Selasa, 21 September 2010 Padang, Singgalang Jumlah pengangguran di Sumbar kondisi terakhir tercatat sebanyak 173.080 orang atau 7,97 persen dari total angkatan kerja. Angka ini berdasarkan survei Biro Pusat Statistik (BPS) Sumbar per Agustus 2009. Namun ketimbang tahun lalu, secara persentase mengalami penurunan. "Buktinya, jumlah penduduk bekerja naik sebesar 2,18 persen dari 1.956.378 orang menjadi 1.998.922 orang. Sedangkan jumlah angkatan kerja naik 2,05 persen dari 2.127.512 orang pada Agustus 2008 menjadi 2.172.002 orang pada Agustus 2009," terang Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbar H. Syofyan saat mem buka pelatihan jurusan las listrik 6G angkatan II, Senin (20/9) di Padang.
Dari data tersebut terlihat, keberhasilan Pemprov Sumbar menekan angka pengangguran terbuka, karena peningkatan jumlah penduduk bekerja lebih banyak dari peningkatan jumlah angkatan kerja. Tapi di sisi lain, perlu dituntut untuk memperluas kesempatan kerja, baik dalam maupun luar negeri sehingga persentase pengangguran makin kecil. Syofyan menjelaskan, persoalan yang dihadapi para pengangguran di Sumbar, mereka mayoritas berpendidikan SLTA ke bawah. Jumlahnya mencapai 91,28 persen. Penguasaan teknologi informasi yang masih rendah, keterampilan teknis belum memadai termasuk penguasan bahasa asing. Alhasil, kualifikasi yang disyaratkan untuk jabatan kerja, tak terpenuhi. "Jujur, bila ditelusuri lebih jauh, ternyata tidak sedikit pula diantara pencari kerja terdidik yang memiliki strata pendidikan lebih tinggi, tapi tidak mampu memenuhi persyaratan standar keilmuan dan keterampilan yang sesuai dengan bidang pendidikannya," terang Syofyan. Melihat kondisi demikian, Pemprov bersama dengan kab/kota, harus mencari terobosan yang signifikan dalam menjembatani para pencari kerja agar mampu memasuki dunia kerja. Salah satunya yang menjadi titik berat adalah membekali pencaker dengan berbagai keterampilan teknis di Balai Latihan Kerja BLK) provinsi dan kab/kota, termasuk pelatihan las listrik. Ditambahkan ketua panitia, Zudarmi, pelatihan tersebut diikuti 16 orang yang lulus seleksi dari 25 orang yang mendaftar. Mereka dilatih mulai 21 September s/d 7 Desember, dengan porsi praktek (70 persen) dan teori (30 persen). Peserta yang lulus pelatihan diberikan pula sertifikat. "Selesai pelatihan, mereka akan menjadi tenaga terampil, dicari orang dan gampang membuka usaha secara mandiri," tambah Syofyan. (101) http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=726 -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
