaek pulo 
sebagiannyo, pembayaran mulai bermasalah ... tapi itu masih normal, kemudiannya 
adalah urusan pendekatan dari tukang tagihnyo sajo ...

Kemudian ado daerah nan isinyo urang-urang dari sektor informal tapi bagaji 
ketek, iko cenderung susah pulo managiah setorannyo ... kiro-kiro baitu nan 
kapatang ambo danga ... wajarlah, gaji mereka ketek ...

Nah iko tendensi buruak nan disampaikan kawan tu mengenai batak tu ...
Ado contoh daerah di tangerang nan tampek tingga banyak rang batak, di belakang 
gereja hkbp tu ... kato kawan tu, itu daerah nan sangaik susah managih setoran, 
terkenal susah, mereka biasonyo bayia 2-3 bulan lancar, sudah tu susah bahkan 
cenderung mereka labiah kareh dari nan managiah ...

Jadi masalah nan ciek ko, kalau lah labiah dari 2 urang labiah rancak kunci 
pintu mungkin iyo datang dari kenyataan-kenyataan yg ado di masyarakat bana ...
Ado mereka nan sabana elok laku, tapi jauah labiah banyak nan jaek, labiah 
banyak nan ndak pernah mamikia akibat tindakan mereka ka urang lain, mungkin 
dek di mereka ndak ado nan ndak halal, sadonyo di mereka halal ... sado alahnyo 
di mereka halal, mungkin itu kuncinyo


  ----- Original Message ----- 
  From: [email protected] 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, September 19, 2010 6:27 AM
  Subject: Re: [...@ntau-net] Fw: [pakguruonline] Alasan Lengkap Warga Mustika 
JayaTolak Gereja HKBP


  Pak Saaf

  Kalau untuak kelompok iko ado semacam pameonyo :

  Rang Batak iko. 
  Kok surang inyo ba gitar2 sajo
  Kok baduo inyo main catua
  Labiah dari itu, elok kunci pintu dipakuat

  Jadi kalau mereka lah rami, kemungkinan memang banyak mudaratnyo pado 
manfaatnyo pado lingkungan sekitar

  Karano mereka kurang menerapkan masalah "raso jo pareso" itu

  Bak kecek rang Batawi, kok inyo lah rami bisa "semau gue" sajo

  --TR
  Sent from my BlackBerry®
  powered by Sinyal Kuat INDOSAT


------------------------------------------------------------------------------

  From: "Dr Saafroedin Bahar" <[email protected]> 
  Sender: [email protected] 
  Date: Sat, 18 Sep 2010 14:17:10 +0000
  To: Rantau Net<[email protected]>
  ReplyTo: [email protected] 
  Cc: Mochtar NAIM<[email protected]>; Drs Farhan Muin DATUK 
BAGINDO<[email protected]>
  Subject: [...@ntau-net] Fw: [pakguruonline] Alasan Lengkap Warga Mustika Jaya 
Tolak Gereja HKBP


  Dari milis tetangga. Mungkinkah hal ini terjadi di Minangkabau ?
  Saafroedin Bahar Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.


------------------------------------------------------------------------------

  From: "Suara Muslim" <[email protected]> 
  Sender: [email protected] 
  Date: Sat, 18 Sep 2010 20:39:12 +0700
  To: PGOL<[email protected]>
  ReplyTo: [email protected] 
  Subject: [pakguruonline] Alasan Lengkap Warga Mustika Jaya Tolak Gereja HKBP


    

  Alasan Lengkap Warga Mustika Jaya Tolak Gereja HKBP 
  dakwatuna.com - Peristiwa penusukan oleh sekelompok orang terhadap jemaat dan 
pendeta Huria Kristen Batas Protestan (HKBP) pada Minggu lalu (12/9) telah 
menyita perhatian publik. Masyarakat terbelah menyikapi insiden tersebut. Ada 
yang langsung mengecam, ada yang bersikap berhati-hati sebelum mengeluarkan 
sikap, dan tentu ada pula yang tidak mau tahu atas persoalan tersebut.
  Sebuah media online, Rakyat Merdeka Online (RMOL), mengatakan bahwa mereka 
menerima e-mail bersifat surat terbuka dari salah seorang warga Mustika Jaya, 
Bekasi tempat keberadaan gereja HKBP itu, Rahmat Siliwangi. Menurut redaksi 
RMOL, surat ini sengaja dipublikasi agar menambah data pembanding bagi para 
pembacanya.

  Berikut kutipan lengkap dari surat terbuka Rahmat.

    SAYA warga mustika jaya, Bekasi hanya ingin sharing kenapa sebenarnya kami 
sulit untuk menerima kehadiran warga HKBP di daerah kami. Dua puluh tahun lalu 
seorang warga Batak mulai menjadikan rumah tinggalnya sebagai tempat kebaktian. 
Kami warga perumahan Mustika Jaya dapat menerima karena kami sangat menghargai 
toleransi dan kebebasan dalam memilih keyakinan.

    Namun makin lama kami biarkan semakin banyak warga Batak yang sering mondar 
mandir di perumahan kami. Bahkan perilaku mereka yang tadinya hormat kepada 
warga sekitar menjadi arogan dan mau menang sendiri. Selain itu dalam aktifitas 
sehari hari mereka mulai tidak menghormati tetua warga dan warga asli Mustika 
Jaya, Bekasi. Seakan-akan tanah dan daerah ini milik mereka. Bahkan dalam 
acara-acara keluarga, mereka sangat mengganggu ketentraman kami sebagai warga 
asli.

    Ini bukan masalah agama. Karena di tempat kami ada juga warga yang non 
muslim selain Kristen HKBP.

    Warga selain muslim pun mulai keberatan dengan perilaku dan cara-cara warga 
HKBP dalam sosial kemasyarakatan. Kesimpulan kami bersama warga-warga non 
muslim selain jemaat HKPB, jemaat HKBP cenderung kasar, sembrono, tidak tahu 
diri, tidak tahu malu, menyebalkan, cara bicaranya keras dan sangat arogan.

    Setalah sepuluh tahun kami biarkan, jika ada acara, mereka mulai 
mendominasi akses jalan kampung dan mereka mulai berani terang-terangan 
melakukan indimidasi terhadap warga sekitar yang keberatan dengan pola tingkah 
dan perilaku hidup mereka seperti mabuk, menggoda wanita-wanita dan putri-putri 
kami, mulai mengganggu tatanan adat masyarakat asli dan hukum yang berlaku.

    Selain itu jika ada acara makan-makan, mereka mulai berani memotong babi 
dan anjing di sekitar kampung Mustika. Bahkan bau daging-daging itu sampai 
tercium kemana-mana. Mereka mulai berani keliling kampung dengan 
bernyanyi-nyani dengan suara dan logat khas batak.

    Pemaksaan cara mereka inilah yang membuat kami sangat kesal dengan tingkah 
pola mereka. Bahkan mereka mulai berani mendirikan lapo-lapo tuak yang selalu 
memicu keributan disekitar daerah Mustika Jaya.

    Kemudian, kami warga sekitar, baik itu muslim dan non muslim non HKBP 
sering mengadakan pertemuan untuk membahas keberadaan warga HKBP (meskipun 
sebagian besar hanya datang setiap hari Minggu). Kesimpulan dan kesepakatan 
warga, kami takut jika ini dibiarkan akan merubah tatanan masyarakat kami dari 
berbagai lintas agama dan suku lain selain Batak.

    Perilaku mereka akan mengubah tatanan kemasyarakatan yang tadinya saling 
menghormati, toleran, sopan santun, menjadi arogan, mau menang sendiri, 
mabuk-mabukan dimana saja. Dan makan dengan makanan yang bagi kami sangat 
menjijikan. Seperti bakar babi dan anjing.

    Dan kami pun mulai melaporkan ke Pemerintah Kota Bekasi mengenai keberadaan 
mereka sesuai apa adanya. Kami juga meminta Pemkot Bekasi bahkan Kepolisian dan 
Babinsa di daerah kami untuk berkata apa adanya dan menyelidiki secara langsung 
perilaku warga HKBP.

    Karena yang kami sampaikan bukanlah omong kosong maka setelah hampir dua 
puluh tahun kami menderita dengan perilaku HKBP, oleh Pemkot Bekasi kegiatan 
jemaat mereka dianggap liar. Dan gereja di rumah seorang warga pun disegel oleh 
Pemkot Bekasi. (Tentunya dengan hasil penyelidikan selama waktu yang cukup 
dengan melibatkan Kepolisian dan Koramil setempat).

    Jadi maksud saya membuat surat ini pada dasarnya bukan masalah didirikan 
gereja atau tidak dirikan gereja yang menjadi pokok permasalahan. Tapi yang 
akan mendirikan gereja di tempat kami adalah jemaat Huria Kristen Batak 
Protestan, yang menurut teman saya juga beragama Kristen tapi dari suku lain 
(Jawa, Maluku, Irian, NTT) mereka juga kurang suka dengan kelompok ini (HKBP). 
Karena di dalam persatuan gereja-gereja Kristen pun, selalu membuat 
masalah-malsalah tatanan sesuai pola arogansi kesukuan Batak mereka.

    Saya hanya bisa berharap, surat saya ini bisa menjadi informasi pembanding 
dan pertimbangan yang objektif apakah apa yang saya sebutkan dengan perilaku 
mereka diatas itu salah atau mengada-ada. Khusus untuk teman-teman wartawan 
jika Anda ingin objektif silahkan survey warga Mustika Jaya Bekasi apakah yang 
saya sampaikan di atas benar atau tidak.

    Dan saya surat saya ini juga ditujukan Warga HKBP untuk bercermin terhadap 
perilaku mereka, berperilakulah seperti manusia, kalau ingin dihormati dengan 
sebenarnya hormatilah tatanan masyarakat sekitar. Kita ini orang timur, "Di 
mana bumi dipijak di situ langit dijunjung." Kalau tidak dimanapun anda berada 
kalian tidak akan pernah diterima oleh suku manapun!

    Kami takut jika mereka jadi bermukim di Mustika Jaya, tatanan kehidupan 
sosial kami berubah, kami takut anak-anak kami menjadi para pemabuk, keras 
kepala, kekerasan meningkat, kejahatan meningkat, sekali lagi kami bukan tidak 
mau menerima umat kristiani. Yang tidak kami terima mereka ini HKBP.

    Salam,

    Agustus 2010,
    Mustika Jaya Bekasi

    Rahmat Siliwangi

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke