Assalamu'alaikum Wr Wb.
Salam ambo pasambahkan kapado Inyiak, NiniakMamak, CandiakPandai, AlimUlama, 
Bundo Kanduang sarato Nan Mudo yg ado di palanta....

Ambo mambaco di salah satu media :  
http://www.padangmedia.com/?mod=berita&id=63446yang menyatakan, antara lain :
>Rapat antara utusan rantau dengan kalangan budayawan, LKAAM, MUI, pers 
>Sumatera Barat Jumat siang di gubernuran akhirnya menghasilkan suara bulat: 
>menolak dilaksanakannya Kongres Kebudayaan Minang (KKM) yang dibesut oleh Gebu 
>Minang.
Rapat yang dimediasi oleh Wakil Gubernur (yang juga bertindak sebagai 
pengundang) Muslim Kasim berlangsung sangat dinamis dan agak tegang. Para 
budayawan seperti Wisran Hadi dengan tegas mengatakan bahwa kongres yang akan 
dilaksanakan itu tidak relevan dengan apa yang sesungguhnya dibutuhkan rakyat 
Sumatera Barat saat ini.
Acara yang dimoderatori oleh H.Shofwan Karim itu menelurkan rekomendasi 
bahwa sebaiknya Gebu MInang cukup melaksanakan Mubes internal yang 
berlangsung lima tahunan  itu. “JIka memang diperlukan silahkan Mubes 
itu diisi dengan seminar membahas ABS-SBK lalu hasilnya disampaikan 
kepada Pemprov. Jika Pemprov memandang perlu dimasukkan ke dalam 
Musrenbang sebagai acuan pembangunan daerah, ya silahkan,” tambah Ketua 
Bundo Kanduang Raudha Thaib.<


Tapi kalau kito manilik postingan Mamak Saafroedin Bahar (Date: Sat, 18 Sep 
2010 19:28:31 +0000) dgn  Subject: Re: [...@ntau-net] Kongres atau Seminar, 
yang mnyatakan, antara lain :

"namun Pimpinan GM mamutuihkan untuak indak maninggakan bangkalai.Apolagi
 kan banyak juo sanak kito nan ingin mandapek kepastian dan kesepakatan 
ttg tema nan diusuang KKM iko, khususnyo ttg ABS SBK". 

Komen ambo:
Dek karano pihak Gubernur (dalam hal ini diwakili oleh Wakil Gubernur) sebagai 
pengundang, berarti keputusan dan rekomendasi yg dihasilkan pado rapek tgl 03 
September itu, dapek kito katokan sebagai sinyal kuat  untuk pengurus Gebu 
Minang sebagai penggagas KKM, dari Pimpinan Formal Tertinggi di Sumbar, agar 
tidak melanjutkan rencana melaksanakan KKM.
Tapi kalau GM tetap basikareh melaksanakan KKM, ambo melihat, GM mengajak 
masyarakat untuk melecehkan atau menganggap angin lalu sinyal gubernur ini.

Iko 'kan indak baik bagi masyarakat kito di ranah. 

Salam,
Marindo Palar 



-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke